Injil Matius pasal 25-26
Matius 25 – Kesiapan Menantikan Kedatangan Kristus
Yesus menyampaikan tiga perumpamaan penting tentang akhir zaman:
- Sepuluh gadis – menekankan perlunya kesiapan rohani.
- Talenta – menunjukkan tanggung jawab dalam menggunakan karunia yang dipercayakan.
- Penghakiman terakhir – menggambarkan bagaimana Kristus akan memisahkan orang benar dari orang jahat berdasarkan tindakan kasih terhadap sesama.
Kesimpulan: Yesus mengingatkan kita untuk hidup dalam kesiapan dan kesetiaan. Iman harus disertai tindakan nyata, terutama dalam melayani sesama, karena hal itulah yang menentukan bagian kita dalam Kerajaan Allah.
Matius 26 – Permulaan Penderitaan Yesus
Yesus menubuatkan kematian-Nya yang akan segera terjadi. Seorang perempuan mengurapi-Nya sebagai persiapan penguburan. Yudas sepakat menyerahkan Yesus. Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus menetapkan perjamuan kudus sebagai lambang tubuh dan darah-Nya. Setelah doa-Nya di Getsemani, Yesus ditangkap, diadili secara tidak adil, dihina, dan akhirnya Petrus menyangkal Dia tiga kali seperti yang telah dinubuatkan.

Kesimpulan: Yesus mempersiapkan diri menghadapi salib dengan ketaatan dan kasih. Ia menggenapi nubuat sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa. Respon terhadap pengorbanan-Nya menentukan relasi kita dengan Allah.
Matius 25–26 menekankan kesiapan kita menyambut Kristus dan respons kita terhadap pengorbanan-Nya. Yesus bukan hanya memberi ajaran, tetapi menjadi teladan dalam kasih dan ketaatan mutlak kepada Bapa, sampai mati di kayu salib.
“Inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Matius 26:28)