Efesus 5 – Hidup dalam Kasih dan Terang
Paulus menasihati jemaat untuk hidup sebagai anak-anak terang, meninggalkan perbuatan kegelapan, dan mempergunakan waktu dengan bijaksana. Hidup yang penuh Roh dinyatakan dalam ucapan syukur, kerendahan hati, dan hubungan yang sehat, termasuk dalam pernikahan. Ia menekankan bahwa relasi suami istri menggambarkan hubungan Kristus dan jemaat.
Kesimpulan: Hidup sebagai anak terang berarti mencerminkan kasih Kristus dalam segala aspek kehidupan, termasuk relasi dalam rumah tangga dan jemaat.
Efesus 6 – Senjata Rohani dan Hidup dalam Ketaatan
Paulus memberi nasihat kepada anak-anak, orang tua, hamba, dan tuan tentang hidup dalam ketaatan dan kasih. Ia menutup suratnya dengan peringatan untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar mampu bertahan dalam peperangan rohani melawan kuasa kegelapan.
Kesimpulan: Dalam menghadapi kehidupan dan peperangan rohani, orang percaya harus mengenakan perlengkapan senjata Allah dan hidup dalam ketaatan, kasih, serta keteguhan dalam iman.

Efesus 5–6 menegaskan panggilan hidup kudus, penuh Roh, dan siap untuk berperang secara rohani dengan perlengkapan dari Allah. Hubungan antaranggota tubuh Kristus juga harus mencerminkan kasih dan hormat yang berasal dari Kristus.
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:10–11)