Renungan Harian Youth, Kamis 29 Juni 2023
Atas nama cinta … Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati … Cinta ini hanya untuk engkau
Atas nama cinta … Kurelakan jalanku merana
Asal engkau akhirnya denganku … Ku bersumpah atas nama cinta
Heloo … rekan-rekan youth semuanya … dihari libur ini renungan kita sudah ada lagu yang kita dengar dengan judul “Atas nama Cinta” … lagu ciptaan Melly Goeslaw dan sempat hit di tangan Rossa … Dan sekarang lagi ngetrend karena jadi soundtrack salah satu sinetron yang ditayangkan. Lagu ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita untuk menjaga hubungan asmara yang dia jalani dengan pasangannya. Meskipun banyak rintangan dan cobaan yang harus dilalui, mereka tetap bersama atas nama cinta.
Berbicara tentang cinta, pasti menjadi hal yang menarik buat kita semuanya bukan? Cinta adalah anugerah yang Tuhan berikan bagi kehidupan kita dalam menjalin relasi. Kita bisa menikmati keindahan didalamnya.
Terlebih dalam kehidupan kerohanian kita, cinta memainkan peranan yang penting untuk kita aplikasikan dalam kehidupan keimanan kita kepada Tuhan. Tepat seperti apa yang John Powell nyatakan bahwa,
“Yang terpenting dalam menjalankan hidup keimanan adalah Cinta !”.
Tuhan Yesus sendiri mengatakan senada, ketika orang Farisi bertanya kepada-Nya tentang hukum mana yang terbesar, maka Yesus dengan tegas menjawab : “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu… dan kasihilah sesamamu manusia...” (Matius 22:37-39)
Tetapi Faktanya adalah mengapa cinta yang sesungguhnya tidak lagi mendasari panggilan hidup manusia sebagai mahluk Tuhan? Di sinilah letak persoalannya: manusia telah mengorupsi cinta. Cinta telah di ‘plathitamkan’, alias dipakai sendiri! Cinta telah kehilangan arah yang sebenarnya. Akhirnya cinta berputar-putar kepada diri kita sendiri. Atau kita sebut dengan istilah Egois … semuanya tentang saya
“Saya mencintai pacar karena ia begitu berarti bagi saya”;
“Saya mencintai tetangga karena ia baik pada saya”;
“Saya mencintai atasan saya karena ia memberi pekerjaan kepada saya”;
“Saya mencintai saudara saya karena suatu saat nanti saya bisa berharap kepada mereka”.
Wah, kalau semuanya ‘karena’, berarti cinta karena, donk… Karena … (titik…titik..titik) maka saya cinta. Ini namanya cinta gombal dan Tidak sejati. Akibatnya, di medan cinta kita menyaksikan begitu banyak orang yang menderita.
Banyak anak muda yang jatuh didalamnya, berpacaran atas nama cinta tetapi akhirnya setelah kita dapatkan madunya ditinggalkan seperti sampah yang tidak berguna.
Dunia seringkali mengajarkan kita untuk mencari kepuasan pribadi dan mengejar cinta yang berpusat pada diri sendiri, namun faktanya kita sering tergoda untuk mencari cinta yang salah. Cinta yang didasarkan pada nafsu, kepentingan egois, atau kepuasan pribadi tanpa memperhatikan kebutuhan orang lain. Namun, cinta semacam ini adalah cinta yang dangkal dan sesaat. Itu tidak membawa kebahagiaan yang sejati atau hubungan yang kokoh.
Cinta yang salah dan mementingkan diri sendiri membawa bahaya bagi kita dan orang lain. Ini dapat menyebabkan keretakan hubungan, kekecewaan, dan penderitaan secara emosional. Lebih dari itu, tentunya hal ini melanggar perintah Tuhan dan membuat kita tidak bertumbuh dalam Iman.
Bahaya terbesar dari cinta yang salah adalah bahwa kita kehilangan kesempatan untuk mengalami cinta yang sejati dan memperlihatkan kasih Kristus kepada dunia.
Sebaliknya Ketika kita memilih untuk hidup dalam cinta yang benar, kita mengubah dunia di sekitar kita. Cinta yang berpusat pada Tuhan dan orang lain membawa damai, sukacita, dan harapan kepada mereka yang kita layani. Melalui cinta yang benar, kita menjadi saksi Kristus dan memuliakan Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan.
Rekan-rekan Youth … Eric Fromm katakan, “Cinta bukan perasaan… ia adalah seni!”. Karena itu belajarlah kreatif dalam mencintai karena cinta memang harus diupayakan. Sebagaimana Yesus katakan, mengasihi haruslah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Itu baru cinta sejati! Ketika cinta harus berkorban, itulah natur dari cinta.
Mari sebagai anak-anak Tuhan yang memahami makna cinta yang sejati dari teladan Tuhan Yesus Kristus, yang atas nama cinta telah datang ke dunia dan berkorban bagi kita untuk keselamatan umat manusia yang mau percaya kepada-Nya.
Melalui cinta yang benar, atas nama cinta dari Tuhan Yesus kita akan mengalami kehidupan yang lebih bermakna, membangun hubungan yang kokoh, dan memberikan kesaksian Kristus kepada dunia di sekitar kita.
Tuhan Yesus memberkati kita senantiasa
YNP – SCW