Renungan Harian Youth, Rabu 20 September 2023
Syalom sahabat Youth, Gimana kabarnya hari ini? Saya doakan semoga semua selalu sehat dan selalu ada dalam pemeliharaan TUHAN. Hari ini, kita akan merenungkan tentang keberanian untuk menerobos permasalahan dalam hidup kita
Fanny Jane Crosby terlahir normal pada tanggal 24 Maret 1820. Pada waktu baru berumur 6 (enam) minggu, dia menderita infeksi di matanya. Karena dokter yang biasanya mengobati keluarganya sedang pergi ke luar kota, mereka meminta kepada seorang yang mengaku dokter di daerah itu untuk mengobati. Tapi ternyata setelah diobati hasilnya sangat mengerikan, yaitu mata Fanny yang masih bayi itu menjadi buta total. Fanny yang buta dan masih kecil dititipkan kepada neneknya karena ibunya harus bekerja. Dengan sabar, sang nenek mendidik Fanny, mengajarkan cara berdoa juga membaca ayat-ayat Alkitab. Meskipun buta, Fanny memiliki kemampuan menghafal ayat-ayat Alkitab yang luar biasa. Fanny tidak pernah bersedih karena dia buta, yang paling diinginkannya adalah sekolah. Fanny akhirnya sekolah di ‘The Institution For the Blind’ New York dan menjadi murid teladan.

Terobosan demi terobosan terus dialaminya. Kebutaan tidak menghalanginya mengalami kemajuan dalam kehidupannya. Dia dikenal pandai membuat puisi, pandai memainkan alat musik dan ribuan syair lagu kristen berhasil dia ciptakan. Hingga meninggalnya, Fanny telah menulis kurang lebih 9000 syair untuk lagu rohani. Fanny merupakan penulis syair terbanyak yang pernah ada. Kebutaannya membawa berkat yang luar biasa bagi umat manusia. Sampai sekarangpun syair-syair lagu rohani Fanny Crosby masih dinyanyikan di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam berpuluh-puluh bahasa.
Rekan-rekan youth, apapun masalah dan problema kehidupan kita hari ini, cerita di atas mengingatkan kepada kita untuk tidak mudah menyerah dengan kehidupan ini. Masalah atau persoalan boleh datang silih berganti, tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan diminta untuk tetap kuat dan tenang mengalami masalah yang ada agar bisa menciptakan terobosan-terobosan yang lebih besar dalam kehidupan ini.
Mari kita melihat sebuah kisah dalam Injil Matius 14:22-33. pada waktu itu mereka mengalami Badai dan murid-muridNya mengalami ketakutan, dan Yesus menghampiri mereka dengan berjalan diatas air. ketika murid-muridNya mulai tenang Petrus salah satu murid Yesus mengalami terobosan yang luar bisa dalam hidupnya, ia mampu untuk berjalan di atas air seperti Yesus.
Petrus melangkah keluar dari perahu dan berjalan di atas air menuju Yesus. Namun, ketika ia melihat angin kencang, ia takut dan mulai tenggelam. Yesus segera menyelamatkannya.
1. Memiliki Keberanian
Matius 14:28-29 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Petrus memiliki keberanian untuk mencoba melakukan sesuatu yang luar biasa: berjalan di atas air menuju Yesus. Ini mengajarkan kita bahwa kadang-kadang kita perlu memiliki keberanian untuk mengambil langkah besar dengan iman dalam kehidupan kita. Walaupun terkadang langkah itu Mustahil namun kita percaya ada tuntunan dan pertolongan Tuhan yang menyertainya. Karena itu dalam menghadapi kemustahilan, tetaplah berdoa dan bergumul dihadapan Tuhan dan berjalanlah dalam tuntunan-Nya.
Dengarlah Firman Tuhan yang datang dalam kehidupan kita, belajarlah untuk taat walaupun tidak mudah namun tetaplah percaya
2. Pentingnya Fokus pada Yesus
Matius 14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
Ketika Petrus memusatkan perhatiannya pada Yesus, ia bisa berjalan di atas air. Namun, ketika ia terganggu oleh angin dan perasaan takut, ia kehilangan fokusnya dan mulai tenggelam. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu menjaga fokus kita pada Tuhan dalam menghadapi permasalahan dan kita akan mengalami terobosan dalam permasalahan kita.
3. Belajar dari Kegagalan
Matius 14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Ketika Petrus mulai tenggelam, ia segera berteriak meminta pertolongan kepada Yesus. Yesus segera meraihnya dan menyelamatkannya.
Dalam kita berproses tentunya kadalangkala kita mengalami kegagalan. Namun Tangan Tuhan yang berkuasa akan senantia menopang kita. Dan mililkilah sikap untuk mau terus belajar bahkan dari kegagalan yang kita alami.
Rekan-rekan jangan takut untuk mengambil langkah besar dalam hidupmu, bahkan ketika itu tampak sulit atau menakutkan. Selalu jaga fokusmu pada Tuhan, dan ingat bahwa ada harapan ketika kamu berpaling kepada-Nya dalam kesulitan. Sebuah terobosan atau jalan keluar dalam setiap masalah yang kita hadapi, dapat kita lakukan jika kita berada dalam posisi tenang, dan kita baru bisa tenang, hanya jika kita berada dalam hadirat Tuhan. Jadi,
sudahkah kita selalu berada dalam hadirat Tuhan ? ataukah kita justru menjauh dan sedang mendekat pada kecemasan dari dunia ini? Tetaplah terkoneksi dengan sumber kekuatan dan damai kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus membekati
YNP – NDK