Renungan Harian Youth, Rabu 18 September 2024
Amsal 23:7, Sebab, seperti orang yang selalu membuat perhitungan dalam hatinya, begitulah dia. “Makan dan minumlah,” katanya kepadamu, tetapi hatinya tidak bersamamu.
Saat kita tumbuh dewasa, kita sering kali tanpa sadar mengubah pilihan yang sebelumnya kita buat. Sikap, perilaku, dan pendapat yang kita miliki bisa berubah dengan cepat. Ini adalah bagian dari proses hidup, dan kita tidak bisa menolak kenyataan bahwa hal ini wajar terjadi seiring bertambahnya usia. Misalnya, saat mata kita mulai kesulitan membaca tulisan kecil, kita mungkin harus memakai kacamata baca agar bisa melihat dengan jelas. Jika kita menolak memakainya, mungkin kita masih bisa membaca, tetapi akan sulit dan tidak nyaman. Sama seperti pilihan memakai kacamata, setiap pilihan yang kita buat akan memengaruhi cara kita melihat dan menjalani hidup. Oleh sebab itu, pikirkanlah dengan saksama dan penuh kebijaksaan setiap pilihan yang diambil.
Setiap perubahan pada pilihan yang diambil baik atau buruknya akan membuatmu juga bisa berubah pada setiap sudut pandang yang dilihat.
Stephen Covey, penulis buku laris “The 7 Habits of Highly Effective People”, berkata, “Jika kamu ingin perubahan kecil dalam hidupmu, ubahlah perilakumu. Tapi jika kamu ingin perubahan besar, ubahlah cara pandangmu.” Perubahan cara pandang memiliki kekuatan yang luar biasa. Contohnya, jika kita memakai kacamata hitam, tiba-tiba seluruh ruangan tampak gelap. Begitu juga dengan hidup kita—cara kita memandang suatu masalah atau situasi akan sangat mempengaruhi bagaimana kita menjalaninya.
Respon terhadap “Panah Kehidupan”
Dalam hidup, kita sering menghadapi tantangan atau “panah-panah” yang dilemparkan kepada kita—masalah, pergumulan, atau kesulitan. Panah ini bisa datang dari Tuhan untuk menguji iman kita dan membuat kita lebih dewasa secara rohani, atau dari iblis untuk mencuri sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan berikan. Bagaimana kita merespons “panah” ini? Jika kita merespons dengan sikap negatif, berarti kita membiarkan iblis mengambil kendali. Namun, jika kita mengubah sudut pandang kita dan merespons dengan iman kepada Tuhan, kita akan melihat masalah dengan cara yang berbeda dan menemukan kekuatan untuk menghadapinya.
Dengan berubahnya sudut pandang maka akan berubah juga cara berpikir dan bersikap dalam menghadapi masalah.
God can carry on His work very well without our help. If our service for God originates out of any idea that we are helping God out of a tight spot, we shall only produce unacceptable results. That service which has its roots in human energy, fleshly wisdom, human ability and natural talents (even at their very best) is totally unacceptable to God.
Ketika kita memilih untuk merespons dengan cara yang positif, kita membuka diri untuk pertumbuhan. Sudut pandang yang baru akan memperluas cara kita melihat hidup dan memperdalam iman kita kepada Tuhan. Seperti seorang petani yang bekerja keras menanam dan merawat tanamannya, kita juga harus berjuang dan berusaha untuk tumbuh secara rohani. Hasilnya tidak akan mengecewakan, karena usaha kita tidak akan mengkhianati hasilnya. Jika kita terus berjuang dan percaya kepada Tuhan, kita akan melihat buah yang baik dalam hidup kita. Setiap dari kita dipanggil untuk menjadi berkat, bukan beban. Jangan biarkan dirimu menjadi sasaran “panah” yang menjatuhkan, tetapi jadilah orang yang memberi kekuatan dan pertolongan bagi orang lain.
Firman Tuhan dalam Amsal 23:7a mengatakan, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia.” Jika kita terus berpikir negatif, kita memberi ruang bagi iblis untuk menipu kita dengan hal-hal buruk yang terlihat baik. Namun, jika kita berpikir dengan cara yang benar sesuai firman Tuhan, kita akan melihat jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Sebagai anak Tuhan, kita harus berpikir dan bertindak dengan tenang dan bijaksana. Berharap dan bersandarlah kepada Tuhan agar setiap tindakan kita menjadi berkat. Jangan biarkan cara berpikir kita menjadi sumber masalah yang menjauhkan kita dari kasih Tuhan. Sebaliknya, mari kita ubah cara pikir kita sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Ketika kita mulai memandang masalah dari sudut pandang yang benar, kita akan melihat solusinya lebih jelas.
Jangan sampai cara berpikir menjadi sumber masalah yang akan menjauhkanmu dari kasih Allah, tapi marilah ubah cara pikir agar sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan.
God’s work has to be a work of faith – that is, one that originates in man’s helpless
dependence upon God. So, it is not a question of how effective our work
is in the eyes of men or in our own eyes.
Ketika kita menghadapi masalah, kita sering kali merasa kecewa jika perubahannya tampak kecil. Namun, alih-alih merasa kecewa, kita seharusnya tetap bersyukur. Yang paling penting adalah mengubah cara pandang kita terlebih dahulu. Sama seperti orang yang memakai kacamata untuk memperbaiki penglihatannya, ketika kita mengubah cara pandang, kita akan melihat hidup dengan lebih jernih. Firman Tuhan mengajarkan bahwa cara pandang kita akan menentukan bagaimana kita menjalani hidup.
Jadi, sebagai remaja dan pemuda, penting bagi kita untuk tidak hanya fokus pada masalah yang ada, tetapi juga pada cara kita memandang masalah tersebut. Dengan mengubah cara pandang kita, kita akan menemukan kekuatan dan sukacita dari Tuhan, dan kita akan mampu menghadapi setiap tantangan dengan penuh iman. Ingat, perubahan besar dalam hidup dimulai dari perubahan kecil dalam cara kita melihat dunia.
Berfokuslah kepada Tuhan dan biarkan Dia mengarahkan hidupmu ke jalan yang penuh kemenangan.
Bukankah firman Tuhan mengajarkan kita bahwa cara pandang kita akan menentukan seperti apa kehidupan kita?
Have a nice day and God Bless
LW – NDK
aminnn 🤗