1 Timotius 1 – Nasihat Paulus kepada Timotius
Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap setia pada ajaran yang benar dan menegur orang-orang yang mengajarkan ajaran sesat. Hukum diberikan bukan untuk orang benar, tetapi untuk menginsafkan orang berdosa. Paulus bersaksi bahwa ia dahulu seorang penghujat dan penganiaya, tetapi menerima kasih karunia Tuhan supaya menjadi teladan bagi semua yang percaya kepada Kristus untuk hidup kekal.
Kesimpulan:
Anugerah Tuhan sanggup mengubah hidup orang paling berdosa sekalipun. Oleh sebab itu, setiap pelayan Tuhan harus setia pada ajaran yang benar dan hidup sebagai teladan.
1 Timotius 2 – Ibadah dan Peran dalam Jemaat
Paulus menasihatkan agar semua orang berdoa bagi pemerintah dan semua pemimpin supaya jemaat dapat hidup tenteram. Allah menghendaki semua orang diselamatkan, dan hanya ada satu pengantara, yaitu Yesus Kristus. Paulus juga menasihatkan tentang sikap wanita dalam beribadah dan pentingnya kesalehan serta ketertiban dalam jemaat.
Kesimpulan:
Ibadah sejati melibatkan doa syafaat, pengakuan akan Kristus sebagai satu-satunya pengantara, dan hidup dalam kesalehan yang mencerminkan Injil.

1 Timotius 1–2, Pelayanan dan ibadah Kristen harus berpusat pada kebenaran Injil dan kasih karunia Kristus. Pemimpin rohani dipanggil untuk menjaga kemurnian ajaran, hidup sebagai teladan, mendorong doa syafaat bagi semua orang, dan menuntun jemaat pada kesalehan yang memuliakan Allah.
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”(1 Timotius 2:5)