2 Korintus 6 – Hidup Kudus dan Terpisah untuk Allah
Paulus mendorong jemaat untuk tidak menerima kasih karunia Allah dengan sia-sia. Ia menasihati mereka untuk hidup tidak bercela dalam pelayanan, meskipun menghadapi penderitaan. Paulus menekankan pentingnya tidak berpasangan dengan orang yang tidak seiman dan mengingatkan bahwa orang percaya adalah bait Allah yang hidup, sehingga harus menjauh dari kecemaran.
Kesimpulan:
Sebagai umat Allah, kita dipanggil untuk hidup kudus, tidak kompromi dengan dosa, dan menjaga hidup sebagai bait Allah yang memuliakan-Nya.
2 Korintus 7 – Pertobatan Sejati Membawa Hidup
Paulus menegaskan bahwa janji-janji Allah mendorong kita untuk menyucikan diri. Ia mengungkapkan sukacitanya karena jemaat Korintus menanggapi surat tegurannya dengan kesedihan ilahi yang membawa pertobatan sejati. Kesedihan yang dari Allah menghasilkan keselamatan, bukan kematian.
Kesimpulan:
Teguran Allah melalui hamba-Nya membawa kepada kesedihan yang sehat, yaitu pertobatan sejati yang menghasilkan kehidupan. Pertobatan adalah jalan menuju pembaruan dan sukacita rohani.

2 Korintus 6–7 mengingatkan kita untuk hidup sebagai bait Allah yang kudus, menjauh dari kecemaran, dan merespons teguran Tuhan dengan pertobatan sejati yang membawa hidup.
“Sebab duka cita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesali, tetapi duka cita dari dunia menghasilkan kematian.” (2 Korintus 7:10)