Elohim Ministry umum Bukti Sebuah Iman

Bukti Sebuah Iman



Renungan Harian Selasa, 10 September 2024

Bacaan : Roma 2:17-24

Nats : Yakobus 2:22, Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan- perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna

Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Sebagai orang kristiani, kita sering dituntut untuk “tidak hanya bicara”, tetapi “menjalankan ucapan kita”. Nasihat yang sama juga diungkapkan dalam kata-kata berikut: Jangan biarkan tingkah laku Anda bertentangan dengan iman yang Anda percayai. Pada kesempatan lain kita diingatkan untuk memastikan bahwa hidup kita selaras dengan ucapan kita. Jika perilaku kita tidak selaras dengan pengakuan iman kita, maka ketidakselarasan itu akan menghapuskan kesaksian Injil yang kita sampaikan.

Seperti yang kita ketahui, Mahatma Gandhi tidak pernah menjadi orang kristiani. Namun, ia pernah membuat pernyataan bahwa kita, pengikut Yesus, harus memikirkan hidup dengan baik. Ketika diminta untuk menyampaikan pesan pendek, ia menjawab, “Hidupku adalah kesaksianku.” Kita perlu menjelaskan pesan Injil sejelas mungkin. Namun, penjelasan yang paling jelas sekalipun, tidak akan memenangkan hati yang mendengarnya bagi Tuhan, bila kasih-Nya tidak menyatu dalam hidup kita. Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 11:1, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” Karena ia menempatkan dirinya sebagai teladan, ia menulis dalam Filipi 4:9, “Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

Berdoalah, agar seperti Paulus, kita bisa membuktikan iman kita yang menyelamatkan di hadapan dunia yang sedang menyaksikan hidup kita —Vernon Grounds

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai saksi keselamatan:

1. Percaya Tentang Keselamatan

Seseorang yang menjadi saksi harus percaya dan mengalami sendiri apa yang disaksikannya. Demikian juga mengenai keselamatan. Seorang yang mau bersaksi akan keselamatan haruslah orang yang yakin bahwa dirinya diselamatkan dan hidup dalam keselamatan.

Ada orang sudah dari kecil ke gereja, tetapi ketika ditanya soal keyakinan keselamatan dia masih ragu. Bagaimana mungkin seorang yang masih ragu akan keselamatan mau bersaksi mengenai keselamatan?

Bagaimana dengan saudara? Sudah yakin akan  keselamatan?

Ada yang bicara soal masih banyak dosa, tetapi kita harus ingat bahwa Yesus menebus kita dan menyucikan kita dari dosa. Keselamatan tidak bergantung kepada seberapa besar dosa kita, tetapi bergantung pada iman percaya kita (Yoh 3:16) kepada kasih karunia. Kita diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan hasil usaha kita (Ef 2:8).

Demikian juga ketika kita ingin memperkenalkan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, maka kita juga harus percaya bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan dan juru selamat.

2. Mengerjakan Keselamatan

Keselamatan itu ibarat tiket pesawat yang sudah ada ditangan, tapi masih menunggu jadwal penerbangan. Ada jeda waktu. Kita masih hidup dalam kemah fana di dunia ini. Jeda waktu yang ada adalah untuk persiapan kita menuju hidup yang kekal. Ingat kewargaan kita ada di Sorga, suatu saat kita kembali kesana. Perlu persiapan agar kita terbiasa hidup disana.

Apa hubungannya dengan kesaksian? Ketika orang melihat kita persiapan dan mulai dengan gaya hidup yang berbeda, pasti orang akan melihat dan bertanya. Disitulah kita bisa bersaksi bahwa kita akan pulang ke negara kita. Demikian juga dengan keselamatan. Keselamatan yang kita dapat belum terwujud nyata. Namun dari sekarang kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar. Kita harus mempersiapkan diri kita bagi kehidupan kekal di Surga.

3. Membagikan Keselamatan

Membagikan keselamatan merupakan perintah langsung dari sang pemberi keselamatan.

Matius 28:19-20 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Kendatipun memberikan berita sukacita atau sesuatu yang berharga, namun tidak serta merta mudah dan bisa diterima. Tetapi kita harus tetap memberitakan baik atau tidak baik waktunya.  Ingat bahwa tugas kita adalah memberitakan.

Penting untuk mengingat posisi rohani kita di dunia. Kita sudah diselamatkan dan diberi tugas sebagai agen keselamatan, duta kerajaan SORGA. Pertama kita harus yakin dengan keselamatan yang Tuhan berikan, kedua kerjakan keselamatan itu supaya orang melihat, ketiga beritakan keselamatan itu kepada orang lain.

DUNIA SEDANG MENYAKSIKAN HIDUP KITA

APAKAH MEREKA DAPAT MELIHAT YESUS DALAM DIRI KITA?

TC

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Nehemia pasal 8 dan 9

https://elohim.id/bacaan-alkitab-selasa-10-september-2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *