Renungan Harian Anak, Selasa 25 Oktober 2022
Bacaan renungan: Hakim-Hakim 6:12
Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita. Tak lupa juga, Tuhan selalu ada untuk kita baik kemarin, hari ini, besok bahkan sampai selama-lamanya. Yuk hai ini sama-sama kita mau belajar firman Tuhan lewat renungan hari ini.
“Herlin, Ibu akan mendaftarkanmu untuk mengikuti lomba matematika yang akan diadakan dua bulan ke depan. Ibu berharap kamu bisa mempersiapkan diri dan belajar dengan tekun mulai dari sekarang!” Kata Ibu guru. “Tapi Bu, kemampuan matematika saya tidak terlalu baik. Saya takut kalau nantinya saya kalah. Bagaimana kalau Rina saja yang ikut lomva,bukannya dia yang palin pintar di kelas kami?” Kata Herlin dengan gemetarr karena takut. “Herlin, kalau Ibu memilih kamu, berarti ibu percaya pada kemampuan yang kamu punya, dan tentunya kamu harus percaya bahwa kamu bisa! Kita tidak boleh takut kalau dipercayakan hal-hal yang besa, apalagi menunjuk orang lain untuk menggantikan kita. Kita ahrus mencoba apapun yang telah dipercayakan kepada kita tanpa ada rasa takut, dan berusaha sebaik mungkin agar kita dapat memberikan yang terbaik. Jangan pernah takut untuk kalah dan gagal. Kalau kita selalu takut untuk gaagal, kita tidak akan pernah mencapai apapun!” Kata Ibu guru menyemangati Herlin. “Baiklah, aku akan mencobanya, Bu. Maaf kalau saya takut dan ragu untuk menjalankan kepercayaan yang Ibu beri.” Kata Herlin.
Adik-adik, dalam pembacaan kali ini, kita mau mempelajari salah satu sifat dari tokoh yang ada dalam pembacaan kita kali ini. Dia adalah Gideon. Nah, siapa disini yang tahu kisah Gideon? Gideon adalah salah satu hakim yang pernah memimpin Israel. Hakim sendiri adalah jabatan pemimpin sebelum adanya raja di Israel. Gideon juga pernah lho merasakan yang namanya ketakutan. Gideon melihat dirinya sebagai seseorang yang masih sangat muda dan juga karena dia berasal dari kaum yang terkecil yaitu suku Manasye. Suku Manasye adalah sallah satu suku terkecil di antara suku-suku Israel yang lainnya.
Meskipun Gideon takut dan merasa dirinya tidak mampu melakukan apapun, tetapi Tuhan memandang Gideon berbeda. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Gideon dan menyebutnya sebagai pahlawan yang gagah berani. Ketika Gideon mulai menyadari bagaimana Tuhan melihatnya dan percaya bahwa Tuhan ada bersamanya, Gideon dapat memenuhi panggilan Tuhan. Apapun yang telah dipercayakan Tuhan untuk kita lakukan, kita tidak perlu takut.

Kita harus memandang diri kita sebagaimana Tuhan memandang kita. Kita semua adalah pahlawan yang gagah berani bagi Tuhan, dan Tuhan akan selalu menyertai kita semua.
Walaupun adik-adik masih kecil atau anak-anak, Tuhan bisa memakai adik-adik untuk melakukan hal yang hebat. Disekolah kalian, di rumah dan keluarga kalian. Tuhan bisa memakai kita semuanya untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Ayat hafalan
HAKIM-HAKIM 6:12 “Malaikat tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Komitmenku Hari ini
Didalam Tuhan aku luar biasa, karena Tuhan selalu menyertaiku dan memampukan aku untuk melakukan hal yang hebat.
MEK – KCP