Kitab Zakharia pasal 11-12
Zakharia 11 – Gembala yang Ditolak
Pasal ini menggambarkan penghakiman terhadap para pemimpin Israel yang jahat, diilustrasikan melalui perumpamaan tentang seorang gembala yang setia namun ditolak oleh domba-dombanya (umat Israel). Gembala ini memecahkan dua tongkat simbolik—”Kesejahteraan” dan “Ikatan”—sebagai tanda terputusnya perjanjian dan persatuan. Pasal ini juga menubuatkan bahwa Mesias akan ditolak dan “dihargai” hanya dengan 30 keping perak, harga seorang budak, yang digenapi dalam pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus.
Kesimpulan:
Pasal ini adalah gambaran tragis tentang penolakan terhadap Mesias oleh umat-Nya sendiri. Meski Ia datang sebagai Gembala yang baik, umat menolak-Nya dan memilih jalan mereka sendiri, membawa pada penghakiman.
Zakharia 12 – Pemulihan Yerusalem dan Pencurahan Roh
Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menjadikan Yerusalem seperti cawan yang memabukkan dan batu yang membuat bangsa-bangsa tersandung. Semua bangsa akan melawan Yerusalem, tetapi Tuhan akan melindungi umat-Nya. Di akhir pasal, dinubuatkan bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh kasih karunia dan permohonan atas keluarga Daud dan penduduk Yerusalem, sehingga mereka akan menangisi Dia yang telah mereka tikam—nubuatan yang merujuk pada penyaliban Yesus Kristus dan pertobatan yang akan datang.

Kesimpulan:
Tuhan akan melindungi umat-Nya dan suatu saat akan membawa mereka pada pertobatan sejati melalui pencurahan Roh Kudus. Penyesalan atas penolakan terhadap Mesias akan membuka jalan bagi pemulihan dan kasih karunia Tuhan.
Zakharia 11–12 berbicara kuat tentang penolakan terhadap Mesias dan janji pemulihan yang ajaib. Meski umat gagal mengenali Sang Gembala sejati, Tuhan tetap setia dan akan mencurahkan Roh-Nya untuk memulihkan mereka.