📖 1 Samuel Pasal 15, Saul kembali tidak taat dengan tidak memusnahkan seluruh Amalek seperti perintah Tuhan, menyebabkan Tuhan menolak dia sebagai raja.
📖 1 Samuel Pasal 16, Tuhan memerintahkan Samuel mengurapi Daud, anak Isai, sebagai raja masa depan Israel, menggantikan Saul.

Rangkuman Kebenaran:
Ketaatan sebagian sama saja dengan ketidaktaatan penuh di hadapan Tuhan. Saul lebih mementingkan penampilan luar dan opini manusia daripada kebenaran Allah. Tuhan menilai hati yang sungguh taat lebih daripada korban atau ritual. Kristus memanggil kita untuk menundukkan kehendak pribadi sepenuhnya kepada Allah. “Ketaatan lebih baik dari pada korban sembelihan.” (1 Samuel 15:22)
Tuhan melihat hati, bukan penampilan luar atau status manusia. Daud dipilih karena hatinya yang tulus dan setia kepada Allah. Ketika Roh Tuhan datang atas Daud, kehidupan baru dimulai baginya. Kristus juga memilih kita bukan karena layak, melainkan karena kasih karunia dan rencana-Nya. “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)