Renungan Harian Youth, Senin 31 Juli 2023
Ibrani 12:1, Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Kita semua tahu bahwa setiap kita pernah berbuat kesalahan, dan pernah berbuat dosa. Seorang yang telah dewasa tentu sangat memahami segala perbuatan yang dilakukannya. Manakah yang baik? Manakah yang tidak baik? Kita bisa mengingatnya pada saat di Taman Eden, ketika manusia pertama memakan buah yang terlarang; mereka memakan buah pengetahuan yang baik dan yang tidak baik. Manusia bukan hanya mengetahui apa itu dosa, namun juga berbuat dosa. Sampai saat ini kita mengenal itu adalah sebuah kesalahan yang justru membuat nyaman.
Tanpa kita sadari, sesuatu yang membuat nyaman sering menjebak kita dalam dosa.
Apa yang dimaksud dengan beban? Beban adalah sesuatu yang mengikat kita hingga membuat kita sulit untuk bertumbuh atau melangkah maju. Sebuah beban bukanlah dosa, meski pada titik tertentu beban itu bisa berubah menjadi dosa. Beban bisa berupa hobi yang mengikat, bisa berupa rasa sakit hati, trauma kegagalan, kemalasan, persoalan dalam keluarga, rumah tangga atau pekerjaan, tekanan, stres, kekecewaan dan lain-lain. Semua ini akan membuat kita sulit untuk melangkah maju. Berjalan saja sulit, apalagi berlari. Dan jika kita biarkan berbagai belenggu beban ini memberatkan kita, lama-lama semuanya bisa membuat kita semakin parah dan lama-lama bisa menjadi dosa.
Dosa tidak saja merintangi, tapi juga menjerat dan mengikat. Dosa bisa membuat kita terjatuh saat bertanding. Dosa mampu mengikat kita hingga tidak bisa lagi bergerak. Dosa, dalam bentuk apapun, besar atau kecil, tetaplah dosa yang mampu membawa kita bukan hanya ke dalam kegagalan,tapi lebih dari itu bisa mengarahkan kita menuju kebinasaan yang kekal. “Sebab upah dosa ialah maut” (Rm. 6:23b). Untuk itulah kita harus dengan segera mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah. Dan jika kita mengakui dosa-dosa kita serta memutuskan untuk bertobat, Allah sendiri yang akan segera mengampuni bahkan menyucikan kita. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh. 1:9).
Bertobat dari dosa yang terpaksa kita lakukan karena situasi (seperti mencuri, berkelahi, melawan orang tua, dll) itu mudah, tetapi bertobat dari dosa yang kita senangi bahkan kita cintai (seperti: pornografi, minuman keras, rokok, obat-obatan terlarang, dll) itu susah karena kita menyukainya. Setiap orang punya kelemahannya masing-masing, dan iblis tau betul apa yang menjadi kelemahan kita, dan dia akan menyerang pada titik lemah kita itu.
Sering kita berdoa untuk bisa terlepas dari dosa itu tapi terasa begitu sulit, karena kita berkata kapada Tuhan untuk mengambil dosa ini tetapi sejatinya kita masih menggenggam erat dan enggan melepasnya karena kita terlalu mencintai dosa itu.
Dalam kitab Hosea kita melihat suatu kisah yang yang sempurna yang digambarkan oleh Alkitab. Kita mungkin tidak dapat membayangkan tujuan Tuhan memberi arahan kepada Hosea untuk menikahi seorang istri yang adalah seorang yang sangat berdosa oleh karena pekerjaannya yang adalah seorang sundal. Kisah cinta ini berlanjut dengan kondisi di mana Hosea tetap mengasihi Gomer sekalipun istrinya ini tetap berbuat sundal dan pergi meninggalkan Hosea dan melakukan persundalan sampai akhirnya Gomer ditemukan oleh Hosea di rumah lelang dan menjadi seorang budak. Dan luar biasanya adalah Hosea membeli Gomer dengan bayaran yang sangat tinggi.
Kisah Hosea dan Gomer adalah contoh gambaran betapa BUCINnya kita akan dosa-dosa tertentu dan betapa sulitnya kita untuk keluar dari keterikatan akan dosa itu. Tetapi kita juga lihat betapa sabarnya dan tidak terbatasnya Cinta Tuhan kepada kita.
Kita seperti bejana tanah liat yang hancur berantakan, tetapi betapa sabarnya Sang Penjunan tterus-menerus memperbaiki kita menjadi bejana yang berharga untuk maksud yang mulia.
Allah sangat mengasihi kita dengan kasih yang tak terbatas dan ini perlu kesadaran dari setiap kita untuk menanggalkan beban dosa dan stop menjadi budak cinta dari dosa-dosa kita. Tentu saja kita perlu mempertimbangkan dan melakukan Hal-hal yang perlu kita lakukan untuk lepas dari dosa dan keterikatan:
- Terbuka dihadapan Tuhan
Perlu diingat bahwa Tuhan tidak anti terhadap orang berdosa. Datang dan berkata jujur kepada Tuhan maka Tuhan akan mengampuni kita (1Yoh1:9)
- Lari menjauh dari dosa
Perlu tindakan nyata untuk terlepas dari dosa dan keterikatan. Contoh: bandingkan kisah Yusuf dalam Kejadian 39:11-12 dengan Daud dalam 2 Samuel 11. Jangan terus stay dalam zona dosa karena kita akan diseret dan dipikat olehnya Yakobus 1:14-15)
Tentang Ayub pun Tuhan besaksi bahwa Ayub itu saleh, jujur, takut akan Allah dan MENJAUHI KEJAHATAN. Bukan dikatakan bahwa Ayub itu kebal akan dosa, tetapi dia menjauhi kejahatan, karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang kebal akan dosa.
- Lakukan kegiatan-kegiatan yang positif.
Seperti bermusik, berolahraga, atau lakukan hobi kita. Kegiatan yang positif akan mendorong kita untuk terus hidup positif dan bersemangat.
- Sadari bahwa kita tidak bisa berjuang dengan kekuatan kita sendiri, kita butuh Roh Kudus.
Roh Kudus adalah Roh Penolong yang akan menginsyafkan dunia akan dosa (Yohanes 16:7-8)
Rekan-rekan youth,Betapa indahnya janji Tuhan yang memberikan pengampunan, yang berbunyi seperti ini: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yes. 1:18).Bukan hanya diampuni tetapi hingga dibenarkan!
Apa yang perlu kita lakukan adalah datang kepadaNya dengan hati hancur, membawa dosa-dosa kita kehadapanNya, mengakui semuanya dan melakukan pertobatan penuh, berbalik arah dan Tuhan pun akan segera mengaruniakan pengampunan total.
Alamilah pemulihan sempurna yang Tuhan kerjakan untuk kehidupan kita
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 29072023-YDK