Galatia 5 – Hidup oleh Roh dan Bukan oleh Daging
Paulus menegaskan bahwa Kristus telah memerdekakan kita; jangan lagi kembali kepada perhambaan hukum Taurat. Ia mengajarkan bahwa hukum yang utama adalah kasih. Paulus menjelaskan perbedaan antara perbuatan daging dan buah Roh. Orang percaya dipanggil untuk hidup oleh Roh dan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya.
Kesimpulan:
Kebebasan dalam Kristus bukan berarti hidup semaunya, melainkan hidup dalam kasih dan dipimpin oleh Roh Kudus, menghasilkan buah Roh yang nyata.

Galatia 6 – Tabur Tuai dan Hidup dalam Kasih
Paulus menasihati jemaat untuk saling menanggung beban dan tidak merasa lebih hebat dari yang lain. Ia menekankan prinsip menabur dan menuai: apa yang ditabur oleh seseorang, itu juga yang akan dituainya. Paulus mengajak untuk tidak jemu berbuat baik dan mengingat bahwa yang terpenting bukan sunat atau tidak, melainkan menjadi ciptaan baru.
Kesimpulan:
Hidup Kristen adalah hidup yang menabur dalam Roh dan berbuat baik. Buahnya akan dinyatakan dalam waktu Tuhan. Kita dipanggil untuk terus hidup sebagai ciptaan baru dalam kasih dan kerendahan hati.
Galatia 5–6 mengajak kita hidup dalam kemerdekaan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Buah Roh harus nyata dalam kehidupan kita, dan kita dipanggil untuk menabur kasih serta kebaikan di tengah dunia.
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”(Galatia 5:22–23)