Elohim Ministry umum Cek Tanah

Cek Tanah



Renungan Harian Senin, 07 Agustus 2023

Pernahkah terpikir mengapa sebagian orang Kristen yang sudah sekian lama ikut TUHAN, namun perjalanan hidup dan perjalanan spiritual nampaknya tidak begitu menunjukkan buah-buah dari kehidupan pengiringannya kepada Tuhan?

Dalam Matius 13 ada 7 perumpamaan yang diajarkan Yesus, tapi tentang perumpaan Penabur dijelaskan oleh Tuhan Yesus cukup detil dan itu berbicara tentang Tanah Hati (Matius 13:1-23-perumpamaan tentang Penabur). Dalam ayat-ayat ini menggambarkan kondisi hati manusia, bagaimana respon seseorang terhadap firman yang didengarkan dan kondisi hatinya itu akan menentukan pada akhirnya, firman yang didengarkan akan menghasilkan buah atau tidak.

Matius 13:23Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Pada bagian ini Tuhan Yesus menunjukkan secara eksplisit  atau secara jelas  menunjukkan gambaran berbagai jenis tanah dalam perumpamaan ini yang menggambarkan berbagai jenis hati orang yang mendengarkan firman Tuhan. Ada 4 kategori tanah yaitu:

  • Tanah pinggir jalan
  • Tanah berbatu-batu
  • Tanah bersemak duri
  • Tanah yang baik

Manusia itu kompleks dan berproses sehingga waktu kondisi tanahnya masuk dalam satu kategori kemudian pada waktu yang lain akan berpindah pada jenis tanah yang berbeda. Kesimpulan ini dapat kita lihat dalam inijl-injil. Contohnya dalam Matius 19:16-30 tentang seorang yang muda dan kaya, hatinya digambarkan seperti Tanah bersemak duri, sebab kekayaan telah menghimpit dirinya. Kita juga bisa berasumsi bahwa ke 12 murid Tuhan Yesus bisa masuk ke tanah nomor 4 yaitu Tanah yang baik. Tapi tidak seperti itu. Ada beberapa catatan dalam injil-injil yang membuat mereka tidak bisa masuk dalam kategori nomor 4 dan menjadi bersemak duri ketika mereka meninggalkan Yesus.

3 Aspek Ketidakmengertian Murid Tuhan Yesus yang mempengaruhi respon mereka:

  • Identitas Yesus

Murid-murid tidak memahami otoritas dan identitas Tuhan Yesus. Misalnya Ketika angin rebut, mereka ketakutan padahal Tuhan Yesus ada disitu, begitu juga saat memberi makan 5000 orang laki-laki. Mereka tidak paham akan identitas Yesus dan otoritas yang ada pada Yesus.

  • Misi Yesus

Murid-murid masih berharap bahwa Yesus datang untuk menjadi mesias dan raja atas israel serta membebaskan mereka dari tangan orang romawi dan mereka akan menjadi Menteri-Menteri serta menduduki posisi yang penting. Padahal Tuhan Yesus datang dengan misi untuk menyerahkan diriNya dan ini yang kemudian tidak dipahami oleh murid-murid bahwa sehingga sikap-sikap dan respon mereka tidak memahami menjadi pengikut dari mesias yang menderita. Pemahaman para murid-murid tentang mesias secara fisik.

  • Komitmen

Mereka gagal untuk memegang komitmennya. Ada perselisihan dan persaingan antara para murid-murid. Saat Yesus harus melalui jalan Via Dolorosa, murid-murid yang lain lari dan meninggalkan ketika Yesus disalibkan dan hanya Yohanes saja yang ada sampai akhir. Mereka gagal memegang komitmennya.

Dalam hal-hal ini kita bisa melihat bahwa dalam perjalanan sebagai orang-orang percaya kita bisa naik turun sebagai orang-orang percaya. Ada hari kita bisa berada di tanah nomor 4 atau ada hari dimana kita bisa berada di tanah nomor 3 yang membuat firman itu terjepit tidak berbuah.

Untuk yang nomor 4 atau tanah yang baik dalam Bahasa Yunani menggunakan kata Baik (Yunani: kalos) ”Ekspresi eksternal yang baik sebagai pancaran dari kondisi internal yang baik.” Jadi kata KALOS / Baik dalam ayat 23, memiliki nuansa arti pemahaman bahwa Baik bukan hanya di permukaan namun dia Baik sebagai pancaran/ pantulan dari kondisi internal yang baik. Sehingga keluarnya baik karena didalamnya juga baik.

Terus apa yang membedakan dari ke 4 tanah ini, sebab ke 4nya juga melakukan firman. Perhatikan ayat 23 ada kata mengerti yang jadi kuncinya bukan mendengar saja namun mengerti dan melakukan. Dalam teks aslinya diterjemahkan dari kata Mengerti (Yunani: suniemi) “Memahami (discerning) dan melakukan (doing) kehendak Allah” (Pemahaman yang utuh, keselarasan antara pengetahuan dan tindakan.)

Ada 3 aspek yang bisa dijadikan sebagai alat tolak ukur “MENGERTI” yaitu

  1. Kognitif : Berbicara mengenai Kepala atau apa yang dipahami. Berbicara mengenai basic belief apa yang kita yakini dan percayai serta berbicara mengenai teologinya seperti apa.
  2. Konative : Berbicara mengenai Tangan atau Action/tindakan nya seperti apa.
  3. Affective : Berbicara mengenai Hati. Kondisi emosi, dimana kita menilai dan tahu untuk memproses apa yang ada didalam diri kita.

Untuk mendapatkan Spiritualitas yang sehat ketiga hal diatas harus bisa dijalankan dengan selaras dan harmonis. Agar dapatkan tanah yang baik, Tangan Kepala dan Hati harus sinkron. Disini bisa dilihat yang jadi penyebab seseorang yang tidak dapat menghasilkan buah sebagaimana mestinya dalam perjalanan hidupnya karena ketidakmampuan untuk menyelaraskan antara mengerti dan mendengar serta melakukan.

 “Spiritualitas Kristen tanpa diintegrasikan dengan emosi yang sehat bisa mematikan-bagi diri Anda sendiri, hubungan Anda dengan Allah, dan orang-orang di sekitar Anda.” – Peter Scazzero

Kondisi Kognitif dan Konative seseorang di pengaruhi Affective. Kondisi mental kita seperti apa akan mempengaruhi perilaku dan sikap kita. Didalam realita “Kesehatan emosi dan kedewasaan rohani tidak bisa dipisahkan.”

Kolose 1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

Untuk bisa memiliki spiritualitas yang tumbuh sehat berbuah, Jika Kognitif, Konative dan Affective menjadi selaras, layak berkenan dan bertumbuh. Perlu kerjasama ilahi antara diri kita dan Roh Kudus sebagai Penolong Ilahi. Jika ada Roh Kudus maka kita akan dimampukan untuk berproses sehingga kita menjadi layak dan berkenan serta menghasilkan buah.

Rangkuman Khotbah
Pdt. Posuka Loke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *