Elohim Ministry anak “SEPERTI PERIUK YANG DIBENTUK”

“SEPERTI PERIUK YANG DIBENTUK”



Renungan Harian Anak, Rabu 13 November 2024

Syalom adik-adik semuanya … Apakah adik-adik pernah melihat periuk? Periuk adalah tempat memasak yang terbuat dari tanah liat, berbentuk bulat dan memiliki bibir yang berbalik ke luar. Di zaman dahulu, periuk digunakan untuk memasak nasi atau makanan lainnya. Untuk membuat periuk, bahan-bahan seperti tanah liat, pasir halus, dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi adonan yang lunak namun bisa dibentuk. Adonan tanah liat ini lalu dibentuk sesuai keinginan tukang periuk, dan jika bentuknya kurang bagus atau ada yang rusak, tukang periuk akan menghancurkannya lalu membentuknya kembali dengan sabar dan hati-hati.

Adik-adik, Kitab Yeremia menceritakan tentang kehidupan Nabi Yeremia yang dipanggil oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesan kepada bangsa Israel. Kalau kita baca seluruh pasal 18 dari kitab Yeremia, mungkin kitab bisa terbawa perasaan mendengar dan menyimak kisah nabi Yeremia yang diperintah oleh Tuhan untuk supaya bangsa Israel beribadah lagi kepada Tuhan. Suatu saat nabi Yeremia yang diperintahkan Tuhan untuk mengunjungi rumah tukang periuk. Saat di sana, Yeremia melihat tukang periuk yang sedang membentuk periuk dari tanah liat. Namun, ketika tanah liat itu rusak, tukang periuk tidak membuangnya. Sebaliknya, dia membentuknya lagi sampai periuk itu menjadi bagus dan sesuai harapannya.

Nabi Yeremia mengingatkan kita melalui kisah ini bahwa Allah adalah Tukang periuk yang ahli dan kita tanah liatnya. Maksudnya adalah, saat ini Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang sangat baik sesuai dengan yang Tuhan harapkan.  Mungkin saat ini, kita masih suka melawan orang tua, tidak dengar-dengaran, males ke gereja, suka bikin teman kita nangis, suka bikin guru kita marah.  Tapi kakak yakin, Tuhan juga sementara membentuk kita dengan cerita-cerita dan penglaman kita setiap hari, baik di rumah, maupun saat kita di sekolah.  Di sekolah kita juga pasti diajarkan untuk menjadi lebih baik dan paham dengan semua Pelajaran-pelajaran yang diajarkan.  Kadang mungkin nilai raport kita merosot, kadang juga lebih baik; dan jika ada banyak koreksi untuk nilai-nilai kita, maka sebenarnya kita sedang dibentuk untuk menjadi murid yang lebih baik. Seperti itulah Tuhan kita yang adalah seperti Tukang Periuk.  Dia berdaulat dan sanggup memakai apa yang diciptakan-Nya untuk menghancurkan kejahatan sekaligus menciptakan keindahan di dalam kita.

Adik-adik, Tukang periuk mempunyai hak penuh dalam membentuk tanah liat. Ide ataupun rancangan yang ada di pikirannya dituangkan ke dalam pembentukan tanah liat, menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Dalam proses membentuk tanah liat, tukang periuk harus melembutkan tanah liat terlebih dahulu, sehingga dapat dibentuk sesuai dengan keinginannya. Tukang periuk membentuk periuk sesuai bentuk yang diinginkan dengan cara memutar-mutarkannya di atas meja putar. Jika bentuknya jelek atau tidak sesuai harapan, maka tukang periuk akan menghancurkannya lalu membentuknya kembali menjadi lebih indah.

Hidup kita juga seperti tanah liat di tangan Tuhan. Tuhan mau hati kita lembut supaya kita dapat dibentuk sesuai rencana Tuhan. Tuhan mau hati kita yang selalu bersyukur atas semua kebaikan Tuhan setiap hari, hati yang selalu bersukacita karena Tuhan sangat baik kepada kita. Ketika kita memiliki hati yang taat, maka Tuhan sang Penjunan akan membentuk kita seperti tanah liat dan menghasilkan karya yang indah sesuai rencana Tuhan.

Ayat Hafalan

Yeremia 18: 6, Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel,demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Komitmenku hari ini

Tetap semangat, Tuhan Yesus Memberkati

RM – GCT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *