Elohim Ministry umum Bagi Kemuliaan-Nya

Bagi Kemuliaan-Nya



Renungan Harian, Jumat 18 Oktober 2024

Manusia Telah kehilangan kemuliaan Tuhan. Namun Kerinduan Tuhan adalah kemuliaan Tuhan dipenuhi di seluruh alam semesta dan seluruh bumi. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”(Yesaya 6:3).

Apa yang di maksud dengan kemuliaan Tuhan? dalam bahasa Ibrani adalah “KABOT”, yang artinya KUALITASNYA TUHAN. Sejak hadirnya dosa, dunia mengalami perubahan kualitas, yang memenuhi dunia saat ini bukan lagi kualitas Kemuliaan Tuhan, tetapi Kualitas Dunia atau Kualitas kejahatan dosa.

Sebagai manusia, kita sering kali bertanya-tanya, untuk apa kita diciptakan? Apa tujuan dari keberadaan kita di dunia ini? Jawabannya terletak dalam kebenaran Alkitab yang menegaskan bahwa kita diciptakan bagi kemuliaan Allah. Tuhan tidak menciptakan kita secara kebetulan. Keberadaan kita adalah bagian dari rencana besar Allah untuk memancarkan kemuliaan-Nya di seluruh ciptaan.

2 Tim. 3:1-5 menyatakan kualitas dunia yang banyak terjadi disekitar kita, dan mencemari manusia , dimana Manusia lebih mencintai diri sendiri, menjadi Hamba uang dan melawan Tuhan, Sombong dalam kehidupan, Tidak bersyukur dan tidak berterima kasih serta tidak mau berdamai dengan Tuhan. Tuhan mau kita sebagai Orang percaya untuk tidak tercemar oleh kualitas Dunia ini, tetapi kita harus tetap memiliki kemuliaan Tuhan sehingga hidup kita dapat MEMANCARKAN Kemuliaan Tuhan bagi sekitar kita. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

SIAPAKAH diri Kita, sehingga dunia MENGENAL-NYA ?

1. Sebagai Anak Anak Tuhan,

Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Dalam Efesus 5, Paulus memberikan petunjuk bagaimana kita harus hidup dengan pemahaman tersebut: sebagai “anak-anak Allah yang dikasihi-Nya … hidup kita harus dijiwai oleh kasih, sebagaimana Kristus mengasihi kita” (ayat 1-2).

Allah juga menggunakan kita dalam kelemahan kita untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya. 2 Korintus 12:9 mengajarkan bahwa kekuatan Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahan kita. Ini menunjukkan bahwa bukan kehebatan atau kemampuan kita yang penting, melainkan bagaimana Tuhan bekerja melalui kita. Saat kita bergantung pada-Nya, kemuliaan-Nya akan terlihat semakin nyata dalam hidup kita.

2. Sebagai CiptaanNYA yang mulia, dan Berharga

Berdasarkan kitab Kejadian 1:26 Allah menciptakan manusia “tepat menurut gambar dan rupa Allah” Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Menurut catatan Alkitab, dari segala sesuatu yang diciptakan Allah, hanya manusialah yang diciptakan menurut “gambar dan rupa Allah” dan inilah yang membedakan manusia dengan semua ciptaan yang lain. Manusia memiliki KEMULIAAN Allah

3. Sangat Berharga

Yesaya 43:4, Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Di sinilah terletak keistimewaan manusia di hadapan Allah, memiliki hubungan persekutuan yang erat dengan Allah. Dan hubungan yang erat dan harmonis ini juga menjadi sebuah keistimewaan yang dimiliki manusia sebagai ciptaan Allah.

Dalam Yesaya 43:7, Allah berfirman: “Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan juga Kujadikan.” Ayat ini menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk memuliakan Allah. Kita adalah alat yang dipilih-Nya untuk menyatakan keagungan dan kemuliaan-Nya di dunia ini. Segala sesuatu dalam hidup kita – baik dalam tindakan, perkataan, maupun sikap – dipanggil untuk mencerminkan kemuliaan Tuhan.

4. Yang Dikasihi Tanpa Syarat, dan yang DIAMPUNI

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan mengasihi kita tanpa syarat. DIA mengasihi kita walau ketika kita sedang berdosa.

Apa artinya bagi perjalanan hidup kita sebagai orang percaya ?

Tuhan memberikan bagi kita cinta tanpa syarat, dan ketika kita menerima cinta tanpa syarat, kita menemukan bahwa kita menemukan kekuatan dalam diri kita, kita menemukan harapan, keberanian, percaya diri karena diKASIHI

Roma 5:8, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. 

Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

5.Yang Diampuni

Kepada orang berdosa, Ia berkata: “Aku pun tidak menghukum engkau. Yang lalu biarlah berlalu. PERGILAH DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI MULAI DARI SEKARANG”!

Perhatikan di sini: Tuhan tidak hanya berkata “Aku pun tidak menghukum engkau”, tetapi Ia juga berkata “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”. Jadi, Ia mengharapkan sesuatu dari orang berdosa, yaitu untuk pergi dan jangan berbuat dosa lagi.

Biarlah kita bersyukur atas pengampunan-Nya dan tidak menganggap ringan belas kasihan-Nya, biarlah kita bersungguh-sungguh menghargainya dan berusaha untuk berjalan dalam kebenaran mulai dari sekarang

6. Sebagai Ahli Waris

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama- sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:17).

Hak ini membuat status kita sebagai orang percaya menjadi sangat istimewa dan sempurna, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur dan mengarahkan hidup kita kepada kehendak Allah.

Dunia harus mengenal DIA, melalui hidup kita yang benar !

Mari kita ingat bahwa setiap langkah dalam hidup ini, baik besar maupun kecil, adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Biarlah hidup kita menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Nya, mencerminkan kasih, kebenaran, dan kuasa-Nya kepada dunia.

Pdt. Budi Wahono

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 23-25

https://elohim.id/bacaan-alkitab-jumat-18-oktober-2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *