Renungan Harian Youth, Jumat 22 September 2023
Syalom rekan – rekan Youth yang diberkati Tuhan. Gimana kabarnya hari? Saya doakan kita semua selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan senantiasa. Hari ini kita akan merenungkan bagaimana kita dapat membangun standar kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan
Di dalam kehidupan, tak jarang kita menemukan berbagai standar hidup yang terlihat nyaman dan sukses. Kita dapat berkata, Si A hidupnya enak karena sudah punya perusahaan, B lebih enak hidupnya sebab sudah punya rumah gede dan berbagai barang mewah, Ah Si C punya standar hidup yang bagus. Hartanya bisa menjamin sampai tujuh turunan, dan lain sebagainya. Kita seringkali menetapkan standar hidup orang lain menjadi standar hidup kita. Padahal setiap kita membutuhkan dan dapat menghasilkan standar hidup yang berbeda beda. Ironisnya, banyak motivator juga menyamaratakan standar hidup, seakan dapat dilakukan oleh semua orang. Alhasil,
ketika tidak dapat mencapai standar hidup tersebut, seseorang akan menjadi depresi dan merasa hidupnya gagal.
Menentukan standar hidup bukanlah sesuatu yang salah. Namun, bagaimana seharusnya standar hidup seorang Kristen yang sejati? Ketika kita diterima sebagai anak anak Tuhan, menjadi pribadi yang percaya kepada Yesus Kristus maka standar hidup kita seharusnya berbeda dengan standar hidup dunia. Nasihat ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus mengingatkan bahwa sebagai manusia baru yang telah ditebus maka kita bukan lagi menjadi milik dunia. Kita seutuhnya telah menjadi milik Kristus. Karena itu,
standar hidup kita bukan lagi kesuksesan dan kenyamanan duniawi, melainkan kesuksesan dan kenyamanan melakukan kehendak Allah.
ROMA 12:1-2, Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Apa yang menjadi kehendak Allah adalah apa yang sesuai dengan firman Allah. Kehendak Allah itu pasti berkenan kepada Allah dan selalu menyenangkan Nya. Itulah yang seharusnya menjadi standar hidup dari anak anak Allah.
Menjadi Persembahan yang Hidup
Rasul Paulus, dalam surat kepada jemaat di Roma, mengajak kita untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah. Ini berarti hidup kita harus sesuai dengan standar yang Tuhan inginkan. Dari ayat diatas kita melihat Bagaimana car akita untuk Membangun Standar Kehidupan yang Sesuai dengan Firman Tuhan:
1. Berbeda dengan Dunia
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Kita harus berbeda dalam tindakan, kata-kata, dan pemikiran kita. Ini berarti kita harus menjauhi perilaku yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Dunia memiliki standarnya sendiri dan seringkali berbeda dengan apa yang Tuhan standarkan dalam Firman Tuhan.
Percayalah bahwa Firman Tuhan itu bersifat kekal dan Firman Tuhan tidak pernah ketinggalan jaman untuk terus menuntun kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan.
2. Pembaharuan Budi
Kita perlu mengubah pola pikir kita dan mengarahkannya ke arah yang benar. Ini melibatkan pembaharuan pemikiran, sikap, dan nilai-nilai kita, yang sesuai dengan Firman Tuhan. Pembaharuan berarti meninggalkan nilai-nilai yang lama dan mengenakan pola pemikiran yang baru dan diperbaharui oleh Firman Tuhan
3. Mencari Kehendak Allah
Pembaharuan ini didapatkan dengan kerinduan kita untuk selalu mencari kehendak Allah dalam segala hal. Dengan belajar Firman Tuhan dan berdoa, kita dapat memahami apa yang baik, berkenan kepada Allah, dan sempurna. Dalam semua pergumulan kita setiap hari dengan pilihan yang harus kita ambil kita harus terus mencari kehendak Allah dalam doa dan perenungan kita. Libatkan Tuhan dalam semua pilihanmu dan rencanamu.
Yuk kita mengubah standar hidup kita menjadi standar hidup yang berkenan di hadapan Allah. Ubah pikiran dan cara hidup kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Biarlah dalam pekerjaan, pergaulan , keluarga maupun pelayanan kita, standar hidup yang dikejar adalah standar hidup yang sesuai dengan pikiran dan sifat ilahi Tuhan.
Pertanyaan buat kita . .
- Apa yang menjadi standar hidup kita selama ini?
- Apa sudah sesuai dengan firman Tuhan?
Standar hidup kita bukan lagi kesuksesan dan kenyamanan duniawi, melainkan kesuksesan dan kenyamanan yang seturut dengan kehendak Allah.
Jangan Sia-siakan Hidup Kita, Kejarlah Hidup Yang Sesuai Dengan Standar TUHAN, Agar Hidup Kita Penuh Dengan Ketenangan Dan Kemenangan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
AH – TVP