Renungan Harian Youth, Jumat 17 Januari 2025
Ayat Pokok: Markus 4:40 “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?'”
Shalom, rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus!
Setiap orang pasti pernah merasa takut. Rasa takut adalah emosi yang wajar sebagai manusia. Namun, di dalam Markus 4:35-41, kita diajarkan sesuatu yang mendalam tentang bagaimana menghadapi ketakutan dengan iman.
Kisah Yesus Menenangkan Angin Ribut
Saat Yesus dan murid-murid-Nya menaiki perahu menuju seberang danau, mereka menghadapi taufan dahsyat. Ombak besar menyembur masuk ke dalam perahu hingga hampir tenggelam. Di tengah kekacauan itu, Yesus malah tidur di buritan perahu. Buritan adalah tempat pengendalian perahu—simbol bahwa Yesus sebenarnya memegang kendali atas situasi tersebut, meskipun tampaknya Dia tidak peduli.
Ketakutan para murid begitu besar hingga mereka membangunkan Yesus dengan seruan putus asa: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun dan menenangkan angin ribut dengan berkata: “Diam! Tenanglah!” Seketika itu, angin mereda, dan danau menjadi teduh. Namun, Yesus kemudian menegur murid-murid-Nya: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?“
Belajar dari Ketakutan Murid-Murid
Yesus tidak menegur mereka karena merasa takut, tetapi karena mereka begitu takut—ketakutan yang berlebihan hingga melupakan iman mereka kepada Yesus. Ketakutan yang berlebihan sering kali muncul karena kurangnya kepercayaan kepada Tuhan. Ketika murid-murid melihat badai, mereka langsung dikuasai oleh rasa takut. Mereka lupa bahwa Yesus, Sang Pencipta alam semesta, ada bersama mereka di perahu. Ketakutan mereka membuat mereka mempertanyakan perhatian Yesus: “Guru, Engkau tidak peduli?”
Bukankah ini sering terjadi dalam hidup kita? Ketika kita menghadapi badai kehidupan—entah itu masalah keluarga, keuangan, kesehatan, atau tekanan lainnya—kita mudah merasa takut dan mulai meragukan penyertaan Tuhan.
Yesus di Buritan Hidup Kita
Kisah ini mengingatkan kita untuk membiarkan Yesus mengambil tempat di “buritan” hidup kita. Buritan adalah simbol kendali. Saat Yesus berada di tempat kendali, hidup kita berada dalam perlindungan yang aman.
Ketakutan yang berlebihan sering muncul karena kita mencoba mengendalikan hidup dengan kekuatan sendiri. Namun, ketika kita menyerahkan kendali kepada Tuhan, kita akan merasakan damai yang melampaui segala akal.
Firman Tuhan dalam Mazmur 46:2 berkata:
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan yang sangat terbukti.”
Mengatasi Ketakutan dengan Iman. Apa yang bisa kita lakukan ketika rasa takut yang bisa tiba-tiba dating Bersama dengan masalah yang menantang hidup kita?
1. Ingat siapa Tuhan kita.
Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang berkuasa atas segalanya. Sama seperti Yesus menenangkan badai, Dia mampu menenangkan badai dalam hidup kita.
2. Berdoa dan serahkan kendali kepada-Nya.
Ketika ketakutan melanda, datanglah kepada Tuhan dalam doa. Filipi 4:6-7 berkata:
“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Berdoa bukan hanya sekedar pemanis kerohanian kita, namun dengan sungguh ada kuasa doa. Ketika kita berdoa kita sedang mengarahkan hati dan pikiran kita dari ketakutan kepada Tuhan.
3. Bangun iman melalui firman Tuhan. Firman Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Roma 10:17 berkata: “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Ketika kita memiliki Firman dalam hati dan pikiran kita, maka hati kita tidak dikuasai logika kemanusiaan kita yang lemah namun sebaliknya Firman itu akan membangkitkan Iman dalam kehidupan kita
4. Percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Ibrani 13:5 berkata: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Situasi apapun yang sedang engkau hadapi, kebenaran ini harus kita pegang teguh. Mungkin kita tidak merasa ada kehadiran Tuhan dalam masalah kita. Namun dengan mata Iman kita melihat bahwa ada tangan Tuhan yang senantiasa memegang tangan kita
Ketika Anda menghadapi ketakutan, berhentilah sejenak untuk berdoa dan serahkan semua kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Yesus ada bersama Anda di “perahu” kehidupan Anda. Dengan iman kepada-Nya, kita bisa melewati badai apa pun.
Ketika kita takut, biarkan Yesus menjadi pengendali hidup kita. Dalam naungan-Nya, kita akan menemukan kedamaian dan kekuatan untuk menghadapi badai kehidupan.
Tuhan Yesus memberkati!
YNP – TVP
Amin sangat luar biasa Tuhan kita. Ada kuasa. Dan Dia ada rencana yg terbaik kepada kehiduaan kita