Kitab Yehezkiel pasal 25-26
Yehezkiel 25 Pasal ini berisi nubuatan penghukuman atas bangsa-bangsa tetangga Israel: Amon, Moab, Edom, dan Filistin. Mereka sering bersekutu secara politik dengan negara di sekitarnya demi melenyapkan Israel dari muka bumi. Saat Yehezkiel menubuatkan kehancuran Israel, mereka menyumpahi kaum Israel. Karena itu, Allah mengatakan kepada penduduk Amon jangan terlalu cepat bergembira. Sebab, hukuman yang sama akan menimpa mereka dan seluruh wilayah mereka. Hasil bumi dan kekayaan mereka akan dirampas oleh orang-orang Babel. Penghukuman ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya menghakimi Israel, tetapi juga bangsa-bangsa yang bersikap sombong dan kejam terhadap umat-Nya.

Yehezkiel 26 Pasal ini adalah nubuatan tentang kehancuran kota Tirus, sebuah kota perdagangan yang penting dengan penduduk yang kaya dan makmur, yang sombong dan menikmati kejatuhan Yerusalem. Kota ini dihukum karena kesombongan mereka yang mensyukuri kejatuhan Yerusalem dan menganggap diri sendiri akan semakin jaya dan makmur setelah kejatuhan tersebut. Tuhan menubuatkan bahwa Nebukadnezar, raja Babel, akan datang dan menghancurkan kota Tirus sepenuhnya. Tirus, yang terkenal sebagai kota perdagangan yang kuat, akan menjadi reruntuhan di dasar laut dan tidak akan pernah dibangun kembali seperti semula.
Kesimpulan:
Tuhan adalah hakim atas semua bangsa. Mereka yang bersukacita atas penderitaan orang lain dan bertindak dengan kejahatan akan menerima hukuman yang setimpal.
Kesombongan dan kebanggaan atas kekayaan duniawi tidak bisa menyelamatkan siapa pun dari penghakiman Tuhan. Bangsa atau individu yang menolak Tuhan dan bersukacita atas penderitaan orang lain akan mengalami kehancuran.