📖 Ayub Pasal 1, Ujian atas iman Ayub menunjukkan bahwa kesalehan sejati tidak bergantung pada berkat, tetapi pada hubungan yang tulus dengan Tuhan.
📖 Ayub Pasal 2, Penderitaan Ayub semakin berat, tetapi ia tetap setia, menunjukkan keteguhan iman di tengah sakit dan tekanan dari orang terdekat.

Rangkuman Kebenaran :
Iman yang sejati tetap teguh meskipun berkat diambil. Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, termasuk penderitaan yang kita alami. Kita diajak tetap memuji Tuhan dalam segala keadaan, baik maupun sulit. “katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ayub 1:2
Kesetiaan kepada Tuhan diuji bukan hanya melalui keadaan luar, tetapi juga tekanan dari sekitar. Iman yang dewasa tetap percaya meskipun tidak memahami keadaan. Kita dipanggil untuk tetap setia dan tidak meninggalkan Tuhan dalam penderitaan. “Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” Ayub 2:10
Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, termasuk penderitaan yang kita alami. Kita diajak tetap memuji Tuhan dalam segala keadaan, baik maupun sulit. Iman yang dewasa tetap percaya meskipun tidak memahami keadaan. Kita dipanggil untuk tetap setia dan tidak meninggalkan Tuhan dalam penderitaan. Amin terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pagi ini. Engkau pasti berikan kami hikmat dan kemampuan untuk tetap setia kepada Mu, apapun kondisi kami.