Elohim Ministry umum Move On – Bergerak Maju

Move On – Bergerak Maju



Renungan Harian, Jumat 11 Oktober 2024

Ayat Pokok: Filipi 3:13-14 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Shalom, Selamat pagi bapak, ibu, dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Hidup kita adalah sebuah perjalanan, dan Tuhan menghendaki kita untuk move onbergerak maju. Hidup ini harus terus maju ke depan, seperti perjalanan bangsa Israel melalui padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Meskipun mereka mengalami berbagai tantangan – manna yang diberikan Tuhan setiap pagi, daging burung puyuh yang melimpah, dan air dari batu karang – tujuan mereka bukan untuk tinggal di padang gurun. Mereka dipanggil untuk maju menuju Tanah Kanaan, meski di depan ada peperangan yang harus dihadapi.

Bayangkan seorang pria yang sedang menikmati liburan di pantai. Ia menyewa speedboat dan asyik mengabadikan pemandangan dengan ponselnya. Namun, tiba-tiba ponselnya terjatuh ke laut. Pria itu sangat sedih, tetapi dia menyadari bahwa menyelam untuk mengambilnya bisa membahayakan nyawanya. Dengan bijaksana, dia memilih untuk merelakan ponselnya dan bersyukur karena bukan dirinya yang jatuh ke laut. Pria ini berhasil move on, karena dia tahu bahwa ada hal yang lebih penting dari apa yang hilang. Sebaliknya, ada seorang pemuda kaya dalam Alkitab yang bertanya kepada Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Ketika Yesus memintanya menjual segala harta miliknya dan membagikannya kepada orang miskin, pemuda itu pergi dengan hati yang gelisah karena dia sangat terikat pada kekayaannya. Pemuda ini tidak mau move on dari hal-hal duniawi yang mengikat hatinya.

Belajar Merelakan untuk Maju

Seperti kedua ilustrasi di atas, kita diingatkan bahwa merelakan apa yang kita anggap berharga dan nyaman adalah langkah penting dalam perjalanan menuju tujuan hidup yang Tuhan tetapkan. Terkadang, hal-hal yang membuat kita merasa nyaman bisa menjadi penghalang terbesar dalam bergerak maju. Memilih untuk move on berarti berani melepaskan sesuatu, meskipun berat, demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Mengambil Pelajaran dari Perjalanan Bangsa Israel

Perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Tanah Perjanjian adalah salah satu contoh paling kuat dalam Alkitab tentang pentingnya bergerak maju. Alkitab mencatat perjalanan panjang mereka dalam empat kitab utama:

  • Kitab Keluaran: Menceritakan pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir dan awal perjalanan mereka di padang gurun.
  • Kitab Imamat: Berfokus pada waktu mereka di Gunung Sinai, ketika mereka menerima hukum-hukum Tuhan.
  • Kitab Bilangan: Sebagian besar mencatat perjalanan panjang mereka di padang gurun menuju Tanah Perjanjian.
  • Kitab Ulangan: Menggambarkan saat mereka hampir memasuki Tanah Perjanjian di bawah pimpinan Yosua.

Perjalanan bangsa Israel mengajarkan kita bahwa hidup ini tidak hanya soal keluar dari perbudakan, tetapi juga bergerak maju menuju janji Tuhan. Meskipun perjalanan itu penuh tantangan, tujuan akhir mereka adalah Tanah Perjanjian.

Membangun Iman melalui Pelajaran di Padang Gurun

Mengapa Tuhan mengizinkan bangsa Israel menghabiskan waktu begitu lama di padang gurun? Alasannya adalah iman mereka harus dibangun dan diperkuat. Selama perjalanan itu, mereka jatuh bangun – menyembah anak lembu emas, mengeluh tentang makanan, memberontak terhadap pemimpin mereka, dan akhirnya menolak untuk percaya pada janji Tuhan. Ketidakpercayaan ini menyebabkan mereka harus mengembara selama 40 tahun di padang gurun sampai generasi yang tidak taat itu meninggal dunia. Bukankah kita juga sering kali seperti bangsa Israel? Tuhan menghendaki kita untuk melangkah maju dengan iman, tetapi sering kali kita menolak. Kita lebih memilih untuk tetap dalam zona nyaman kita, terikat pada masa lalu, dan takut terhadap masa depan yang Tuhan janjikan.

Belajar dari Kesalahan Israel: Anak Lembu Emas dan Tanah Kanaan

Salah satu dosa besar Israel adalah ketika mereka membuat patung anak lembu emas saat Musa berada di Gunung Sinai. Ketika Tuhan meminta kita untuk menunggu, kadang kita tergoda untuk mencari solusi sendiri dan menjauh dari Tuhan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa saat Tuhan memanggil kita untuk beriman dan menanti, kita harus tetap percaya pada janji-Nya.

Begitu juga ketika mereka mencapai Tanah Kanaan, para pengintai yang diutus untuk melihat negeri itu justru dipenuhi rasa takut dan tidak percaya pada janji Tuhan. Mereka melihat raksasa dan tantangan yang tampaknya tidak bisa diatasi, dan memilih untuk tidak maju. Tuhan memanggil kita untuk bergerak maju meskipun tantangan di depan tampak besar. Iman adalah kunci untuk maju, bahkan ketika kita tidak tahu apa yang menanti di depan.

Move On dengan Iman Percaya

Setiap kita memiliki padang gurun dalam hidup kita – tempat di mana iman kita diuji dan dibentuk. Apa pun bentuk padang gurun itu, apakah itu keputusan untuk mengikuti panggilan Tuhan, mengambil langkah berani dalam karier, atau menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan ketidakpastian, Tuhan memanggil kita untuk move on, melangkah maju dengan iman percaya kepada-Nya.

Move On atau Tetap Terjebak di Masa Lalu?
Berapa kali Tuhan meminta kita untuk bergerak maju, tetapi kita menolak karena kita terlalu terikat pada kenyamanan atau rasa takut? Move on berarti melepaskan apa yang ada di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapan kita, seperti yang Paulus katakan dalam Filipi 3:13-14. Tuhan menghendaki kita untuk bergerak maju ke depan, mempercayai bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa pun yang kita tinggalkan di masa lalu.

Dalam perjalanan iman kita, Tuhan memanggil kita untuk move on – untuk terus bergerak maju, melangkah dengan iman, dan mempercayakan seluruh perjalanan hidup kita kepada-Nya. Jangan takut untuk merelakan apa yang telah berlalu, karena Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik di masa depan.

Apakah kita sudah siap untuk melangkah maju bersama Tuhan? Apakah kita bersedia meninggalkan kenyamanan masa lalu dan bergerak maju ke arah janji-Nya? Mari kita belajar dari bangsa Israel yang harus mengalami banyak pelajaran dalam perjalanan mereka, dan mari kita dengan iman dan keberanian berjalan menuju tujuan hidup yang Tuhan tetapkan.

Tuhan Yesus memberkati

Pdt. Budi Wahono

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 6 – 8

https://elohim.id/bacaan-alkitab-jumat-11-oktober-2024/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *