Renungan Harian Youth, Rabu 08 Januari 2025
Yosua 1;7, Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi
Data dari Integraded Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia per 5 Agustus 2024 naik tajam, yaitu 79.220 kecelakaan. Penyebab utama kenaikan kecelakaan adalah kurangnya disiplin pengendara kendaraan bermotor dalam menaati rambu-rambu lalu lintas. Ada banyak pelanggaran terjadi yang mengakibatkan kecelakaan. Ketaatan dalam mengikuti rambu lalu lintas akan memberikan keselamatan kepada pengendara kendaraan bermotor.
Rekan-rekan youth, Kita butuh pertolongan dan penyertaan TUHAN dalam menjalani perjalanan kita sepanjang tahun ini. Mengapa? Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Di dalam kehidupan kita, sebetulnya Allah sudah memberikan rambu-rambu agar kita bisa hidup bahagia dan damai. Rambu-rambu tersebut adalah perintah-perintah-Nya. Jika kita menaati perintah atau ketetapan yang Tuhan berikan bagi umat-Nya, kita akan menikmati berkat-berkat Tuhan secara luar biasa. Sayangnya, tidak semua umat Allah taat dengan apa yang Allah sudah tetapkan sehingga hidup mereka mengalami banyak kesulitan.
Jika kita memperhatikan bagaimana Tuhan menyertai Yosua, maka kita akan mendapati cara Tuhan bekerja sangatlah tidak masuk akal. Jikalau pikiram Yosua tidak selaras dengan pikiran Tuhan, maka Yosua tidak akan melihat perbuatan Tuhan yang ajaib. Pada saat Yosua berdiri di seberang sungai Yordan, ia yakin Allah akan membuat perjalanannya berhasil. Meskipun para raksasa ada di seberang sungai, Yosua percaya memiliki Allah yang menyertainya.
Satu hal yang perlu diingat adalah Tuhan telah berjanji akan selalu menyertai kita, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu…”
Di ayat 7, Allah menasihati Yosua: “bertindaklah hati-hati,” dan “janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.” Ini adalah langkah, cara, jalan, dan petunjuk yang Tuhan berikan kepada Yosua, tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin. Di ayat 9, Tuhan menghibur Yosua: “sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Ini adalah janji perlindungan bahwa Allah akan selalui menyertai Yosua.
Menjadi pengganti Musa, Yosua mengemban tugas berat untuk memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan. Dia harus memimpin perjalanan sebuah bangsa dengan rasa aman, bahkan juga harus bisa membawa bangsa Israel pada kemenangan ketika harus menghadapi bangsa lain. Tetapi dalam tugas berat yang dihadapinya tersebut, Allah menyatakan diri-Nya kepada Yosua, dan berjanji akan senantiasa menyertai setiap langkahnya. Oleh karena itulah, maka Yosua harus menguatkan dirinya dan meneguhkan hatinya, untuk tidak takut dan ingkar dari tugasnya.
Allah juga mengingatkan Yosua untuk selalu taat dengan apa yang sudah Tuhan perintahkan. Allah meminta Yosua bertindak sesuai dengan firman Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Jika Yosua sungguh-sungguh setia dan taat, Dia berjanji akan menyertai Yosua ke mana pun ia pergi dan ia akan menjadi orang beruntung. Kata “beruntung” dalam bahasa aslinya menggunakan kata sakal, yang artinya bukan hanya berhasil atau berbahagia, tetapi juga berakal budi, bijaksana, dan punya pemahaman yang baik.
Jika kita mau sampai ke tujuan dimana Tuhan telah tetapkan, maka inilah yang harus kita perhatikan:
- terus belajar melakukan ketaatan
- bertindak hati-hati sesuai firman Tuhan dan
- janganlah menyimpang.
Segera kembali ke jalan yang benar setelah sadar ada di jalan yang salah, jangan tunda berlama-lama untuk tetap ada di jalan yang salah.
Jangan tunda ketaatan, semakin lama ditunda, semakin lama kembali ke jalan yang benar yang membawa kita ke tujuan dimana Tuhan sudah tetapkan.
Jika tidak yang rugi kita sendiri, kita yang mengambil keputusan apakah akan segera kembali ke jalan yang benar supaya lebih cepat tiba di garis kemenangan yang sudah diberikan atau masih mau bertahan di jalan yang salah dan akhirnya menunda kesempatan untuk menikmati kemenangan yang Tuhan sudah berikan.
Tuhan sudah memberikan peringatan ini karena Dia tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak rintangan dan cara Tuhan memimpin mereka terlihat “aneh”. Tuhan tidak membawa mereka ke tanah perjanjian melewati jalan pintas yang tidak ada rintangan. Tuhan membawa mereka berhadapan dengan kesulitan, kesukaran, hal-hal yang kelihatannya tidak mungkin dan itulah sebabnya Tuhan katakan dan perintahkan sampai berulang-ulang untuk kuat dan teguh.
Bayangkan ketika mereka tiba di sungai Yordan yang arusnya deras, mereka harus mencelupkan kaki terlebih dulu supaya air sungai terbelah dan mereka bisa lewat, ini sebuah tindakan iman (Yosua 3). Mereka disuruh mengelilingi tembok Yerikho, sebuah proses yang “tidak masuk di nalar manusia” tapi itulah yang Tuhan lakukan (Yosua 6). Kita juga diperhadapkan dengan badai dan cara penyertaan Tuhan seringkali tidak masuk di akal karena Dia mau setelah kita semua melewati badai dan sampai ke tujuan dengan selamat, semua kemuliaan bukan berdasarkan kekuatan kita, semuanya karena DIA.
Rekan-rekan youth, Kita semua mau beruntung seperti di atas, bukan! Tapi seringkali, kita mau beruntung, tetapi tidak tahu diuntung. Kita mau berkat, tetapi tidak mau taat. Seperti Yosua, jika kita ingin disertai dan diberkati oleh Allah, kita harus taat pada firman Tuhan. Jangan suka main-main dan mencari jawaban di luar Tuhan, hanya Kristus yang harus kita ikuti dan taati.
Mengawali tahun yang baru ini, marilah mengambil komitmen untuk setia dan taat kepada Tuhan Yesus. Arahkan hati hanya kepada Tuhan, Dia harus menjadi batu penjuru dari
setiap keputusan kita di tahun ini.
Saat kita menggantungkan hidup kepada-Nya, niscaya kita akan menjadi orang yang beruntung. Keberuntungan bukan sebuah kebetulan, tetapi buah dari ketaatan kepada Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – IT