DO NOT RETAIN THE FORGIVENESS
Renungan Harian Youth, Kamis 22 Mei 2025
Syalom rekan-rekan Youth semuanya
Hidup yang kita miliki saat ini adalah anugerah dari Allah—sebuah berkat kasih karunia yang tak ternilai. Melalui kematian Yesus di kayu salib, kita telah ditebus dan diselamatkan. Semua itu terjadi karena Allah memilih untuk mengampuni segala dosa dan kesalahan kita, bukan karena ada keuntungan bagi-Nya, tetapi semata-mata karena kasih-Nya yang besar. Jika Allah saja rela mengampuni kita tanpa syarat, mengapa kita sering kali menahan pengampunan bagi orang lain yang bersalah kepada kita? Kita tidak perlu menunggu bukti atau alasan kuat untuk memaafkan—karena kasih sejati tidak menuntut syarat.
Jangan menahan kasih dan pengampunan. Belajarlah dari teladan Allah, yang penuh belas kasih.
Sebagai orang percaya, kita perlu membangun hubungan yang sehat dan saling menguatkan. Bertemulah, bicaralah satu sama lain, dan rencanakan tindakan-tindakan yang sesuai dengan kehendak Allah. Jika merasa belum siap bertemu dalam kelompok, mulailah dengan pertemuan pribadi—berbicaralah dari hati ke hati agar kasih Allah dapat dirasakan secara nyata. Selesaikan setiap konflik dengan cara yang penuh damai. Jangan hanya mendengarkan pendapat orang lain yang justru menahan kita untuk berdamai. Jauhkan diri dari pikiran negatif dan kebohongan yang dapat merusak hubungan, memisahkan kita dari sesama, bahkan dari kasih Allah sendiri. Jangan biarkan dunia dengan segala tipu dayanya mencuri kasih, sukacita, dan keselamatan yang telah Allah berikan. Hiduplah dalam kebenaran dan kasih yang memulihkan.
we are centred in God and have our priorities right. Prayer will still be mingled with loud crying and tears, and there will still be travail and struggle, but it won’t be a ritual any longer. It will be a delight and a joy if we give our life to God.
Sebagai murid-murid Kristus, kita tidak boleh menjauhkan diri dari persekutuan dan pertemuan ibadah, bahkan di tengah masa-masa sulit. Justru melalui persekutuan itulah kita belajar hidup dalam kasih, saling mengampuni, dan menolong tanpa memandang latar belakang siapa pun. Ketika kita menjauh dari Allah, kita seperti kawanan domba yang tercerai-berai di tengah badai, kehilangan arah tanpa gembala. Namun ingatlah, seperti domba yang memiliki naluri untuk berkumpul, demikian juga kita akan dipersatukan kembali oleh Gembala sejati kita, yaitu Tuhan Yesus.
Jangan biarkan dunia menjauhkan kita dari Allah. Jangan sampai karena mengikuti arus dunia, kita justru merasa terpaksa menjauh dari-Nya.
Sejauh apapun langkah kita menyimpang dan seburuk apapun keadaan kita, ingatlah: kasih Allah tetap tersedia. Dia siap mengampuni setiap orang yang mau kembali kepada-Nya. Luangkan waktu untuk merenungkan kasih Allah. Yesus sendiri rela mengalami penderitaan dan bahkan mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya—semua karena kasih yang besar. Jika kita hidup dalam ketidaktaatan dan menjauh dari kasih Allah, sesungguhnya kita sedang berjalan menuju kebinasaan. Maka pertanyaannya: ke manakah kita akan mencari keselamatan? Jawabannya jelas—carilah Allah. Ketika kita mendekat kepada-Nya, kita akan menemukan damai dan diselamatkan dari kehancuran akibat dosa.
Your desire then is not that God should be glorified through your prayer but that other people should know how well you can pray. Then you’ll get that reward. But that’s all you’ll get. That’s what you wanted
Apa yang akan kita katakan dan lakukan ketika Allah datang mengunjungi hati kita dan ingin berbicara dengan kita? Saat kita hadir dan berkumpul bersama Yesus, bukalah hati sepenuhnya. Ungkapkan semua yang kita rasakan—jangan simpan beban sendiri. Jangan pula menahan pengampunan bagi mereka yang telah menyakiti kita. Ampunilah mereka, sebagaimana Tuhan telah mengampuni dan menyelamatkan kita yang juga penuh dosa dan kesalahan. Datanglah kepada-Nya dengan hati yang tulus untuk memuliakan-Nya. Ingatlah bahwa Yesus Kristus datang ke dunia bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang tersesat. Dia datang untuk menebus, menyembuhkan, dan memulihkan, sebagai penggenapan janji Allah.
“Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni; dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yohanes 20:23)
Ayat ini mencerminkan kuasa dan tanggung jawab rohani yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya—yaitu untuk mengampuni dosa dan memperdamaikan sesama dengan Allah. Inilah dasar dari hidup dalam kasih, saling mengampuni, dan tidak menahan pengampunan. Ketika kita mengampuni dari hati, kita sedang memperkenankan kasih dan pengampunan Allah hadir melalui hidup kita. Kita diundang bukan hanya untuk menerima pengampunan dari Kristus, tetapi juga untuk memberikannya kepada orang lain sebagai wujud ketaatan dan kasih yang memuliakan Allah.
Yesus datang karena kasih dan bagian dari rencana ilahi Bapa, meskipun banyak hati yang tertutup bagi-Nya.
Namun, kasih-Nya tidak pernah padam. Kehadiran-Nya tidak pernah menjadi bukti kelemahan, justru menjadi bukti kekuatan cinta yang lembut dan setia. Bahkan jika hati kita seperti pintu yang terkunci rapat, Tuhan tahu bagaimana masuk—tanpa suara, tanpa paksa. Ia datang dengan lembut untuk memperbaiki luka-luka di dalamnya. Tidak ada satu pun pintu yang bisa benar-benar menghalangi kehadiran Kristus. Dia hadir di tengah-tengah kita, membawa pemulihan, kasih, dan damai yang sejati.
The first thing that God requires from all of us is honesty – absolute honesty. If we are willing to be honest first, many of our other problems will be solved very quickly. We will progress in leaps and bounds in our spiritual life if we live by this fundamental rule of honesty before God and men
Sikap hati yang bersedia mengasihi dan mengampuni akan menghasilkan buah-buah kehidupan yang penuh berkat.
Ketika kita tidak menahan pengampunan, damai sejahtera dan segala kebaikan akan mengalir dalam hidup kita. Damai itu akan memulihkan hubungan kita dengan Allah, membawa ketenangan dalam hati nurani, dan menciptakan keharmonisan di antara sesama.
Damai ini bukan sekadar kedamaian duniawi, tetapi damai sejati yang berasal dari Kristus. Ketika kita merasa ragu untuk mengasihi dan mengampuni, Allah akan menenangkan hati kita dan memenuhi kita dengan damai sejahtera-Nya. Di dalam damai Kristus itulah kita dikuatkan untuk terus hidup dalam kasih dan pengampunan.
Tuhan Yesus memberkati
LW – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan