Renungan Harian Anak, Jumat 13 Mei 2024
Syalom, adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus! Bagaimana kabar kalian hari ini? Kakak berdoa agar kalian semua dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Sebelum memulai aktivitas, mari kita merenungkan firman Tuhan tentang bagaimana kita belajar membalas kejahatan dengan kebaikan.
Adik-adik Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu membutuhkan bantuan, tetapi ia pernah berbuat jahat kepadamu? Mungkin, kamu akan merasa sulit untuk menolongnya. “Kenapa aku harus membantu? Bukankah dulu dia pernah menyakitiku?” pikirmu. Kadang-kadang, rasanya lebih mudah untuk membalas perbuatannya yang jahat dengan hal yang sama. Kita mungkin berpikir bahwa itu adalah cara agar dia kapok. Tapi, adik-adik, tahukah kamu bahwa Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni? Dia tidak hanya meminta kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi juga untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Yesus sendiri telah memberi teladan. Walaupun banyak orang membenci-Nya, mencaci-Nya, bahkan menyakiti-Nya, Yesus tetap mengasihi mereka. Dia tetap mendoakan dan mengampuni mereka.
Bagaimana kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan?
Firman Tuhan dalam Amsal 25:21 berkata: “Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.”
Jadi, jika kamu melihat temanmu yang pernah berbuat salah padamu sedang lapar, berikanlah makanan. Jika dia haus, berikanlah minum. Dengan cara ini, kamu sedang mengikuti ajaran Yesus untuk mengasihi dan mengampuni.
Ada seorang anak bernama Niko. Suatu hari, temannya, Ari, memecahkan mainan kesayangan Niko dan yang membuat jengkel adalah dia tidak mau meminta maaf. Niko sangat marah, tetapi dia memilih untuk berdoa agar hatinya dikuatkan supaya tidak membalas perbuatan Ari. Beberapa hari kemudian, Niko melihat Ari kesulitan membawa tas yang berat. Walaupun masih kesal, Niko ingat Firman Tuhan untuk tidak menyimpan kemarahan, tetapi mengampuni bahkan lebih dari itu yaitu membalas dengan kebaikan. Akhirnya Dia menawarkan bantuan kepada Ari “Terima kasih, Niko,” kata Ari dengan sedikit malu. Sejak hari itu, Ari berubah dan meminta maaf kepada Niko atas apa yang dia lakukan.
Adik-adik, dengan berbuat baik kepada orang yang berbuat salah kepada kita, kita sedang menunjukkan kasih Yesus. Tuhan Yesus akan memakai kebaikan kita untuk menyentuh hati orang lain. Jika ada teman yang pernah menyakiti hati kita, cobalah memaafkannya. Ketika dia membutuhkan bantuan, beranikan diri untuk menolong. Dengan begitu, kamu menjadi anak Tuhan yang taat dan mencerminkan kasih-Nya.
Ayat Hafalan:
Amsal 25:21 “Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.”
Komitmenku Hari Ini:
Aku mau belajar membalas kejahatan dengan kebaikan dan mengampuni teman yang menyakitiku, seperti Tuhan Yesus mengampuni dan mengasihiku.
Adik-adik, ingatlah bahwa kebaikan yang kamu tunjukkan kepada orang lain adalah bukti kasih Tuhan yang nyata dalam hidupmu. Yuk, kita mulai hari ini dengan penuh kasih dan menjadi berkat bagi sesama. Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu menyertai kalian! 😊
YNP – YC