Renungan Harian Youth, Senin 05 Februari 2024
Yohanes 15:13, Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Dalam kita menjalani kehidupan ini, tidak akan pernah terlepas dari apa yang namanya pengorbanan. Coba deh renungkan, ketika kita lahir di dunia ini, bahkan sebelum kita dilahirkan, sudah dimulai dengan sebuah pengorbanan. Ibu yang melahirkan kita itu sudah lebih dulu berkorban untuk kita selama Sembilan bulan dan pada saat bersalin, pastinya ada rasa sakit yang dialami dalam proses persalinan. Wow… sungguh sebuah proses yang sangat berat, dan ini lah yang Tuhan kerjakan bagi kita. Bahkan pemazmur dengan keyakinan yang kuat berkata bahwa setiap kita dibentuk oleh Tuhan dengan cara yang dashyat dan ajaib.
Pengorbanan menghasilkan suatu sukacita yang besar bagi setiap manusia yang mengerjakannya.
Rekan-rekan youth, berkorban adalah bukti kasih. Tuhan Yesus telah mengajarkannya untuk setiap kita dan Dia mau supaya kita terus mengerjakan teladan yang diberikan-Nya bagi kita. Dari ayat 9 sampai ayat 17 pada pembacaan kita kali ini, kita melihat ajaran kasih dan pengorbanan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus meminta kita untuk tetap tinggal dan melekat kepada Dia ( ayat 9-11); Dia juga memberi perintah kepada kita untuk kita saling mengasihi (ayat 12); selanjutnya Dia mengatakan bahwa bukti jika kita memiliki kasih adalah dengan sebuah pengorbanan (ayat 13-15); dan kemudian Yesus sekali lagi memberikan penekanan yang kedua kalinya tentang perintah untuk saling mengasihi (ayat 16-17).
Yesus tidak hanya memberikan ajaran-Nya kepada para murid-Nya, tetapi juga berbagi kehidupan-Nya dengan mereka.
Dengan melihat kepada pokok ajaran Kristus tentang Kasih dan Pengorbanan ini, maka kita dapat melihat suatu tuntunan sempurna mengenai kehidupan yang berdampak bagi banyak orang. Dengan demikian kita dapat menerapkannya sesuai dengan yang Tuhan ingin kita kerjakan dalam hidup ini. Jika kita mau menerapkan ini dalam hidup kita, maka setidaknya ada tiga hal penting yang harus kita terapkan dalam hal kasih dan pengorbanan menurut Yohanes 15 ini.
Yang pertama adalah, NO FEAR!
1 Yohanes 4:18, Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Tanda pertama saat kita memiliki kasih yang dikaitkan dengan berkorban adalah Kita tidak memiliki Ketakutan. Jelaslah ini sangat menggambarkan eksistensi Tuhan di dalam hidup kita. Kita tahu Dia berkuasa atas segala-galanya, dan tentunya kita tidak perlu takut selama yang kita kerjakan adalah Kebenaran.
Di sini kita butuh pola pikir yang benar dalam menerapkan kasih Tuhan dalam hidup ini. Kita tidak perlu kuatir dengan hidup kita. Pengorbanan yang kita tunjukan dalam sikap kasih yang tulus kepada sesame, akan membuat kita semakin rindu untuk melihat aliran-aliran kasih ini menjalar kepada setiap orang yang telah menerima kasih kita. Jika pengorbanan ini diterapkan dengan motivasi yang tulus untuk Tuhan, pasti kehidupan kita akan semakin diangkat lebih tinggi lagi dihadapan Tuhan dan sesame kita.
Yang kedua adalah, TALK LESS DO MORE
1 Yohanes 3:16-18, Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Semua orang tahu bahwa bukti dari pengorbanan kita adalah dengan adanya tindakan. Adanya Tindakan yang dilakukan dengan mengimplementasikan kasih itu sendiri. Artinya kita harus memiliki kepekaan dalam melihat situasi. Berbicara kasih tanpa suatu perbuatan kasih, itu Cuma sekedar kasihan. Kita hanya melihat dari jauh, dan hanya menyampaikan suatu simpati tanpa mendekat dan bertindak.
Rekan-rekan youth, seringkali kita terjebak dengan konsep kasih dan pengorbanan. Konsep yang benar dalam suatu tindakan kasih adalah dengan tidak memberikan syarat apapun kepada orang yang kita kasihi. Artinya, seringkali terjadi dalam suatu kasus pasangan yang berpacaran adalah ‘kalau kamu gak melakukan ini, itu kepadaku berarti kamu gak mengasihi aku.’ Ini biasa terjadi dan akhirnya, kasih kita yang tulus ternyata hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Kasih itu berkorban untuk sesuatu yang benar, bukan kepada hal-hal yang merusak moral kita.
Yang ketiga adalah HONESTY
Matius 6:3-4, Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Kasih tidak menghitung seberapa banyak yang sudah kita berikan ke orang lain. Di sini kita diajarkan untuk memberi tanpa pamrih; tidak mengharapkan imbalan dan mengerjakannya dengan sukarela. Pengorbanan ini adalah pengorbanan yang Tuhan Yesus kerjakan bukan hanya kepada kita, tetapi kepada setiap umat manusia di muka bumi ini.
Pengorbanan tanpa pamrih ini adalah suatu level tertinggi di dalam hidup ini. Kita sudah tidak lagi mengharapkan balasan yang membuat kita merasa terhormat, tetapi sikap hati kita adalah bahwa dibalas atau tidak kita sudah punya kerelaan dalam mengerjakannya. Tentu ini sangat berat, karena dengan melakukan ini ego kita semakin dikikis habis dan akan terus dikikis hingga serupa dengan pengorabnan yang Tuhan Yesus kerjakan.
Iman bertumbuh saat belajar melayani orang lain dan akan membuat kita belajar berkorban.
Rekan-rekan youth, mari kita bersama bertumbuh dalam kasih Tuhan. Harapakan saja perkenanan dari Tuhan dalam segala pengorbanan kita. Sesuatu yang kecil tanpa berdampak akan membuat kerajaan Allah semakin disebarluaskan dengan tindakan kecil itu
Amin. Tuhan Yesus Memberkati
EYC 03022024-YDK