Renungan Harian Selasa, 19 September 2023
Bacaan : 2Tawarikh 21:4-20
Nats : 2Tawarikh 21:20: Delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang.
Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .
Selama kita hidup, kita pasti berharap setelah meninggal kita mau dikenang sebagai seorang yang benar. Tapi kita juga tidak menyangkali kalau ada juga orang yang selama hidup justru melakukan kebalikannya. Dia melakukan yang jahat dan setelah meninggal tak seorangpun yang mengenangnya. Hal inilah yang terjadi pada kisah hidup Raja Yoram putra Yosafat, raja ke-4 Yehuda.
Apa yang terjadi dengan dia? 2 Tawarikh 21: 20 menyampaikan bahwa dia meninggal tanpa seorangpun mencintai dan mengenangnya.
“Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.” (2 Tawarikh 21: 20)
Nama Yoram diartikan sebagai Allah ditinggikan. Tapi perbuatan Yoram selama hidupnya sama sekali bertolak belakang dengan arti nama tersebut. Selama delapan tahun memerintah Yehuda, tak sekalipun Yoram melakukan yang baik dimata Tuhan. Nabi Elia bahkan menyebut Yoram telah menyimpang dari jejak ayahnya Yosafat yang 25 tahun memerintah bangsa Yehuda dengan sangat baik. Tuhan sendiri menyertai Yosafat karena selama hidup dia mengikuti jejak Daud bapa leluhurnya dan tidak menyembah allah lain. Dia menuruti perintah Allah dan tidak berbuat seperti yang dilakukan bangsa Israel lainnya yang saat itu sedang terpecah. Sayangnya, keteladanan iman dan kepemimpinan sang ayah sama sekali tidak diwarisi oleh Yoram.
Sepanjang hidupnya, orang hanya mengenal Yoram dengan rekam jejaknya yang jahat. Ada 3 kejahatan paling besar yang sudah dia lakukan, diantaranya:
1. Yoram membunuh (2 Tawarikh 21: 4)
Ia menyalahgunakan kekuasaannya dengan membunuh orang-orang terdekatnya. Walaupun dia sudah mendapatkan warisan terbaik dari ayahnya Yosafat, namun dia tidak merasa puas dan memilih untuk semena-mena dengan kekuasaannya. Istrinya, Atalya pun mengikuti jejaknya yang jahat dengan berupaya untuk meninggalkan jejak nenek moyangnya Daud (2 Tawarikh 22: 10). Ia disebutkan sama jahatnya dengan Raja Ahab. Di ayat 10, Yoram malah membuat keputusan terburuk dalam hidupnya yaitu meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyangnya dan memilih menyembah berhala.
2. Yoram melawan Tuhan
Setelah melakukan kejahatan, Tuhan pun memberikan tiga peringatan kepadanya. Pertama, saat dalam peperangan nyawa Yoram hampir tak selamat. Namun, Tuhan menyelamatkan nyawanya sebagai peringatan supaya dia segera bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Kedua, melalui nabi Elia Tuhan memperingatkan Yoram tentang konsekuenasi atas kejahatannya. Tuhan sendiri berharap peringatan ini bisa membawanya kepada pertobatan. Namun, Yoram masih tetap bebal.
Ketiga, Yoram menolak peringatan dari Tuhan perzinahan yang dilakukannya (Ulangan 7: 1-3). Yoram menikahi wanita yang salah, Atalya, yang berasal dari keluarga penyembah berhala yang sangat jahat. Dia bahkan adalah putri dari Raja Ahab yang paling kejam dalam sejarah Alkitab. Jadi, gak heran jika sifat ayahnya diwarisi oleh Atalya dan turun kepada Yoram suaminya.
3. Yoram menolak peringatan Tuhan
Karena dia meninggalkan dan tidak menaati Tuhan dan menolak peringatan-Nya. Tuhan sendiri menimpakan malapetaka terburuk di akhir hidupnya. Melalui nabi Elia, Yoram mengalami berbagai keterpurukan, seperti: Dikalahkan dalam pertempuran oleh orang Filistin dan pasukan sekutu (ayat 16-17), Kehilangan seluruh keluarganya kecuali seorang putra (ayat 17). Dia kehilangan semua hartanya, Dia mati karena penyakit usus yang parah, dia mati dalam kesakitan dan penderitaan yang luar biasa Tak seorangpun memberikan penghormatan setelah dia meninggal. Dan tak seorangpun yang merasa kehilangan saat Yoram meninggal
Pastinya tidak satupun dari kita ingin mengalami akhir hidup yang menyedihkan seperti Yoram bukan? Selama kita hidup, lakukanlah yang benar, kehormatan terbesar akan diberikan oleh Tuhan bagi mereka yang hidup sesuai kehendakNYa
BUATLAH ORANG LAIN BAHAGIA KE MANA PUN ANDA PERGI, BUKAN KETIKA ANDA PERGI
Tuhan Memberkati
TC..