Elohim Ministry youth PRIBADI YANG LEBIH BAIK

PRIBADI YANG LEBIH BAIK



Renungan Harian Youth, 14 November 2023

Kolose 2:7, Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

It’s getting better all the time, better, better, better. Sebuah penggalan syair lagu berjudul, Getting Better, karya grup musik legendaris, The Beatles. Di dalam lagu ini, John Lennon dan Paul McCartney sebagai penulis lagu bercerita tentang kehidupan masa muda mereka. 

Mereka melihat bahwa hidup mereka menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Lagu ini memang bernada optimis dan mengajak seseorang berubah ke arah yang baik, meskipun tidak jelas apa yang menjadi dasar untuk menjadi lebih baik.

Menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu seharusnya menjadi kerinduan setiap anak Tuhan.

Rekan-rekan youth, perikop yang kita baca hari ini ditujukan kepada orang yang telah menerima Kristus. Bila kita telah menerima-Nya, maka ada satu nasihat untuk kita, yakni “…hendaklah hidupmu berakar di dalam Dia”.  “Hidupmu” berarti berjalan, bertindak, bertingkah-laku dan membawa diri kita selalu di dalam Kristus.

Kata “Berakar” dalam ayat ini berarti tertancap ke dalam tanah untuk mencari bahan makanan dan atau untuk mengokohkan dirinya untuk menghadapi hantaman angin. Manusia berakar di dalam Yesus berarti kita makin dalam memahami dan meneladani Yesus dalam hidup kita sebagai sumber kekuatan hidup kita. Juga semakin menguatkan dan mengokohkan kehidupan kita untuk menghadapi segala hantaman angin kencang yang hendak menumbangkan hidup kita.

Tuhan Yesus menganugerahkan kehidupan baru tidak hanya untuk kita nikmati, melainkan harus diusahakan setiap saat. Dia rindu kita semua memuliakan Tuhan melalui kesaksian hidup kita dan menjadi berkat bagi sesama atas nama-Nya.

Filipi 1:25-26, Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Rasul Paulus menulis surat Filipi untuk menolong jemaat mengerti bahwa keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka harus dipersembahkan kembali bagi Tuhan. Paulus sendiri menjadikan dirinya contoh dalam hal ini. Ia menulis surat Filipi ketika dipenjara di Roma. Demi Injil, Paulus rela menderita sebegitu rupa. Penderitaan yang dialaminya bukan suatu kerugian baginya karena Paulus tahu pemberitaan Injil semakin maju justru karena ia dipenjarakan. Tidak hanya bagi pemberitaan Injil, Paulus juga bersedia untuk menderita demi melayani jemaat. Ia bahkan rela tetap tinggal di dunia dan menderita bagi jemaat, meskipun tahu bahwa kematian sebetulnya akan membawanya pada kebahagiaan sejati dalam Kristus.

Paulus punya cara pandang yang unik dalam melihat hidupnya. Baginya hidup dan mati sama-sama penting. Apa buktinya? Ia hidup untuk bersukacita menyaksikan pertumbuhan iman jemaat Filipi yang ia layani (ay. 3-11) dan rela menderita demi memberitakan Injil (ay. 12-17). Mengapa Paulus dapat menjalani hidupnya dengan sukacita meski menderita? Kuncinya adalah Kristus. Kristus memberikan makna baru baik pada kehidupan maupun kematian. Paulus menekankan bahwa bila ia hidup, ia ingin terus melayani dan berbuah bagi Kristus. Sebaliknya, apabila ia mati, ia memandangnya sebagai suatu keuntungan karena hal itu berarti ia berbahagia hidup bersama-sama dengan Kristus (ay. 18-26).

Pengenalan yang benar kepada Tuhan akan membawa hidupnya untuk memprioritaskan Kristus sehingga kesulitan apapun yang dihadapi akan mampu membuatnya untuk terus hidup dalam sukacita pengharapan kepada Tuhan.

Kristus dan jemaat adalah dasar bagi Paulus untuk menjadi lebih baik dalam hidupnya dan untuk kedua alasan ini Paulus rela membayar harga. Apa alasan bagi Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Mari perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh. Apakah Anda ingin bertumbuh demi Tuhan dan sesama atau hanya untuk diri Anda sendiri?

Biarlah seiring waktu kita menjadi semakin baik sehingga Tuhan semakin dimuliakan dan sesama kita terberkati.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM-DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *