Renungan Harian Youth, Senin 24 Februari 2025
Pengkhotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Semua orang menginginkan hal-hal yang membahagiakan. Dengan hikmat, kuasa dan kerja keras, banyak orang berpikir bahwa mereka akan dapat mewujudkan apa yang mereka harapkan. Akan tetapi, kenyataan tidak selalu demikian.
Pengkhotbah mengamati bahwa dalam hidup ini, terjadi banyak hal yang tidak sama dengan apa yang kita harapkan, karena untuk segala sesuatu ada waktunya.
Kitab Pengkhotbah ditulis oleh Raja Salomo, yang merenungkan makna hidup berdasarkan pengalamannya. Kitab ini sering menyoroti kefanaan hidup dan keterbatasan manusia dalam memahami rencana Allah. Pasal 3 berbicara tentang waktu, menunjukkan bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Tuhan.
Perkataan “ada waktu” untuk segala sesuatu menunjukkan bahwa manusia tidak berkuasa atas terjadinya hal-hal itu. Oleh karena itu, untuk hal yang tidak kita inginkan pun, hal itu akan tetap terjadi. Jadi, sebenarnya, manusia tidak berkuasa atas hidupnya sendiri. Pengkhotbah memperlihatkan bahwa Allah terlibat dalam segala peristiwa (3:10). Kita harus menyesuaikan diri dengan waktu dan rencana Allah. Apa yang kita lihat dan alami saat ini memiliki batas. Sama seperti seseorang yang kebingungan saat melihat seorang pemahat “merusak” sebongkah kayu besar di pinggir jalan yang biasa digunakan untuk duduk. Pemahat itu mencoret-coret dengan pisau di tangannya. Bahkan, sang pemahat memotong-motong kayu itu, sehingga dia menegurnya. “Hai pemahat, mengapa kamu merusak kayu yang bagus dan berguna ini?” Namun, sang pemahat itu tetap melanjutkan aktivitasnya. Akhirnya, terlihatlah sebuah karya yang sangat indah yang harganya mahal.
Bahwa segala sesuatu terjadi oleh karena memang sudah masa dan waktunya.
Paling tidak diberitahukan dalam Pengkhotbah 3: 2-8. Segala sesuatu meliputi lahir, meninggal, menanam, Mencabut, dan demikian seterusnya. Jika ini bicara segala sesuatu, pastilah ini juga berlaku bagi masa dan waktu yang sekarang ini sedang dihadapi umat Tuhan. Dari Firman Tuhan yang dibaca ini dapat diambil beberapa pengertian:
1. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”
Frasa ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki kendali penuh atas waktu dan peristiwa dalam hidup manusia. Kata “indah” dalam bahasa Ibrani (יָפֶה, yapheh) bisa berarti “baik”, “tepat”, atau “sempurna”. Ini mengindikasikan bahwa segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi adalah yang terbaik, meskipun kita belum melihatnya.
Kadang kita merasa sesuatu terjadi terlalu cepat atau terlalu lambat, tetapi Tuhan tahu kapan waktu yang paling tepat.
2. “Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka”
Manusia diciptakan dengan kesadaran akan waktu yang lebih besar daripada sekadar kehidupan di dunia ini. Kata “kekekalan” (עֹלָם, olam) menunjukkan bahwa manusia memiliki kerinduan untuk memahami sesuatu yang lebih dari kehidupan duniawi.
Ini menjelaskan mengapa manusia selalu mencari makna hidup, bertanya tentang masa depan, dan memiliki keinginan untuk sesuatu yang lebih dari sekadar hal-hal duniawi.
3. “Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir”
Ada keterbatasan dalam pemahaman manusia terhadap rencana Tuhan. Kita hanya bisa melihat sebagian dari pekerjaan Tuhan, tetapi tidak bisa memahami keseluruhan gambaran besar yang Dia rancang.
Ini mengingatkan kita untuk percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita tidak mengerti apa yang sedang Dia lakukan dalam hidup kita.
Dari setiap peristiwa dalam waktu dan masa ini kita tahu sebagai anak-anak muda Kristen bahwa ada sebuah siklus (perputaran waktu dan masa) dan pasti semua ini akan berlalu. Dari peristiwa ini juga kita Tahu ada campur tangan Tuhan atas segala sesuatu yang kita kerjakan, oleh karenanya kerjakanlah tugas tanggung jawab kita sebagai anak Tuhan dengan sungguh-sungguh dan harus sadar bahwa itu semua pemberian Allah.
Dari renungan diatas, ada beberapa hal yang perlu kita kerjakan:
• Belajar Bersabar:
Tuhan punya waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Jangan terburu-buru atau frustrasi ketika doa belum terjawab.
Sabar bukan berarti pasif, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita.
Roma 8:25 – “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”
• Percaya pada Rencana Tuhan:
Meskipun kita tidak memahami seluruh rencana-Nya, kita bisa yakin bahwa Dia sedang bekerja untuk kebaikan kita.
Ketika kita menghadapi pergumulan, jangan cepat menyerah atau kehilangan iman. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Roma 8:28 – “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
• Hiduplah dengan Kesadaran Kekekalan:
Jangan hanya fokus pada hal-hal duniawi, tetapi siapkan diri untuk kehidupan yang lebih besar bersama Tuhan.
Ingatlah bahwa hidup ini hanya sementara, tetapi kasih Tuhan bersifat kekal. Kolose 3:2 – “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”
Pengkhotbah 3:11 mengajarkan bahwa Tuhan mengatur segala sesuatu dengan sempurna, tetapi manusia tidak selalu bisa memahami rencana-Nya. Oleh karena itu, kita diajak untuk percaya kepada-Nya, bersabar dalam menantikan waktu-Nya, dan hidup dengan perspektif kekekalan.
Ketika waktunya tiba, kamu akan melihat bahwa setiap penantian, setiap air mata, dan setiap doa yang kamu naikkan tidaklah sia-sia. Sebab Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
Percayalah! Tuhan sedang bekerja demi KEBAIKAN dalam hidup Kita!
Tuhan Yesus memberkati!
EYC 2202225-YDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan