Renungan Harian Sabtu, 29 April 2023
Ada 3 hal didalam Alkitab, yang bisa dikatakan hal sederhana, tapi penting karena inilah pondasi kehidupan kekristenan kita. Apakah itu? Mari kita kita baca didalam
I Tesalonika 5:16-18, “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
3 hal yang ditulis disini kelihatannya sederhana dan harus kita lakukan setiap hari, ketiga hal ini sangatlah penting, dan namun jujur terkadang sulit untuk kita lakukan dengan Setia. Ketiga hal ini adalah pondasi kehidupan Kristen sehari-hari, Apakah hal penting itu?
Pertama, bersukacitalah senantiasa.
Kita dianjurkan untuk selalu bersukacita. Apakah itu dapat menjadi kenyataan? Yaa… apabila Kristus tinggal dalam hati kita dan menguasai hidup kita, maka Kristus akan memberikan kita sukacita. Dalam kitab Nehemia 8:11b disitu dikatakan, bahwa kita jangan bersusah hati, karena sukacita yang dari Tuhan itulah perlindunganmu.
Seorang teolog dan penulis buku, bernama Leon Moris mengatakan,”orang-orang Kristen di Tesalonika memikirkan Tuhan mereka melebihi kesukaran mereka. memikirkan kekayaan rohani mereka lebih dari kemiskinan mereka didunia, memikirkan kemuliaan mereka yang akan datang apabila Tuhan datang kembali lebih daripada memikirkan keadaan masa lalu mereka yang tidak bahagia.”
Kedua, Tetaplah berdoa.
Betapa pentingnya doa dalam kehidupan kita. Kita harus bisa berdoa setiap waktu dan segala situasi. Doa diibaratkan sebagai hubungan/ komunikasi antara anak dengan bapaknya. Seperti seorang anak yang senantiasa berbicara, menyampaikan pergumulan dan uneg-unegnya kepada seorang ayah, demikian juga kita terhadap Bapa kita yang di Sorga.
Ketiga, Mengucap syukurlah dalam segala hal.
Alkisah ada seorang wanita berusia 92 tahun. Meskipun usianya sudah tua, namun ia selalu berpakaian rapi. Rambutnya selalu tersisir rapi dan ia berdandan dengan sangat cantik. Setiap pagi ia menyambut hari yang baru dengan penuh semangat. Setelah suaminya meninggal pada usia 70 tahun, wanita itu merasakan perlunya pindah ke panti wreda supaya mendapatkan perawatan yang layak. Pada hari kepindahannya itu, seorang tetangga yang baik hati mengantarkannya ke panti wreda dan menuntunnya menuju ruang tunggu. Karena kamarnya belum disiapkan, maka ia menunggu di ruang tunggu dengan sabar selama beberapa jam. Ketika akhirnya seorang petugas datang menjemputnya, ia tersenyum manis sembari mengarahkan alat bantu jalannya menuju lift. Petugas itu menggambarkan keadaan kamarnya kepadanya, termasuk gorden-gorden baru yang dipasang di jendela kamarnya. “Saya menyukainya,” sahut wanita itu. “Tapi Bu Jones, Anda kan belum melihat kamar Anda,” sahut petugas itu. “Hal itu tidak ada pengaruhnya bagi saya,” timpalnya. “Selama hidup saya belajar bahwa kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita sukai. Itu sebabnya saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan.”
Tidak heran jika wanita tua tersebut terus-menerus memiliki sukacita didalam hidupnya, karena ia senantiasa memenuhi hatinya dengan ucapan syukur. Dan sukacita karena ucapan syukur itu membuatnya tetap sehat, panjang umur, dan menikmati kebahagiaan. Mengucap syukur dalam segala hal adalah kehendak Allah bagi kita orang percaya.
Apapun keadaan kita hari-hari ini, pilihlah untuk melakukan kehandak Allah dalam hidup kita, bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal.
Mari kita melakukan hal-hal yang sederhana tapi sangatlah penting dalam hidup kita, karena itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus dalam hidup kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati
Adm