Renungan harian Kamis, 20 Maret 2025
Ayat Pokok : 1 Tesalonika 2:8 “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.”
Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Beberapa diantara kita mungkin pernah mendengar lagu “Maukah Kau Jadi Roti”, lyric lagu tersebut adalah demikian;
Maukah kau jadi roti yang terpecah bagi-KU
Maukah kau jadi anggur yang tercurah bagi-KU
Maukah kau jadi saksi memb’ritakan injil-KU
Melayani, melayani lebih sungguh.
Lagu tersebut mengajak setiap kita untuk membagikan hidup kita bagi orang lain dimana ini adalah ekspresi kasih tertinggi seperti yang dimiliki oleh Allah yang telah dikerjakan-NYA bagi kita.
Kepada jemaat yang ada di Tesalonika, Rasul Paulus menyatakan bahwa dalam Kasih sayang yang besar kepada mereka dia telah dengan rela membagi hidupnya bagi jemaat. Apa yang Paulus lakukan ini menjadi sebuah bukti kasih dan teladan kasih bagi mereka. Paulus menggambarkan bahwa proses mentoring terbaik selalu melibatkan aspek relasi yang intens, konsisten dan penuh dengan kepedulian yang nyata melalui tindakan-tindakan yang konkrit. Dan prinsip kebenaran inipun menjadi sesuatu yang Tuhan ingin kita kerjakan. Bahwa kita telah mengalami kasih Allah yang besar dalam hidup kita, jadi marilah kita mengekspresikan kasih kita kepada orang lain dalam tindakan kasih yang nyata dengan berbagi hidup kita bagi orang lain.
Kasih yang Terwujud dalam Tindakan
📖 “…bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu…” (1 Tesalonika 2:8)
Paulus mengajarkan bahwa kasih sejati bukan hanya berbicara tentang Injil, tetapi juga tentang membagikan kehidupan. Kasih bukan hanya teori, tetapi harus nyata dalam tindakan. Kasih berarti melibatkan diri secara aktif dalam hidup orang lain. Kasih sejati adalah pengorbanan dan kepedulian yang tulus.
Seperti roti yang terpecah untuk dibagikan kepada banyak orang, demikian juga hidup kita harus terpecah untuk menjadi berkat bagi sesama.
Senada dengan pengajaran Paulus, Yakobus dalam suratnya juga menyatakan sebuah prinsip kasih yang sama. Dalam Yakobus 1:27 tertulis demikian; “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”
Yakobus menyatakan bahwa ibadah yang murni bukan hanya sekedar kita hadir secara ceremonial dan liturgis, dalam sikap memuji dan menyembah, tetapi justru melalui juga sebuah tindakan kasih dan pelayanan yang nyata kepada para “yatim piatu dan janda-janda” yang menjadi representasi kelompok orang-orang yang tidak berdaya secara sumber daya karena seharusnya hidup mereka tergantung atau dipelihara oleh orang lain yaitu orang tua atau suami mereka.
Prinsip kebenaran ini juga telah memberikan pengaruh yang besar dalam kepemimpinan, John Maxwell dalam teori leadershipnya juga mengungkapkan, bahwa besarnya kepercayaan pengikut untuk mengikuti pemimpinnya adalah tergantung dari bagaimana mereka melihat pemimpin mereka peduli, berkorban terhadap hidup mereka.
Jadi bapak, ibu dan saudara yang terkasih. saat ini, ketika kita mendengar panggilan untuk melayani Tuhan, maukah kita melihat bahwa ini bukan sekedar melayani dalam konteks pelayanan mimbar atau panggung, atau kemampuan untuk bersaksi dan berbagi kebenaran Firman Tuhan. Maukah kita juga membagi kehidupan kita, perasaan kita, waktu kita, tenaga kita, uang atau fasilitas kita bahkan hak kita kepada orang lain. Seperti apa yang telah Tuhan Yesus ajarkan dan kerjakan dan seperti para Rasul telah mengikuti jejak dan pengajaran-NYA, marilah setiap kita dengan rela membagi hidup kita bagi orang lain, demi kebaikan mereka dan untuk kemuliaan Tuhan. Amin.
Tuhan Memberkati.
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan