Renungan Harian Anak, Selasa 18 Oktober 2022
Halooo adik-adik Elohim kids…
Wah… apa kabar semua? Kalian dalam keadaan baik dan sehat selalu kan??? Kakak senang banget bisa menyapa kalian semua hari ini. Oia, sudah siap mendengarkan renungan firman Tuhan belum hari ini? Ayo, kakak mengajak kaliain semua untuk fokus mendengarkan renungan firman Tuhan hari ini yaa..
Adik-adik kakak mau nanyak dong. Kalian pernah gak menunggu? Misalnya menunggu teman, menunggu kakak, mama, atau siapapun. Pasti menunggu itu hal yang membosankan bukan? Pasti semuanya setuju kalau kakak mengatakan menunggu adalah hal yang membosan. Kebanyakan orang nggak suka yang namanya menunggu. Bayangin saja misalnya kita janjian sama teman untuk berangkat sekolah bareng dengan menggunakan angkutan umum, tetapi teman yang kita tunggu tunggu tidak kunjung datang. Pasti lama kelamaan kita akan mulai bosan, jenuh, kesel dan bahkan marah-marah didalam hati. Tetapi sebenarnya sejak masih kecil kita harus belajar untuk menunggu, misalnya saat kita menginginkan mainan kesayangan yang dijual ditoko mainan, kita belajar bahwa kita nggak bisa mendapatkannya saat itu juga, kita harus menunggu sampai orangtua kita mau membelikannya untuk kita. Itupun bukan berarti semua keinginan kitapasti akan mereka berikan. Orangtua kita pasti tidak akan memberikan suatu benda yang sekiranya berbahaya bagi kita, meskipun mungkin kita merengek-rengek dan menangis kepada mereka. Misalnya, orangtua tentu tidak akan membiarkan anaknya bermain dengan api saat kita masih kecil, itu bisa berbahaya bagi kita, karena kita masih kecil dan tidak mengerti kalau api itu bisa berbahaya untuk diri kita.
Demikian pula dengan Bapa kita yang ada di surga. Tuhan mungkin menjawab “TIDAK” terhadap doa kita, sebab itu bukan yang terbaik buat kita. Didalam Alkitab ada satu tokoh yang bernama Abraham yang setia menunggu janji Tuhan selama 25 tahun.
Kejadian 17: 1-2 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah dihadapanku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.
Adik-adik kira 25 tahun itu waktu cepat atau waktu yang lama ya? Ya, tentu waktu 25 tahun adalah waktu yang sangat lama. Namun Abraham dengan setia menunggu janji Tuhan didalam hidupnya. Kenapa sih Abraham kok bisa setia menunggu janji Tuhan selama itu?
Kejadian 15:6 Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Adik-adik, inilah yang membuat Abraham bisa dengan setia menunggu janji Tuhan selama 25 tahun, Abraham betul-betul percaya kepada Tuhan dengan segenap hatinya, sehingga dia pun disebut sebagai Bapa orang percaya.
Adik-adik ada kalanya memang kita tidak tahu harus berapa lama menunggu janji Tuhan. Tapi saat kita tetap memiliki iman seperti Abraham yang menunggu janji Tuhan, justru saat itulah Tuhan akan bekerja memproses iman kita menjadi iman yang murni dan tahan uji seperti imannya Abraham. Yuk, kita sama-sama mau belajar percaya dan beriman kepada Tuhan. Kakak yakin pasti suatu saat janji Tuhan akan digenapi didalam kehidupan kita semua.
Ayat hafalan:
2 Petrus 3:9a Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu,
Komitmenku:
Tuhan Yesus aku bersyukur untuk firmanMu hari ini, kiranya biarlahh Roh KudusMu yang menuntun aku menjadi orang yang selalu setia dan percaya kepada janji-janjiMu. Amin
Tuhan YESUS MEMBERKATI
YG – KCP