Renungan Harian Youth, 11 Desember 2023
1 Yohanes 5:4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”
Bila kita menyadari status kita sebagai anakNya, sesungguhnya kita tidak perlu khawatir dan takut terhadap segala tantangan atau kesulitan apa pun yang ada di depan kita. Namun status sebagai anak bukan berarti membuat kita manja, penuh kenikmatan atau kesenangan, tetapi harus ada tanggung jawab dan hajaran. Karena menjadi pemenang adalah harus melewati berbagai tahapan yang menguras kekuatan dan mental sehingga mampu mengalahkan lawan-lawan berat yang dalam pertandingan yang dihadapi.
Sesuai dengan konteks 1 Yohanes ini, iman adalah sesuatu yang datangnya dari Allah, sebab orang yang memiliki iman itu adalah orang yang lahir dari Allah. Orang yang memiliki iman itu adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus (ay. 1). Tentu tidak perlu ditanyakan apakah orang ’percaya’ kepada Yesus adalah Kristus lahir dari Allah.
Sebab jika seseorang mengaku sebagai orang Kristen dengan demikian dialah yang dimaksudkan sebagai orang yang lahir dari Allah dan dia pulalah yang memiliki iman.
Setiap kita hanya memiliki kesempatan dalam hidup itu hanya satu kali. Istilah anak – anak jaman sekarang mengenai YOLO, yang kalimatnya sudah familiar, sama aja kayak kata krupuk, sudah pasti paham dengan makna nya. YOLO bisa punya 2 makna :
- Hidup cuma sekali, makanya lakuin apa aja
- Karena hidup cuma sekali, makanya jangan disia – siakan
Kita punya banyak pilihan untuk mengerjakan apa saja yang kita mau di dunia ini, namun di sisi lain, kita juga memiliki tuntunan yang harus kita taati, yaitu Kebenaran Allah. Karena pada kenyataannya, Meningkatnya perkembangan teknologi yang mempermudah semua pekerjaan kita, namun bisa menyita waktu kita dengan Tuhan; maraknya pengetahuan yang membuka wawasan kita namun bisa menjebak kita kepada pola pikir yang tidak memerlukan Tuhan; berbagai kecanggihan teknologi yang membawa kepada dosa perzinahan seperti situs porno, kejahatan, dan penipuan. Hal-hal tersebut ditambah lagi dengan keadaan dunia yang semakin individualis dan makin mencintai dirinya sendiri, yang memicu banyaknya kejahatan dan dosa. Dari sinilah kita harus memiliki tekad sebagai seorang pemenang; karena jika kita hidup di dalam Tuhan, iman kita akan menggerakkan kita mengerjakan tujuan Allah dalam dunia ini.
IMAN KITA YANG HIDUP KEPADA KRISTUS, MEMBUAT KITA MAMPU MENGALAHKAN DUNIA
So, be wise on your life ! Karena seringkali yang namanya penyesalan itu baru muncul karena dia nggak tau mana yang benar.
Konteksnya menjadi “pemenang” adalah keberpihakan Allah – Kalau Allah berpihak pada kita, maka kita menang. Lalu apa usaha yang harus kita kerjakan supaya Allah berpihak kepada kita? Jika kita melihat ada banyak tantangan di dalam hidup ini, maka sebagai orang yang beriman kepada Allah, penting bagi kita untuk sadar bahwa Tuhan ada dalam tiap langkah hidup kita dan Dia mengetahui segala sesuatu yang ada dalam kita.
Kasih kita kepada Allah harus terlihat dari perbuatan sehari-hari. Kasih itu seperti sinar yang terang mengusir kegelapan dunia.
Dunia (bhs Yunani, Kosmos), yaitu suatu sistem kehidupan yang dikuasai iblis dan roh-roh jahat (Baca: 1Yoh. 5 : 19). Dunia ini bersifat sementara, dan yang membawa kepada kebinasaan (Baca: 1Yoh. 2:16-17). Jadi, kalau “Kristus telah mengalahkan dunia”, itu berarti bahwa Ia telah mengalahkan penguasanya, dan semua sistem kehidupan yang dikuasainya! Itulah sebabnya, setiap anak Tuhan harus berpegang pada Firman Tuhan ini : “Kita berada di dunia, tetapi kita bukan dari dunia!” (Baca: Yoh. 17:11, 14 & 16). Namun demikian, kita tidak bisa menyangkal hal ini, bahwa berada di dunia berarti berada di tengah pengaruh-pengaruh dunia, dengan segala metode dan caranya.
Kita harus menyadari keberadaan kita yang telah mendapat kasih karunia Allah. Kesadaran ini akan menjadi kekuatan hingga kita dapat mengalahkan dunia. Sekalipun arus dunia sehebat apapun, iman kita, berdasarkan kesadaran kita tentang kasih karunia Allah, akan membuat kita menjadi kuat berhadapan dengan segala masalah.
Kita harus menggunakan semua waktu dan fasilitas untuk melakukan hal-hal yang membangun dan berguna bagi kemuliaan nama Tuhan.
Jika tidak bersungguh-sungguh dalam iman, kita bisa saja turut tergerus ke dalam berbagai kejahatan pula. Itu sebabnya penting bagi kita untuk menyadari jati diri kita sebagai anak-Nya. Bila pun keadaan di depan sana semakin sukar, kita mungkin akan hidup di tengah-tengah dunia yang marak dengan dosa, namun satu hal yang harus disadari bahwa Tuhan menaruh benih-benih kemenangan di dalam diri kita.
Demikianlah proses kemenangan yang akan kita alami senantiasa dalam setiap aspek hidup kita. Inilah kenyataan iman yang mengalahkan dunia. JIka kita menyadari siapa kita dihadapn Tuhan; Jika kita menyadari siapa Tuhan yang kita sembah; Jika kita selalu memuliakan Allah dalam segala situasi yang kita hadapi; dan jika kita selalu bersungguh-sungguh dalam segala pengiringan kita kepada Tuhan, maka kita akan merasakan Tuhan ada di pihak kita dan membawa kita berejalan dari kemenangan kepada kemenangan.
Semua menjadi ringan dan semuanya menjadi tertanggung. Kita menjadi tenang dan santai menghadapi semua kenyataan hidup.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 09122023-YDK