Renungan Harian Youth, Kamis 14 November 2024
Yesaya 38:1-6, Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.
Kesempatan adalah sesuatu yang timbul karena adanya peluang dan kesempatan tidak datang secara berulang. Kesempatan itu selalu muncul setiap waktu tanpa disadari namun sering kali terlewati. Melalui kisah kesembuhan dari Raja Hizkia, ada banyak hal yang bisa kita pahami cara-cara Allah dalam mengerjakan tujuan-Nya bagi orang-orang yang dikasihi-Nya.
Kesempatan dari Tuhan adalah anugerah Allah yang bisa kita manfaatkan untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi sesuai dengan yang Tuhan inginkan.
Rekan-rekan youth, Allah sudah berkata kepada Hizkia bahwa ia “akan mati, tidak akan sembuh lagi” (1). Namun karena Hizkia berdoa dan menangis dengan sangat (2-3), Allah kemudian memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi (5).
Yang menarik untuk kita perhatikan adalah, mengapa Tuhan memberi vonis, padahal Dia juga mau memberi kesempatan 15 tahun lagi? Sebenarnya Tuhan bisa saja langsung berikan. Tapi kisah ini memberikan pemahaman kepada kita tentang keberadaan manusia secara langsung
BAHWA TANPA TUHAN MANUSIA TIDAK BISA BERBUAT APA-APA.
Dan kisah ini memberikan arahan bagi kita untuk dapat mengenal Tuhan dan tujuanNya di dalam hidup kita. Hizkia mendapat kesempatan dari Tuhan, dan melalui kisah ini, kita dapat memahami tujuan Allah Ketika kita diberikan kesempatan oleh-Nya:
- Supaya manusia merespon Firman Tuhan
Jika perkataan Tuhan melalui Yesaya tidak disampaikan; maka tidak akan ada sesuatu yang berubah. Hizkia mungkin tidak akan menerima kabar bahwa umurnya hanya sesaat lagi. Namun Hizkia memberikan respon yang baik Ketika menerima Firman Tuhan melalui nabi Yesaya.
Hizkia Tidak ada keberatan. Tidak tidak marah kepada Tuhan dan menjauh dari Tuhan. Hizkia mengerti bahwa ketetapan Allah menjadi ketentuan yang berlaku dalam hidupnya. Kita yang menerima firman Tuhan; dalam segala keadaan kita; baik atau buruk pesan yang disampaikan; bahkan baik atau buruk kondisi kita yang terlebih dahulu dinantikan Allah adalah respon kita.
Berbahagialah mereka yang mendengar dan melakukan firman Tuhan. - Supaya manusia konsisten hidup dalam pertobatan
Hizkia sempat membahas tentang kehidupannya yang memiliki track record yang baik. Dan di dalam doa Hizkia, dia mengutarakan bagaimana dia telah hidup; cara dia hidup; dan dia percaya bahwa Tuhan memperhatikan kehidupannya.
Hal ini memang baik dan harus kita lakukan selama kita hidup; dan Apapun yang telah kita kerjakan di dunia ini, biarkan Tuhan yang menilai segala perbuatan kita. Segala perbuatan kita yang benar dihadapan Tuhan, harus terus kita kerjakan di dalam ketulusan, ketaatan, dan kesetiaan kita. - Supaya manusia tidak berhenti berseru kepada Tuhan di dalam doa
Hizkia percaya bahwa Tuhan memperhatikan doa orang yang hancur hatinya. Ini adalah keyakinan yang didasari oleh pengenalan yang benar dan hubungan yang erat dengan Tuhan;
Kita harus mengerti bahwa doa bukanlah alat untuk menukar kebutuhan kita ; tetapi doa harus menjadi alat komunikasi yang membuat kita selalu terhubung dengan Tuhan. Hizkia bahkan tidak meminta kesembuhan , Hizkia memohon anugerah dan belas kasihan dari Tuhan. Dan Tuhan sangat paham apa yang menjadi kerinduan Hizkia. Artinya Tuhan paham kok kenapa kita berseru kepada Tuhan.
Mari jadikan doa sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban, dan karena kita sungguh-sungguh membutuhkan Tuhan, imani dan percayai bahwa doa kita akan didengar Tuhan. Dan apapun jawaban doa, itu yang terbaik dari Tuhan. Satu hal yang utama, kita tetap menghadapi semuanya dengan melibatkan Tuhan. - Supaya kita sadar dengan kehadiran Allah di dalam hidup kita
Tuhan sudah menjamin hidup orang-orang yang dikasihiNya dengan perlindungan yang kuat. Dalam kisah Hizkia ini, kita mendapati bahwa Bukan hanya kesembuhan, bukan hanya umur yang Panjang, tapi Hizkia juga merasakan perlindungan Tuhan di hari-hari yang ia akan jalani dalam masa perpanjangan usianya.
Berkat yang sama juga akan kita nikmati dalam kita memanfaatkan kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita.
Rekan-rekan youth, hidup adalah sebuah anugerah besar dari Tuhan. Kisah Hizkia ini mengingatkan kita bahwa hanya mereka yang hidup yang memiliki kesempatan untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan. Setiap napas yang kita ambil adalah kesempatan untuk mengakui dan menghargai kasih karunia-Nya dalam hidup kita.
Setiap hari adalah kesempatan yang baru untuk menunjukkan rasa syukur kita. Setiap hari adalah kesempatan untuk memberikan kesaksian tentang kasih dan kesetiaan-Nya.
Tetap Semangat, Tuhan Yesus Memberkati
RM – SCW