Elohim Ministry umum Di Tangan Sang Penjunan

Di Tangan Sang Penjunan



Renungan Harian, Sabtu 28 Maret 2026

Nats: Yesaya 64:8, “Tetapi sekarang , ya Tuhan Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu“

 Syalom bapak ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Tanah liat (lempung) adalah material alam berpartikel sangat halus yang mengandung silika dan aluminium. Tanah liat bersifat plastis (mudah dibentuk) saat basah dan menjadi keras, padat, serta tidak mudah tembus air saat kering, menjadikannya bahan utama gerabah, keramik, batu bata, hingga bahan kosmetik. Dalam nats ini kita diumpamakan tanah liat. Mari kita simak mkananya

Pengakuan Kedaulatan :

Langkah pertama untuk dipulihkan adalah mengakui siapa kita di hadapanNya. Tanah liat adalah bahan yang murah, rendah hati, dan tidak berdaya jika hanya dibiarkan begitu saja. Maknanya : Kita mengakui bahwa kita terbatas dan rapuh. Tanpa sentuhan Tuhan, kita hanyalah debu tanah yang tidak berbentuk. Sikap Hati, tanah liat berarti memiliki hati yang lembut untuk dibentuk. Tanah liat yang keras tidak bisa dibentuk ; ia harus dibasahi denga air ( firman tuhan dan Roh kudus ) agar menjadi lunak kembali.

Yesaya tidak hanya menyebut Tuhan sebagai pencipta “ yang jauh, tetapi sebagai Bapa. Maknanya :  Seorang panjunan (tukang periuk )mungkin hanya bekerja demi upah, tetapi seorang Bapa membentuk anaknya karena kasih. Keyakinan : Jika proses hidup terasa menekan atau menyakitkan ingatlah bahwa tangan yang sedang membentuknya adalah tangan seorang Bapa, bukan tangan seorang hakim yang ingin menghancurkan.

Proses pembuatan keramik melibatkan beberapa tahap yang tidak nyaman bagi si tanah liat. Pembersihan ; Membuang kerikil dan kotoran ( dosa dan kebiasaan buruk ). Penghancuran : Terkadang tanah liat harus dihancurkan kembali menjadi adonan jika bentuknya melenceng. Pemutaran (Roda Kehidupan ) : Hidup seringkali terasa berputar-putar itu, tangan sang Penjunan tetap memegang kendali untuk memberikan bentuk. Pembakaran : masuk ke dalam tanur api agar menjadi kuat dan permanen. Ujian hidup berfungsi untuk mematangkan iman kita.

Ada  sebuah cangkir teh yang sangat cantik di sebuah toko barang antik, cangkir itu bercerita tentang prosesnya : Ditekan : Awalnya aku hanya gumpalan tanah yang dipukul-pukul dan ditekan. Itu sakit sekali. Diputar : lalu di letakkan di atas roda yang berjalan kencang hingga aku pusing. Dibakar : Setelah itu aku dimasukkan ke dalam oven yang sangat panas. Aku berteriak ingin keluar, tapi penjunan hanya tersenyum dan berkata “ Belum waktunya “. Dicat : Aku dikeluarkan, tapi lalu aku dicat dengan cairan yang baunya menyengat. Aku merasa sesak. Dibakar lagi : Aku dimasukkan ke oven yang jauh lebih panas dari sebelumnya ! aku pikir aku akan hancur “.

Hasil Akhirnya : Setelah semua proses itu selesai, penjunan memberikan cangkir itu sebuah cermin. Cangkir itu terkejut melihat dirinya sekarang- ia bukan lagi tanah merah yang kotor, melainkan porselen indah yang bersinar, siap digunakan di meja raja.

Refleksi Renungan
Melalui firman Tuhan ini kita diingatkan bahwa kehidupan kita seperti tanah liat di tangan Sang Penjunan. Kita mungkin sering merasa lemah, tidak sempurna, bahkan mengalami berbagai proses yang terasa menekan dalam hidup. Namun sesungguhnya Tuhan sedang membentuk kita melalui setiap pengalaman tersebut. Ketika kita bersedia memiliki hati yang lembut dan mau dibentuk oleh firman Tuhan serta pimpinan Roh Kudus, maka hidup kita perlahan akan dibentuk menjadi indah sesuai dengan rencana-Nya. Karena itu, marilah kita belajar mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, percaya bahwa setiap proses yang kita jalani sedang mempersiapkan kita untuk tujuan yang lebih besar.

Hikmat hari ini:

Tuhan punya rencana (desain) : Dia tidak asal membentuk, Dia punya gambaran akhir yang mulia bagi hidupmu. Tuhan tidak pernah melepaskan : tangannya terus melekat pada tanah liat itu sampai prosesnya selesai. Percayalah pada proses : Jangan  menjadi keras kepala. Serahkanlah hidupmu sepenuhnya kedalam tanganNya.

Tuhan memberkati.

EW

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Di Tangan Sang Penjunan”

  1. Ketika kita bersedia memiliki hati yang lembut dan mau dibentuk oleh firman Tuhan serta pimpinan Roh Kudus, maka hidup kita perlahan akan dibentuk menjadi indah sesuai dengan rencana-Nya. Karena itu, marilah kita belajar mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, percaya bahwa setiap proses yang kita jalani sedang mempersiapkan kita untuk tujuan yang lebih besar. Amin. Luar biasa Tuhan. Terima kasih untuk penyertaan dan kasih Mu dalam membentuk kami sesuai dengan rencana Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *