“Mengatakan Maaf”

“Mengatakan Maaf”

Renungan harian anak, Sabtu 31 Juli 2021

Syalom adik-adik Elohim kids yang luar biasa, puji Tuhan kakak senang adik-adik tetap setia untuk membaca dan mendengarkan renungan hariannya. Firman Tuhan sangat penting untuk mengajari kehidupan kita untuk melakukan kehendak Tuhan

Hari ini kita akan belajar bersama dari Kisah Anak yang Hilang yang tertulis dalam Injil Lukas 15 : 11-32. Tuhan Yesus menceritakan sebuah kisah tentang anak laki-laki yang lari dari rumah. Awalnya memang menyenangkan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan bersama teman-temannya yang sangat banyak. Tetapi, tak lama kemudian uangnya habis . Maka teman-temannya meninggalkannya karena ia menjadi sangat miskin, bahkan ia makan dengan babi-babi ! Ia ingin pulang, ia merindukan keluarganya. Tetapi ia merasa malu dan takut ayah nya tidak akan menerimanya. Saat berjalan pulang, ia kuatir tentang apa yang akan dikatakan ayahnya. Sementara ia masih jauh, ayahnya sudah melihatnya dan berlari kepadanya. Anak itu memohon, “Ayah, maafkan saya telah lari dari rumah. Bolehkah saya pulang untuk menjadi pelayanmu? Sang ayah memeluknya, “Kamu akan selalu menjadi anakku!” katanya. “Selamat datang kembali ke rumah”

Adik-adik Ketika kita membuat pilihan yang buruk, tidak selalu mudah untuk berkata ‘maaf’. Kita mungkin merasa takut jika orang tidak menyukai kita lagi. Tetapi Yesus mengasihi kita tidak peduli siapa kita. Ia memberitahu kita bahwa membuat pilihan yang buruk tidak berarti seseorang itu jahat. Pada kenyataannya, kesalahan dapat membantu kita belajar membuat pilihan yang lebih baik di lain waktu. Tuhan Yesus memberitahu kita bahwa penting untuk mengakui ketika kita berbuat salah dan meminta maaf. Hal ini menunjukkan bahwa kita ingin menjadi lebih baik.

Adik-adik kata “maaf” mungkin sederhana tetapi sulit untuk dilakukan, karena itu adalah bentuk kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan mau untuk berubah. Ayo belajar minta maaf jika adik-adik melakukan kesalahan, baik kepada orang tua, guru, saudara ataupun teman. Ketika adik-adik belajar minta maaf, itu adalah kesadaran yang lahir dari dalam hati kita. Terlebih lagi kepada Tuhan, jika adik-adik bersalah juga harus memohon ampun kepada Tuhan, karena kita sudah melakukan dosa dan pelanggaran.

Ayat Hafalan.

Yakobus 5:16a, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus , terimakasih karena telah mengasihi saya, bahkan ketika saya membuat pilihan yang buruk. Tolong bantu saya untuk mengakui dan meminta maaf ketika saya melakukan kesalahan. Dan bantu saya untuk dapat membuat pilihan yang baik. Amin

VA – AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Aku Mengasihi Keluargaku”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Alat dan Bahan untuk aktivitas
Kertas HVS 3 Lembar
Kertas Bufalo 1 Lembar
Pensil dan Alat Warna
Lem dan Solasi
Gunting
Pita


Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Sumber Air Hidup

Sumber Air Hidup

Renungan Harian Youth, Sabtu 31 Juli 2021

‘Yesus berdiri dan berseru, : “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”.’Yohanes 7 : 37

Hallo rekan-rekan youth, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!  Sebagai anak-anak muda, kita adalah orang-orang yang harus bijak dalam memperhatikan kesehatan diri kita.  Kita pun harus memastikan di dalam diri kita jangan sampai kekurangan nutrisi penting yang mengakibatkan fisik kita merosot.  Jangan sampai kita menjadi pembawa virus berbahaya dan menularkan penyakit kepada orang-orang disekitar kita.  Akibatnya bisa fatal.

Rekan-rekan youth, kita tahu bahwa secara ilmu biologis tubuk kita terdiri dari 75-90% adalah air.  Air salah satu unsur yang terpenting dalam hidup kita. Bukan hanya manusia yang membutuhkan air tetapi hewan dan tumbuh-tumbuhan juga membutuhkan air. Tanpa air, hidup kita menjadi gersang. Tanpa air hidup kita menjadi kering. Tanpa air tidak ada kehidupan. Tanpa air bumi akan merana. Tanpa air hidup kita tidak akan ada maknanya.

Teman-teman dari ilustrasi diatas, kita harus memahami betapa pentingnya air bagi kehidupan kita. Air memiliki fungsi yang kompleks dalam kehidupan mahluk hidup yang ada di muka bumi ini.

Bacaan firman Tuhan dalam Yohanes 7 : 37 dengan jelas Tuhan Yesus menegaskan bahwa “Barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” Tuhan Yesus menegaskan supaya siapapun yang merasa haus, ia harus datang kepada Yesus dan minum air hidup sejati dan rohani. Air hidup rohani ini tidak ada di tempat lain. Air hidup sejati dan rohani tidak dapat disediakan oleh manusia. Hanya Yesus yang sanggup memuaskan dahaga manusia secara rohani.

Tuhan Yesus sumber air yang paling utama di dalam kehidupan orang-orang percaya, yang selalu mengalirkan Roh Kudus senantiasa. Ia mampu memberikan kekuatan dan memulihkan kita setiap saat.

Dalam kehidupan kita kaum muda saat ini selalu haus dan kurang puas, bukan hanya masalah makanan dan minuman tetapi haus akan harta kekayaan, haus akan jabatan, haus akan memiliki pacar lebih dari satu, haus akan pergaulan bebas, dan banyak lagi yang lainnya. Ketika kita haus secara kedagingan maka kita tidak akan puas, tetapi ketika kita datang kepada Yesus sebagai sumber air hidup yang kekal, maka kita tidak akan haus lagi, seperti yang di katakan di dalam Yohanes 4: 14a “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”  

Teman-teman,  kita harus sadar bahwa kita butuh air kehidupan dalam kita menjalani kehidupan yang penuh dengan perjuangan ini. Hanya Yesus yang bisa memberikan AIR KEHIDUPAN. Hanya Tuhan yang bisa menjadi sumber air hidup.  Dan Bersama Tuhan Yesus semua kekeringan, semua kegersangan akan dialiri mata air, yang selalu memancarkan terus-menerus mata air, yang memancarkan air kehidupan. Jika aliran Air Hidup mampu memuaskan dahaga kita, maka segala rasa haus yang disebabkan oleh keinginan daging dan hal-hal jasmani yang fana dapat kita abaikan demi tujuan Tuhan yang mulia tergenapi sempurna di dalam hidup kita.

Mari datanglah kepada SUMBER AIR HIDUP SEJATI yang selalu bersedia memberikan kelegaan dan kepuasan di dalam hidup ini.

Komitmenku Hari Ini:

Aku mau menjadi pribadi yang selalu mencari sumber air hidup yang tepat, yaitu Tuhan Yesus.  Aku mau menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat dalam hidupku yang telah menyediakan masa depan yang indah di dalam hidupku.

RM – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Teman Satu Circle”… wah tentunya ini sudah tidak asing buat rekan-rekan. Tapi bagaimana kita memilihnya dan menjalani … apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah yang masih online jam 07.00 pagi dan Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan”

“Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan”

Renungan Harian, Sabtu 31 Juli 2021

Imamat 19:18, “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”

Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan …

Didunia ini kacau karena dipenuhi orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi umat Tuhan diajar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan karena alasan -alasan berikut :

Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan akan membawa berkat

Dalam 1 Petrus 3 : 9 dikatakan bahwa kita dipanggil untuk memberkati, maka kita akan memperoleh berkat. Hal ini bisa diartikan juga : bila kita mengutuk maka kita memperoleh kutuk. Tuhan memberikan ganti rugi atau restitusi kepada orang  yang memberkati orang yang melakukan kejahatan kepadanya . Didalam Roma 8 : 28 tertulis “ Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi  Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

Yusuf  dimana 10 orang kak Yusuf  telah melakukan  kejahatan yang keterlaluan , mereka memasukkan Yusuf kedalam sumur, lalu menjualnya menjadi budak setelah itu  mereka menganggap Yusuf sudah lenyap atau mati . Selama kurang lebih 13 tahun menderita dia menjadi budak di Mesir lalu dipenjara tanpa salah.   Tetapi setelah 13 tahun menderita, tibalah waktu Tuhan  bertindak  penderitaan Yusuf dalam sekejap di ubah menjadi berkat .  Yusuf mendadak diangkat menjadi perdana mentri di Mesir  dan waktu kakak2nya datang ke Mesir  sebenarnya Yusuf punya kesempatan untuk membalas dendam . Tetapi memang dari semula Yusuf tidak punya keinginan ntuk membalas dendam, Yusuf mengerti bahwa membalas dendam adalah hak Allah. Dan dia dipanggil untuk memberkati, terbukti  dari perkataannya kepada kakak-kakaknya yang tertulis dalam Kejadian 45.

Membalas kejahatan dengan kejahatan akan merugikan diri sendiri

Orang yang berbuat kejahatan akan dihancurkan  oleh kejahatannya sendiri.  sesungguhnya orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman an melahirkan dusta , ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.  Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya  turun menimpa batu kepalanya ( Mazmur 7 : 15 – 16).  Orang yang membalas dendam melakukan kejahatan yang seimbang atau bahkan lebih besar, karena itu dia menjadi orang yang sama jahatnya.   Hasilnya  adalah kehancuran. 

Ahitofel adalah orang yang sangat bijaksana , sehingga dalam Alkitab dikatakan demikian  pada waktu itu nasehat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan  dari Allah. (2 Samuel 16 : 23) . Ahitofel dan keluarganya Daud, mempunya anak perempuan bernama Betsyeba yang menikah dengan Uria salah seorang dari 30 pahlawan terpilih raja Daud. Karena itu perbuatan Daud berzinah dengan Batsyeba dan kemudian membunuh Uria adalah kejahatan besar terhadap Ahitofel karena itu dia tidak bisa mengampuni Daud.  Ahitofel   bersekutu dengan Absalom , karena menurut pendapatnya Daud sudah tidak layak menjadi raja, gembala bagi umat Israel, Ahitofel lupa bahwa Daud di hukum dengan sangat berat oleh Allah dan Daud bertobat dan sehingga mengalami pemulihan . Ahitofel membalas Daud dengan menasihati Absalom melakukan  yang jauh lebih jahat dari dosa  Daud kepadanya  Ahitofel berakhir dengan kebinasaan, dia bunuh diri.

Pertanyaannya kalau kita mengalami seperti perbuatan Daud terhadap Ahitofel , bersediakah kita mengampuni orang itu ??? .

Apakah yang akan kita  lakukan terhadap sipembuat kejahatan  itu ?

Kita diajar Tuhan tunduk kepada hukum

Didunia kita tunduk dan taat pada hukum yang melarang main hakim sendiri. Sebagai warga Kerajaan Allah /surga kita taat dan tunduk pada hukum kerajaan Surga yaitu Matius 5 : 44 berkata Tetapi Aku berkata kepadamu, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu “.  Saudara2 bila kita mengasihi dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita , mustahil  kita mengutuk musuh dan penganiaya kita.  Isi doa kita  adalah mengampuni dan memberkati musuh kita.  Bahkan dalam Roma 12 : 14 “ Berkatilah  siapa yang menganiaya kamu,berkatilah dan jangan mengutuk”. Dan perhatikan juga firman  berikut ini : dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati , karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat ( 1 Petrus 3 : 9).

Kita tahu pembalasan bukan hak kita

Roma 12 : 19 “ Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan”.  

Tuhan mendelegasikan sebagian hakNya untuk membalas dendam kepada negara yang pelaksananya adalah pemerintah yaitu melalui lembaga pengadilan, karena pemerintah adalah hamba Allah  untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat,  takutlah akan dia , karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat ( Roma 13 : 4 ) Dan sepenuhnya hak pembalasan ada di tangan Tuhan. Di dunia kita lapor polisi, dan finalnya laporkan saja pada Tuhan. Tuhan hakim yang adil akan memberikan keadilanNya kepada orang yang melaporkan kasus kejahatannya yang menimpanya, sebagaimana yang dialami Daud dalam Mazmur 7 : 18 ,…Aku hendak bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,  dan bermazmur bagi  nama Tuhan yang Maha Tinggi.

Tuhan memberkati …

“Bertanggung Jawab”

“Bertanggung Jawab”

Renungan Harian, Jumat 30 Juli 2021

Matius 25:23 “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”

Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih.

Bagi generasi yg lahir era 80an, mesin ketik menjadi salah satu peralatan kantor yang sangat terkenal.  Sebelum komputer mengambil alih fungsinya, mesin ketik menjadi alat bantu administrasi yang sangat diperlukan.  Salah satu perusahaan pembuat mesin ketik yang terkenal pada waktu itu adalah West Coast.  Pada masanya, West Coast merupakan perusahaan pembuat mesin ketik yang menguasai sebagian besar pasar nasional.  Namun dengan pengoperasian komputer dimana-mana, penjualan mesin ketik perlahan-lahan menurun.  Di saat itulah sang pemilik perusahaan, Jeremy Q. Lyons mengalami masa-masa terburuk dalam hidupnya. Ketika ia melepaskan tanggung jawabnya untuk berpikir dan mencari cara menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh perusahaannya, dan hanya memilih menyalahkan situasi yang terjadi. Ia terus menyalahkan penemuan komputer dan mengakibatkan perusahaannya jatuh bangkrut.  Lyons yang dikenal tidak mudah menerima perubahan, bersikeras untuk terus memproduksi mesin ketik. Namun penjualan terus merosot hingga perusahaan tersebut akhirnya bangkrut.

Ratusan karyawan kehilangan pekerjaan, termasuk Lyons sebagai pimpinan tertinggi yang kemudian melarikan masalahnya pada alkohol.  Istrinya terpaksa pergi bersama anak mereka dan meninggalkannya dalam keadaan mabuk berat.  Ia sendiri akhirnya menjadi seorang gelandangan dan terpaksa tinggal sementara di tempat penampungan misi.  Syukurlah jika kemudian ada seorang yang berempati dan selalu mendorongnya untuk bangkit kembali Ia dapat menerima dan menyadari segala kekeliruannya. Selang beberapa waktu, Jeremy Q. Lyons kembali bekerja dengan tekun. Akhirnya ia justru sukses sebagai pemilik dari beberapa toko komputer dengan penghasilan miliaran rupiah.

Bapak, ibu san saudara yang dikasihi Tuhan, Ketika kita menghindar dan lari dari sebuah tanggung jawab, mungkin kita merasa seperti sedang melepaskan diri dari sebuah beban, namun kenyataannya tidaklah demikian.  Semakin kita melarikan diri, semakin kita kehilangan tujuan dan makna hidup. Semangat kita merosot, merasa tidak berarti dan akhirnya menjadi seorang pecundang.  Justru mereka yang melarikan diri dengan tidak mau menghadapi tanggung jawabnya, pasti tidak akan mengalami terobosan dalam hidup. 

Tanggung jawab adalah bukti kedewasaan, dan mereka yang tidak dewasa tidak akan dipercaya untuk mendapatkan hal yang lebih besar dari yang sebelumnya ia pernah dapatkan.

Seorang yang bertanggung jawab adalah seorang yang berhenti menyalahkan situasi, berani membuang semua alasan yang tidak berguna, belajar berbenah diri jika ada kesalahan yang telah diperbuat dan berusaha untuk tidak kembali melakukan kesalahan yabg sama, serta membiasakan diri melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, setiap kita pribadi lepas pribadi memiliki tanggung jawab yang telah Tuhan berikan kepada kita. 

Renungan hari ini mengingatkan kita agar tidak lari dari tanggung jawab apa pun yang telah diberikan Allah kepada kita, termasuk tanggung jawab dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. 

Amen !!

Tuhan Yesus Memberkati . . . .

DS

“Percaya dan Tidak Takut”

“Percaya dan Tidak Takut”

Renungan Harian Anak, Jumat 30 Juli 2021

Bacaan: Markus 4:35-41

Pada suatu malam ada seorang anak bernama Dini disuruh oleh mamanya mengambil sapu yang berada di luar rumah, tapi Dini tidak mau karena di luar sudah gelap. Mengapa kalau di luar sudah gelap Dini menjadi takut? Apakah adik-adik juga ada yang takut seperti Dini? Apa saja yang membuat adik-adik takut? Apakah takut gelap, takut ditinggal sendiri, takut dengan serangga, atau takut dengan hantu…. Banyak yang bisa membuat kita menjadi takut ya adik-adik. Nah supaya tidak takut lagi, mari kita mendengar Firman Tuhan hari ini.

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang sebuah perahu yang sedang dipakai berlayar di sebuah danau. Dalam perahu itu ada Tuhan Yesus dan murid-murid. Setelah semuanya naik, mereka mulai berlayar ke seberang danau. Ketika perahu mulai berlayar, Tuhan Yesus kemudian pergi ke bagian belakang perahu dan tidur di atas tikar yang ada disitu. Wah, pasti Tuhan Yesus sudah mengantuk ya. Saat perahu sedang berlayar, tiba-tiba angin yang sangat keras bertiup, ombaknya juga sangat besar sehingga air masuk ke dalam perahu. Murid-murid mulai bingung, mereka biasa berlayar jadi mereka tahu kalau gelombang besar seperti ini mereka bisa tenggelam. Mereka menjadi takut, tapi ketika mereka melihat ke belakang perahu, Tuhan Yesus masih saja tidur. Merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Melihat mereka begitu takut, Tuhan Yesus bangun dan berdiri kemudian berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” maka angin yang bertiup kencang dan danau yang bergelombang itu menjadi tenang. Dan murid-murid….. mereka hanya bisa terheran-heran karena dengan berkata saja Tuhan Yesus dapat menenangkan badai. Lalu Tuhan Yesus bekata kepada murid-murid, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Murid-murid hanya bisa saling memandang, bukankah dari tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus? Seharusnya mereka tidak takut, mereka tinggal minta tolong saja kepada Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus tolong.

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, kenapa takut dan kenapa tidak percaya? Kedua pertanyaan ini ternyata berhubungan lho adik-adik, antara takut dan tidak percaya. Bisa jadi orang yang takut itu karena dia tidak percaya, atau orang itu tidak percaya sehingga dia menjadi takut. Wah… berarti kalau mau kita menjadi anak yang berani atau tidak penakut berarti kita harus percaya dan kalua kita percaya kita tidak akan takut lagi. Siapa yang mau menjadi anak pemberani dan tidak takut?… kuncinya percaya, percaya kepada siapa? Tuhan Yesus.

Nah, kalau ada yang membuat adik-adik takut atau juga sedih, ingat adik-adik semua sudah percaya Tuhan Yesus kan…, adik-adik tinggal meminta dalam doa, panggil Tuhan Yesus. Seperti cerita tadi, murid-murid membangunkan Tuhan Yesus. Kalau Tuhan Yesus ada Bersama kita pasti adik-adik mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus. Jadi Adik-adik tidak boleh takut ya, karena kita percaya ada Tuhan Yesus yang bersama kita. Tuhan Yesus menyertai kita dan akan selalu menolong kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Ayat Hafalan:

Ibrani 13:5b ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Komitmentku:

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau ada bersamaku dan tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak takut karena Engkau akan menolongku.

CAM – IFM