Renungan Harian Jumat, 23 Juni 2023
Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu” (Matius 23:19)
Segala sesuatu yang kita lakukan bagi Tuhan, harus diletakkan diatas Mezbah Penyembahan. Mezbah menjadi hal yang sangat serius dan sangat penting dalam hidup orang percaya. Mezbah adalah suatu struktur bangunan atau tempat yang ditinggikan untuk mempersembahkan korban atau membakar dupa dalam penyembahan kepada Allah yang benar.
Mezbah berasal dari Bahasa Ibrani, מִזבֵּחַ (miz-beakh) berasal dari kata kerja dasar zavakh yang artinya membantai; menyembelih; mempersembahkan korban. Pada dasarnya, mezbah dimaksudkan sebagai tempat penyembelihan atau persembahan korban, seperti yang dicatat dalam Kejadian 8:20, Ulangan 12:21 dan Ulangan 16:2. Demikian pula kata Yunani thysiastereon yang artinya mezbah, berasal dari kata kerja dasar thio yang berarti sembelih, korban. Jadi arti kata mezbah adalah tempat penyembelihan, tempat persembahan korban.
MEZBAH ABRAHAM
Dalam Kejadian 12:8 dicatat mengenai pertama kalinya Abraham membangun mezbah bagi Tuhan. Abraham memang terkenal dengan mezbah-mezbahnya. Kemana pun ia pergi, ia selalu ingat untuk membangun mezbah bagi Tuhan.
Mezbah yang telah dibangun Abraham adalah:
1. Mezbah dekat Sikhem (Kejadian 12:6-7).
Kata Sikhem berarti bahu. Membuktikan bahwa Abraham telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan: Segala permasalahan dan beban hidup ia letakkan di atas bahu Tuhan. Dengan kata lain Abraham tidak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri, tapi mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
2. Mezbah dekat Betel (Kejadian 12:8).
Betel berarti rumah Tuhan. Abraham sangat menghormati rumah Tuhan, tempat di mana Ia hadir. Setiap orang yang menghormati rumah Tuhan atau dengan kata lain Hadirat Tuhan pasti akan diberkati secara luar biasa.
3. Mezbah di Hebron (kejadian 13:18)
Kata Hebron berarti damai sejahtera. Ketika ke luar dari negerinya Abraham tidak hanya membawa keluarga, tapi juga Lot (keponakannya) sehingga Lot pun merasakan dampaknya, turut diberkati. Karena kekayaannya yang melimpah mereka harus berpisah. Abraham memilih untuk mengalah dan tidak mau bertengkar dengan Lot, sehingga ada damai sejahtera dalam diri Abraham.
4. Mezbah di gunung Moria (Kejadian 22:1-2).
Di gunung Moria ini Abraham telah membuktikan kasihnya yang besar kepada Tuhan dengan mempersembahkan Ishak. Karena itu Abraham pernah diminta oleh Tuhan untuk membangun mezbah yang terpenting dalam hidupnya, yaitu ketika ia diminta untuk mengorbankan Ishak, anaknya yang tunggal (Kejadian 22).
Abraham memegang firman Tuhan bahwa Ishak adalah anak perjanjian. Ia percaya bahwa Tuhan dapat dipercaya, dan janji keturunan seperti pasir di laut dan seperti bintang di langit tidak akan pernah gagal, Karena itu Abraham tidak ragu untuk mempersembahkan Ishak. Itulah sebabnya Abraham disebut sebagai bapa orang beriman. Dan di situ jugalah Abraham pertama kali memanggil nama Tuhan.
Dan 2000 tahun kemudian apa yang dilakukan oleh Abraham ini dilakukan oleh Allah sendiri, dengan benar-benar mengorbankan Yesus, Anak-Nya yang tunggal.
Salib Kristus adalah mezbah terbesar sepanjang masa. Jadi mezbah erat kaitannya dengan penyembahan.
Apa itu penyembahan?
Rob Harbison mendefinisikan penyembahan sebagai latihan spiritual kudus yang menghubungkan manusia dengan Allah melalui ekspresi hati yang mengasihi.
Penyembahan itu adalah hal yang sangat dibutuhkan manusia, sama seperti air yang adalah sumber kehidupan. Esensi dari penyembahan adalah perjumpaan antara Roh Allah dengan roh manusia. Karena itu penyembahan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Kita dapat menyembah Tuhan di mana saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah hati kita yang senantiasa rindu dan mengasihi Tuhan. Dan Tuhan tahu hati kita!
Penyembahan identik dengan korban persembahan, Sekarang kita akan melihat korban apa saja yang berkenan di hati Tuhan.
1. Jiwa yang hancur atau contrite spirit (Mazmur 51:18-19)
Korban yang disukai Tuhan bukanlah korban binatang, melainkan hati yang hancur.
Tuhan berkenan kepada orang-orang yang merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, yaitu sikap hati yang berkata bahwa tidak ada yang dapat menolong selain Tuhan.
2. Korban syukur (Ibrani 13:15; Mazmur 50:23)
Korban syukur berkaitan erat dengan ucapan bibir atau lidah kita. Apakah kita tetap dapat mengucap syukur ketika dalam kondisi yang berat sekalipun ?
3. Hidup yang berkenan (Roma 12:1)
Dalam terjemahan MSG ayat ini berbunyi: “Take your everyday, ordinary life –your sleeping, eating, going-to-work, and walking-around life– and place it before God as an offering.” Maksudnya adalah aktivitas kita sehari-hari harus menjadi persembahan yang hidup kepada Tuhan, dengan cara hidup berkenan di hadapan Tuhan.
Hidup di dalam penyembahan akan membawa kita tetap berada pada tujuan dan sasaran Tepat yang telah ditetapkan oleh Tuhan bagi orang percaya
Tuhan Yesus Memberkati
Pdt, Budi Wahono