Renungan Harian Anak, Jumat 15 Mei 2026
Syalom adik-adik Elohim Kids! Hari ini kita akan belajar tentang membawa persembahan kepada Tuhan. Persembahan bukan hanya soal uang, tetapi tentang hati yang mengasihi Tuhan dan bersyukur atas semua berkat-Nya. Adik-adik, tahukah kamu bahwa memberi persembahan kepada Tuhan adalah salah satu cara kita mengucap syukur?
Kakak punya sebuah cerita … Suatu hari, Anto diberi uang oleh mamanya untuk dimasukkan ke kantong persembahan saat sekolah minggu. Tetapi setelah ibadah selesai, Anto tidak memasukkan uang itu ke dalam kantong persembahan. Ia malah memakai uang itu untuk membeli es krim bersama temannya. Dalam hati Anto berkata, “Ah, gereja pasti sudah banyak yang kasih persembahan.”

Ketika sampai di rumah, mama mengetahui hal itu. Mama pun menegur Anto dengan lembut dan berkata, “Nak, persembahan itu bukan tentang banyak atau sedikitnya uang. Persembahan adalah tanda ucapan syukur kita kepada Tuhan. Tuhan senang kalau kita memberi dengan hati yang tulus dan sukacita.” Anto pun sadar bahwa ia sudah melakukan hal yang salah. Ia belajar bahwa memberi persembahan adalah bentuk kasih dan rasa terima kasih kepada Tuhan atas semua kebaikan-Nya.
Dalam bacaan hari ini 2 Tawarikh 34:8-13, Raja Yosia ingin memperbaiki Rumah Tuhan yang sudah rusak. Untuk itu, rakyat Yehuda bersama-sama membawa persembahan kepada Tuhan dengan rela hati. Persembahan yang terkumpul dipakai untuk memperbaiki Rumah Tuhan dan membantu para pekerja yang melayani di sana. Semua orang memberi dengan setia dan sukacita karena mereka mengasihi Tuhan.

Adik-adik, gereja tempat kita beribadah juga perlu dirawat supaya tetap bersih, nyaman, dan baik digunakan untuk beribadah. Karena itu, persembahan yang kita bawa dipakai untuk pekerjaan Tuhan dan membantu pelayanan di gereja. Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan kita. Tuhan melihat hati kita. Apakah kita memberi dengan tulus, bersyukur, dan penuh sukacita?
Memberi persembahan juga mengajarkan kita untuk: belajar bersyukur, tidak pelit, dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita. Saat kita memberi dengan kasih, Tuhan senang melihat hati anak-anak-Nya yang setia.
Dari renungan hari ini Adik-adik bisa mulai belajar menyisihkan sebagian uang jajan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Saat memberi persembahan, lakukan dengan hati yang bersukacita dan bukan karena terpaksa. Selain itu, kamu juga bisa memberi kepada Tuhan lewat bantuan kecil kepada orang lain, seperti berbagi makanan atau menolong teman yang membutuhkan.
Kesimpulan Renungan
Persembahan adalah tanda kasih dan ucapan syukur kita kepada Tuhan. Tuhan senang ketika kita memberi dengan hati yang tulus dan penuh sukacita. Karena itu, mari belajar setia membawa persembahan untuk Tuhan.
Ayat Hafalan
2 Korintus 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Komitmenku Hari Ini
Hari ini aku mau belajar memberi persembahan dengan hati yang tulus dan penuh sukacita.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk semua berkat-Mu dalam hidupku. Ajarku untuk selalu bersyukur dan setia memberi persembahan dengan hati yang tulus dan sukacita. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin.
Hikmat Hari Ini
✨ Persembahan yang Tuhan sukai adalah pemberian dari hati yang bersyukur dan penuh kasih.
YNP – GCT
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Amen