Elohim Ministry umum Jangan Terbawa Arus

Jangan Terbawa Arus



Renungan Harian Rabu, 07 Juni 2023

Bacaan: Ibrani 2:1-4

Nats: Ibrani 2:1, “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.”

Sebagai orang percaya, kesungguhan kita untuk membangun kehidupan rohani yang semakin kuat, seringkali menghadapi rintangan besar yang dikerjakan oleh iblis. Dengan tipu dayanya, iblis selalu berusaha supaya kita terbawa arus sehingga kita menjadi jauh dari Tuhan, tidak menaati perintah Allah, bahkan membuat kita menyia-nyiakan keselamatan. Memang sudah menjadi sifat manusia untuk mudah terbawa arus atau suasana yang menyenangkan daging; karena sebagian besar waktu yang kita jalani sangat berdampingan dengan hal-hal dunia. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus sadar bahwa Tuhan menghendaki agar iman kita tetap kokoh, sehingga kita tidak hanyut terbawa arus kelicikan iblis.

“supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” Hal ini menggambarkan seperti sebuah kapal yang hanyut terbawa oleh arus. Maka jika kita bersungguh-sungguh mau untuk hidup dalam kebenaran yang telah kita dengar dari Tuhan Yesus melalui para rasulNya, maka kita tidak akan seperti perahu yang hanyut terbawa arus. Atau hal ini dapat kita pahami dari makna tersiratnya, yaitu agar kita tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan Yesus hanya karena ketidaksungguhan mendengarkan firmanNya sehingga kita seperti perahu yang hanyut terbawa arus.

Ada tiga hal yang dapat kita renungkan:

      Firman Tuhan adalah dasar dan sumber kehidupan kita

“menyesal kemudian tiada guna” maka sebelum terlambat, dari awal kita sudah diperingatkan oleh firman Tuhan untuk “teliti” dan mempersiapkan diri kita untuk masa yang akan datang. Sejak awal kita diingatkan bahwa firman Tuhan adalah dasar dan sumber kehidupan kita. Jika kita tidak berpegang teguh pada kebenaran yang sejati yang Tuhan firmankan di dalam Yesus Kristus, maka tanpa sadar kita akan terseret oleh arus kehidupan ini kepada kebinasaan. 

     Perlu kerendahan hati  

Ilmu pengetahuan manusia akan selalu berkembang, dan kita tentu saja perlu untuk menggapai pengetahuan yang lebih baik. Tetapi firman Tuhan adalah sumber hikmat dan pengertian yang terbesar yang Tuhan berikan kepada kita sebagai dasar dan pondasi kehidupan kita. Yesus Kristus menjadi hikmat terbesar yang datang dari sorga untuk kita terima. Maka sehebat apapun kita, setinggi apapun pengetahuan kita, tetaplah orang yang selalu merendahkan diri dihadapan Tuhan.

    Tanggalkan Dosa 

Apa yang paling mengancam kehidupan kita bukan karena kita sedang menghadapi bahaya atau tantangan yang besar, tetapi ketika kita jatuh ke dalam dosa. Ada banyak orang yang meninggalkan iman percaya kepada Tuhan Yesus dengan berbagai alasan, tetapi jauh lebih banyak orang yang terpisah jauh dari Tuhan adalah karena dosa. Karena sikap yang “acuh tak’ acuh” terlalu sepele atau cuek dengan firman Tuhan, maka tanpa di sadari kita sedang terbawa oleh arus kehidupan dan semakin jauh meninggalkan sumber keselamatan hidup kita.

Melalui nas renungan ini, kita diingatkan supaya bersungguh-sungguh memperhatikan apa yang kita dengar dari Injil Kristus, jika tidak demikian maka kita bisa seperti perahu yang hanyut terbawa arus, karena kita akan seperti perahu yang tidak bersandar dan diikat di tempat yang benar. Seharusnya kita bersyukur dapat mendengar dan menerima berita keselamatan yang besar dari Tuhan, maka kita akan meresponnya dengan kesungguhan untuk menghidupi perintah Tuhan Yesus. Tetapi sebaliknya sikap yang “acuh tak’ acuh”, dan tidak perduli kepada perintah Tuhan Yesus, maka kita akan sama seperti perahu yang tanpa disadari akan terbawa arus dan akan hanyut karena ketidakperduliannya.

Kita bersyukur dapat mengenal dan mengimani Tuhan yang tidak bisa disamakan dengan allah manapun, sebab kita memiliki Tuhan yang mengasihi, Tuhan yang menyelamatkan, Tuhan yang perduli atas hidup dan masa depan kita, Tuhan yang sungguh-sungguh hadir merasakan penderitaan kita dan yang menyelamatkan kita dari penderitaan dalam dunia ini.

Tuhan Yesus Memberkati.

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *