Renungan Harian Rabu, 19 Maret 2025
Ayat Pokok: Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
Setiap orang pasti menghadapi tantangan dalam hidup, entah itu dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga, atau keputusan besar lainnya. Namun, firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak takut, melainkan melangkah dengan iman. Yosua 1:9 adalah perintah dan janji Tuhan kepada Yosua yang juga berlaku bagi kita saat ini.
1. Tuhan Memerintahkan Kita untuk Kuat dan Teguh
Perintah ini menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya perasaan, tetapi sebuah pilihan dan tindakan iman. Yosua menghadapi tugas besar menggantikan Musa, tetapi Tuhan tidak menekankan pada kemampuan Yosua, melainkan pada penyertaan-Nya. Dalam kehidupan kita, keberanian datang bukan karena kita kuat, tetapi karena Tuhan ada bersama kita.
2. Jangan Takut dan Jangan Tawar Hati
Takut adalah reaksi manusiawi, tetapi tidak boleh menguasai kita. Ketakutan sering kali menghalangi kita melangkah dalam rencana Tuhan. “Tawar hati” berarti kehilangan semangat dan harapan. Tuhan ingin kita tetap berpegang pada janji-Nya meskipun ada tantangan di depan.
Contoh: Petrus berjalan di atas air (Matius 14:29-31). Selama ia fokus pada Yesus, ia bisa berjalan, tetapi ketika ia melihat angin dan ombak, ia mulai tenggelam.
3. Tuhan Menyertai, ke Mana pun Kita Pergi
Penyertaan Tuhan adalah jaminan utama bagi kita untuk melangkah dengan iman.
Mazmur 23:4: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.”
Seperti Tuhan menyertai Yosua dalam memimpin Israel, Dia juga menyertai kita dalam setiap tantangan hidup.
Dengan perintah dan janji Tuhan dalam Yosua 1:9 ini, kita harus mulai untuk melangkah. Yang perlu kita kerjakan adalah:
Melangkah dengan Keberanian yang Bersumber dari Tuhan
Ketika Yosua dipanggil untuk menggantikan Musa memimpin Israel, ia menghadapi tantangan besar. Namun, Tuhan tidak memberinya strategi manusiawi, melainkan janji penyertaan-Nya. Demikian pula dalam hidup kita, sering kali ada ketakutan melangkah ke hal baru—pekerjaan, pelayanan, atau perubahan hidup. Tapi, jika Tuhan menyertai, kita tidak perlu ragu.
Melangkah dengan Iman, Bukan dengan Ketakutan
Dalam Matius 14:29-31, Petrus sempat berjalan di atas air karena percaya kepada Yesus. Namun, saat ia fokus pada angin dan ombak, ketakutan membuatnya tenggelam. Ini menunjukkan bahwa keberanian sejati lahir dari iman, bukan sekadar tekad manusia. Saat kita fokus pada Tuhan, kita akan mampu menghadapi tantangan, tetapi jika fokus kita pada masalah, kita bisa jatuh dalam ketakutan.
Melangkah dengan Ketaatan kepada Tuhan
Abraham adalah contoh orang yang berani melangkah dalam iman. Dalam Kejadian 12:1-4, ia meninggalkan segalanya tanpa tahu tujuan akhir, tetapi ia percaya kepada janji Tuhan. Keberanian sejati bukan hanya soal maju ke depan, tetapi melangkah sesuai kehendak Tuhan.
Keberanian dalam Tuhan bukan sekadar tidak takut, tetapi percaya penuh kepada-Nya. Apapun tantangan yang ada di depan, jangan biarkan ketakutan menghalangimu. Percayalah bahwa Tuhan yang memberi panggilan juga Tuhan yang menyertai kita dalam setiap langkah.
Tuhan Yesus Memberkati.
CM
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan