Elohim Ministry anak “Jangan jadi orang yang Loba”

“Jangan jadi orang yang Loba”



Renungan harian Anak, 07 November 2026

Syalom, Sahabat Kristus! Pernahkah kalian berebut mainan dengan teman atau saudara karena sama-sama ingin memilikinya? Hati-hati, ya! Keinginan untuk memiliki semua hal bisa membuat kita menjadi anak yang serakah dan suka bertengkar.

Setiap orang tentu memiliki keinginan. Kita mungkin ingin mempunyai mainan baru, makanan yang enak, atau barang seperti milik teman. Tidak salah jika kita menginginkan sesuatu. Namun, kita harus belajar merasa cukup dan tidak mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Orang yang loba atau serakah selalu ingin mendapatkan lebih banyak. Meskipun sudah memiliki sesuatu, ia masih merasa kurang dan ingin mengambil bagian orang lain. Sikap seperti ini dapat membuat orang bertengkar dan saling menyakiti.

Suatu hari, Riko dan Doni sedang bermain bersama. Tiba-tiba mereka berebut sebuah mobil-mobilan yang tergeletak di lantai. Keduanya berteriak, “Itu punyaku! Aku yang mau memainkannya!” Mereka terus bertengkar sampai kak Rani datang melerai mereka. Kak Rani kemudian mengingatkan bahwa mereka tidak boleh berebut barang yang bukan milik mereka. Mereka harus belajar bergantian dan saling menghargai. Riko dan Doni akhirnya menyadari bahwa bertengkar tidak membuat mereka senang. Mereka pun belajar untuk berbagi dan tidak memaksakan keinginan sendiri.

Jangan Menjadi Anak yang Loba

Amsal 28:25 mengajarkan bahwa orang yang loba atau serakah dapat menimbulkan pertengkaran. Sebaliknya, orang yang percaya kepada Tuhan akan menerima kelimpahan. Apa artinya? Orang yang loba selalu ingin mendapatkan lebih banyak untuk dirinya sendiri. Ia sulit merasa cukup, tidak mau berbagi, dan bahkan ingin mengambil sesuatu yang menjadi milik orang lain. Akibatnya, hubungan dengan orang lain menjadi tidak baik dan pertengkaran mudah terjadi.

Tuhan ingin kita memiliki hati yang penuh syukur. Kita perlu belajar menghargai apa yang sudah kita miliki dan tidak iri ketika teman mempunyai barang yang lebih bagus atau lebih banyak. Kita juga harus ingat bahwa barang milik orang lain bukanlah milik kita. Karena itu, jangan mengambilnya tanpa izin. Percaya kepada Tuhan berarti yakin bahwa Dia mengetahui kebutuhan kita dan mengajarkan kita untuk hidup dengan hati yang bersyukur. Kelimpahan bukan hanya tentang mempunyai banyak barang atau uang, tetapi juga dapat berupa kasih, sukacita, persahabatan, dan hati yang merasa cukup.

Hari ini, mari kita belajar merasa cukup dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Jangan berebut atau mengambil barang milik teman tanpa izin. Jika ingin memakai sesuatu, mintalah dengan sopan dan bersedia menunggu giliran. Belajarlah berbagi, mengalah, dan ikut senang ketika teman mendapatkan sesuatu yang baik. Ingatlah untuk selalu berterima kasih kepada Tuhan atas setiap berkat yang kita terima.

Kesimpulan Renungan

Sahabat Kristus, sikap loba membuat kita selalu merasa kurang dan dapat menimbulkan pertengkaran. Tuhan ingin kita menjadi anak yang bersyukur, tidak serakah, dan menghargai milik orang lain. Percayalah kepada Tuhan dan belajarlah merasa cukup dengan berkat yang diberikan-Nya. Dengan hati yang bersyukur, kita dapat hidup rukun dan saling mengasihi.

Ayat Hafalan

Amsal 28:25, “Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.”

Komitmenku Hari Ini

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih atas semua berkat yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku jika pernah serakah, iri hati, atau berebut dengan teman. Ajarlah aku untuk merasa cukup, bersyukur, dan mau berbagi. Tolong aku agar tidak mengambil barang milik orang lain dan selalu hidup rukun dengan sesama. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Hikmat Hari Ini

“Hati yang bersyukur tidak serakah, mau berbagi, dan percaya bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhanku.”

YNP – IFM

🌉💖 UNDANGAN IBADAH ANAK ELOHIM 💖🌉

Hai, teman-teman! 👋😇

Pernah merasa sakit hati karena perkataan atau perbuatan teman? Pernah sulit memaafkan seseorang? Yuk, datang dan belajar bersama tentang kisah Yusuf yang memilih mengampuni saudara-saudaranya. Kita akan belajar bahwa mengampuni bukan tanda kelemahan, tetapi bukti kasih dan keberanian! ❤️

✨ Tema: DARI LUKA MENJADI KASIH
Belajar Mengampuni dan Membangun Kembali Hubungan

📖 Firman Tuhan: Kejadian 45:1-28

🗓️ Minggu, 01 November 2026 | ⏰ Pukul 08.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu – Jl. Diponegoro No. 125, Batu

🎨 Ada firman Tuhan, kebersamaan, dan aktivitas seru membuat Jembatan Perdamaian! 🌉

Ajak teman-temanmu juga, ya! Jangan datang sendiri. Kita belajar bertumbuh dalam kasih Tuhan bersama-sama! 🥰

Sampai jumpa di Ibadah Anak Elohim!
Tuhan Yesus memberkati! 🙏💖

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *