Elohim Ministry umum IMAN DAN KETAATAN

IMAN DAN KETAATAN



Renungan Harian Rabu, 04 November 2026

Ayat Pokok : Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” 

Shalom . . . Salam Sejahtera Dalam Kasih TUHAN Yesus Kristus. Kehidupan Kekristenan adalah sebuah perjalanan iman yang kita jalani bersama dengan Tuhan. Melalui perjalanan itu iman kita di bentuk, dan hidup kita diajar untuk mengandalkan TUHAN dan percaya kepada-NYA, tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri. Selain melalui pengalaman bersama TUHAN perjalanan hidup, Iman kita dari hari ke sehari juga di bentuk dan dibangun melalui perenungan akan firman Tuhan. Firman Tuhan menuliskan; “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  [Roma 10:17] dan tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Tuhan  [Ibrani 11:6]

Dalam Ibrani 11 ini Alkitab memberikan teladan hidup melalui tokoh-tokoh iman.  Mereka adalah orang-orang yang menjalani hidup dengan iman.  Imanlah yang membuat mereka mampu bertahan disegala situasi dan karena iman, mereka mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. 

Kata “Iman” [inggris:  faith] diterjemahkan dari kata dalam bahasa Yunani “PISTIS”. Bentuk kata kerja dari pistis adalah pisteuo, yang berarti percaya yang berlandaskan kebenaran firman Tuhan. Jadi yang menjadi dasar percaya kita haruslah firman Allah yang adalah kebenaran yang sesungguhnya. Melalui Ibrani 11 ini kita juga diajar bahwa Firman TUHAN selalu relevan bagi segala masa. Zaman boleh berlalu, masa boleh berganti namun Firman Tuhan kekal untuk selama-lamanya, DIA selalu relevan untuk segala masa.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, berbicara tentang iman, maka paling tidak ada dua hal penting yang dapat kita pelajari;

1.  Iman berarti percaya meski belum melihat. 

Ada pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan, meski pertolongan belum datang?  Atau apakah kita bersikap seperti Tomas, yang mau percaya bila ada bukti?   Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 20:29b ; “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Kitab Kejadian menuliskan kisah iman dari Nuh yang diperintahkan Tuhan untuk membuat bahtera, karena Tuhan hendak menghukum manusia dengan air bah.  Nuh taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan meski ia belum melihat air bah itu.  Tidak hanya itu, Nuh bahkan harus mengalami pergumulan yang berat karena orang-orang sezamannya mengejek, mencemooh dan menganggap tindakannya itu suatu kebodohan.  Akhirnya ketika air bah itu benar-benar datang dan menenggelamkan bumi, hanya Nuh dan keluarganya saja yang selamat.

2.  Iman adalah taat melakukan kehendak Tuhan, apa pun resikonya. 

Banyak orang Kristen hanya menuntut agar Tuhan segera menjawab doanya, menyembuhkan sakitnya dan memulihkan ekonominya, dan lain sebagainya, tapi mereka tidak mau taat dan melakukan apa yang menjadi kehendak-NYA.  Karena iman Abraham taat, ketika diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negeri dan sanak saudaranya ke negeri yang akan diterimaya menjadi milik pusakanya. Dia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui [Ibrani 11:8]. Abraham tidak bertanya, dia tidak menunda. Dia memilih percaya dan melangkah dalam iman mengerjakan apa yang diperintahkan ALLAH kepadanya. Pastinya ada resiko yang dihadapi oleh Abraham karena dia tidak tahu tempat yang dia tujui. Namun oleh karena percayanya kepada ALLAH, dia memilih untuk taat. Karena imannya ini Abraham diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Jadi bapak, ibu dan saudara terkasih. Iman tanpa ketaatan tak ada faedahnya, sebab iman tanpa perbuatan adalah mati! Marilah kita mau taat sepenuhnya kepada perintah dan kehendak ALLAH sebagai tanda bahwa kita percaya bahwa kehendak dan perintah-NYA adalah yang terbaik bagi setiap kita. Kiranya Roh Kudus menolong kita semua.

Iman dan ketaatan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang percaya. Iman membuat kita tetap percaya kepada Tuhan sekalipun belum melihat penggenapan janji-Nya, sedangkan ketaatan menyatakan bahwa kepercayaan itu sungguh nyata dalam tindakan. Seperti Nuh dan Abraham yang tetap taat meskipun menghadapi ketidakpastian dan risiko, kita pun dipanggil untuk mempercayai firman Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dalam segala keadaan. Karena itu, jangan hanya berharap menerima pertolongan Tuhan, tetapi belajarlah juga untuk hidup taat kepada-Nya. Iman yang sejati bukan hanya diucapkan melalui perkataan, tetapi dinyatakan melalui kehidupan yang percaya dan taat kepada Tuhan.

Refleksi Renungan

Kita belajar bahwa iman bukan sekadar percaya ketika segala sesuatu berjalan sesuai harapan, melainkan tetap mengandalkan Tuhan sekalipun kita belum melihat jawaban atau mengetahui apa yang akan terjadi. Seperti Nuh yang taat membangun bahtera dan Abraham yang berani melangkah meninggalkan negerinya, kita pun dipanggil untuk percaya kepada firman Tuhan dan menaati kehendak-Nya, meskipun ada ketidakpastian dan risiko yang harus dihadapi. Kita tidak seharusnya hanya menuntut jawaban doa dan pertolongan Tuhan, tetapi juga bersedia melakukan apa yang Dia perintahkan. Sebab, ketaatan merupakan wujud nyata dari iman kita kepada Tuhan.

Hikmat Hari Ini

Iman sejati bukan hanya percaya kepada Tuhan ketika kita melihat pertolongan-Nya, tetapi juga tetap taat melakukan kehendak-Nya ketika jalan di depan belum terlihat jelas.

Doa Merespons Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami bahwa iman harus nyata melalui ketaatan. Ampunilah kami apabila selama ini kami lebih banyak menuntut jawaban dan pertolongan-Mu, tetapi kurang bersedia melakukan kehendak-Mu. Tolonglah kami agar memiliki iman yang teguh, tetap percaya sekalipun belum melihat, dan berani melangkah menaati firman-Mu meskipun kami belum mengetahui apa yang akan terjadi. Roh Kudus, tuntun dan kuatkanlah kami supaya hidup kami senantiasa berkenan kepada-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.

Tuhan Yesus selalu menyertai dan memberkati kita semua.

Amin.

DS

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “IMAN DAN KETAATAN”

  1. Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami bahwa iman harus nyata melalui ketaatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *