Lukas 9 – Pengakuan Iman dan Panggilan untuk Mengikut Yesus
Yesus mengutus dua belas murid untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan. Ia memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan. Petrus mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus menubuatkan penderitaan-Nya dan mengajarkan bahwa mengikut Dia berarti memikul salib. Yesus dimuliakan di atas gunung (peristiwa Transfigurasi). Ia menyembuhkan anak yang kerasukan, dan kembali menegaskan bahwa siapa yang rendah hati adalah yang terbesar dalam Kerajaan Allah.
Kesimpulan:
Mengikut Yesus bukan hanya soal pengakuan iman, tetapi juga kesiapan untuk berkorban, taat, dan hidup dalam kerendahan hati.

Lukas 10 – Misi Pengutusan dan Kasih yang Praktis
Yesus mengutus 70 murid untuk pergi berdua-dua memberitakan Kerajaan Allah. Mereka kembali dengan sukacita karena kuasa diberikan atas roh jahat. Yesus bersukacita dalam Roh Kudus dan memuji Bapa. Ia menjelaskan perintah utama: mengasihi Allah dan sesama, lalu memberi perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati untuk menunjukkan arti kasih yang sejati. Marta dan Maria menunjukkan dua respons berbeda dalam menyambut Yesus—kesibukan melayani vs. duduk mendengarkan firman.
Kesimpulan:
Pelayanan kepada Tuhan lahir dari kasih yang tulus, dan kasih kepada sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita dipanggil untuk menjadi terang dan pelaku kasih di dunia ini.
Lukas 9–10 memperlihatkan pertumbuhan pelayanan Yesus dan para murid. Yesus menantang setiap pengikut-Nya untuk hidup dalam ketaatan, kasih, dan pengorbanan, bukan hanya dalam pengakuan lisan tetapi dalam tindakan nyata.
Lukas 9:23 Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”(Lukas 9:23)