Elohim Ministry youth I SHALL BE GOD’S WITNESS

I SHALL BE GOD’S WITNESS



Renungan Harian Youth, Kamis 05 Juni 2025

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sudahkah kita menjadikan hidup kita sebagai berkat bagi orang lain? Seberapa sering kita menjalani hidup sebagai saksi Kristus dalam keseharian kita? Sebagai orang percaya, kita diciptakan bukan hanya untuk hidup bagi diri sendiri, tetapi juga memiliki misi ilahi: menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang dan membawa mereka kepada Kristus melalui kesaksian hidup kita. Namun, kita tidak bisa menjalankan panggilan ini dengan kekuatan sendiri. Untuk dapat menjadi saksi Allah yang efektif, kita perlu diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus—kuasa yang dijanjikan dan diberikan oleh Yesus setelah Dia naik ke surga.

Peristiwa kenaikan Yesus bukanlah akhir dari karya-Nya, melainkan permulaan dari karya-Nya melalui kita, umat-Nya di bumi.

Penulis Philip Yancey dalam bukunya “Bukan Yesus yang Saya Kenal” mengajukan pertanyaan menarik: “Apa yang Yesus lakukan setelah naik ke surga?” Kita mungkin menjawab: Yesus naik ke surga untuk menerima kemuliaan-Nya dan duduk di takhta-Nya yang kudus. Itu benar. Tapi menurut Yancey, kenaikan Yesus juga memberi ruang bagi para pengikut-Nya untuk mengambil bagian dalam misi-Nya—menjadi saksi-saksi-Nya di dunia. Dari firman Tuhan yang kita renungkan hari ini, kita belajar bahwa menjadi saksi Kristus adalah: Tugas utama setiap orang percaya dan Kita Memerlukan kuasa Roh Kudus. Menjadi saksi Bertujuan untuk memberitakan kebenaran tentang Yesus Kristus, bukan tentang gereja atau tentang diri sendiri Jadi, menjadi saksi bukanlah panggilan untuk segelintir orang saja—melainkan tanggung jawab bersama bagi semua yang percaya kepada Kristus. Melalui hidup yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan pengharapan dari Injil, kita dipanggil untuk membawa terang Kristus ke dalam dunia yang gelap.

God knows His children even before they are conceived in the womb – and He plans every detail of their lives long before they are born. God works years in advance for the needs that will arise in His church, by preparing His servants in secret, to meet that need when it arises.

Menjalankan tugas sebagai saksi Kristus bukanlah hal yang mudah. Karena itulah, Tuhan Yesus tidak membiarkan kita melakukannya dengan kekuatan sendiri. Ia menjanjikan kuasa—dalam bahasa Yunani disebut dunamis, yang berarti kekuatan yang besar. Kuasa ini berasal dari Roh Kudus, bukan dari kefasihan kita berbicara, bukan pula dari metode atau strategi manusiawi yang kita pelajari. Tugas bersaksi juga memiliki jangkauan yang luas. Ketika para murid Yesus pada awalnya berpikir bahwa Kerajaan Allah hanya untuk bangsa Israel, Yesus dengan tegas meluruskan pemahaman mereka. Ia menyatakan bahwa mereka harus menjadi saksi bukan hanya di Yerusalem dan Yudea, tetapi juga di Samaria dan sampai ke ujung bumi. Urutan ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil dimulai dari lingkungan terdekat, lalu meluas tanpa batas geografis atau budaya.

Hal yang sama berlaku bagi kita hari ini. Amanat itu masih terus berjalan. Tuhan memanggil kita untuk mulai bersaksi dari ‘Yerusalem’ kita masing-masing—keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas kita—lalu meluas kepada dunia di sekitar. Pertanyaannya adalah: Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk bersaksi? Ingatlah bahwa keberhasilan dalam bersaksi tidak terletak pada kemampuan berbicara, tetapi pada kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui hidup kita.

I asked the Lord to come into my heart many times. But I was never sure whether He had come. I used to pray and ask Him – and then I would forget about it. But finally a day came when I knew for certain that Jesus had come into my heart and taken me out of the kingdom of darkness and brought me into His kingdom of light. This is how it happened.

Kebangkitan Yesus dari kematian membangkitkan juga harapan para murid. Mereka berharap Yesus akan memulihkan kejayaan Israel seperti pada masa Raja Daud.

Namun, benarkah itu tujuan utama dari kedatangan dan karya keselamatan Yesus? Yesus tidak mengatakan bahwa pemulihan Israel tidak akan terjadi, tetapi Ia menjelaskan bahwa waktu dan caranya adalah urusan Bapa di surga—bukan sesuatu yang harus menjadi fokus para murid. Yesus mengarahkan perhatian mereka kepada tugas yang lebih penting, yaitu menjadi saksi-Nya dengan kuasa yang akan diberikan oleh Roh Kudus.

Yesus tidak menjanjikan kerajaan secara fisik atau politik, melainkan kerajaan rohani, yaitu ketika Roh Kudus diam dan memerintah dalam hati orang-orang percaya. Ia tidak menjanjikan kemenangan lewat peperangan, melainkan kemenangan secara rohani, yang dinyatakan lewat kesaksian hidup para murid. Kemenangan sejati sebenarnya sudah dimenangkan oleh Yesus lewat salib dan kebangkitan-Nya. Sekarang, Ia mengundang para murid dan semua orang percaya untuk meneruskan kemenangan itu lewat hidup yang bersaksi, dikuatkan oleh Roh Kudus. Melalui kenaikan-Nya ke surga, Yesus membuka jalan bagi kita untuk hidup dalam kuasa Roh Kudus, penuh sukacita dan damai sejahtera, serta menjadi saksi-Nya di mana pun kita berada.

Bagaimana dengan Kita?

Mari kita bertanya pada diri sendiri: Apakah kita juga seperti para murid yang lebih fokus pada pencapaian dan keberhasilan secara materi? Ataukah kita mau dibimbing oleh Roh Kudus untuk bersaksi kepada dunia, supaya semakin banyak orang mengenal dan menjadikan Allah sebagai Raja dalam hidup mereka? Apakah kita hanya ingin merasakan kemenangan yang instan dan mudah? Ataukah kita juga rela membuka hati, ikut berjuang bersama Tuhan untuk memenangkan hati banyak orang bagi Kristus melalui kesaksian hidup kita? Inilah kunci keberhasilan kita  dalam melaksanakan Amanat Agung: kuasa Roh Kudus. Dengan kuasa yang sama, kita juga dimampukan untuk melanjutkan karya Kristus di mana pun kita berada—di rumah, sekolah, kampus, tempat kerja, atau lingkungan sekitar kita. Kita dipanggil untuk menjadi saksi, memberitakan Injil, dan menunjukkan kasih Allah lewat hidup kita. Mari kita mengingat dan mensyukuri semua yang Tuhan sudah berikan. Jangan sia-siakan kesempatan untuk bersaksi.

LW – SCW

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan

Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *