📖 2 Tawarikh Pasal 20, Yosafat memimpin bangsa Yehuda berseru kepada Tuhan saat menghadapi ancaman besar, dan Tuhan memberi kemenangan tanpa peperangan.
📖 2 Tawarikh Pasal 21, Yoram, raja Yehuda, memerintah dengan kejahatan, tetapi Tuhan tetap setia pada perjanjian-Nya dengan Daud.

Rangkuman Kebenaran :
Dalam keadaan yang tampaknya mustahil, Yosafat memilih mencari Tuhan melalui doa dan puasa. Ia mengakui keterbatasannya dan memusatkan pandangan kepada Tuhan. Ketika umat percaya bersandar kepada Tuhan, Dia sanggup bekerja dengan cara yang melampaui kekuatan manusia.
“Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” 2 Tawarikh 20:12
Kepemimpinan yang jahat membawa penderitaan bagi bangsa dan dirinya sendiri. Yoram memilih jalan yang menjauh dari Tuhan dan menuai akibatnya. Namun di tengah ketidaksetiaan manusia, Tuhan tetap setia memegang janji-Nya kepada keturunan Daud. “Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” 2 Tawarikh 21:7
Ketika umat percaya bersandar kepada Tuhan, Dia sanggup bekerja dengan cara yang melampaui kekuatan manusia. Namun di tengah ketidaksetiaan manusia, Tuhan tetap setia memegang janji-Nya. Amin terima kasih Tuhan, untuk berkat Mu pada pagi hari ini.
Tuhan sanggup bekerja dengan cara yang melampaui kekuatan manusia,Tuhan akan terus bekerja dan memberkati manusia lebih dari pada yang dipikirkan dan didoakan. Terimakasih Tuhan untuk karya keselamatan di kayu salib yang telah memerdekakan kami dari belenggu dosa. Amin