Elohim Ministry umum Belajar dari Penderitaan

Belajar dari Penderitaan



Renungan Harian Kamis, 22 Mei 2025

Ayat Pokok : Filipi 1:29, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”

Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika bicara kata menderita, yang ada dalam pikiran kita adalah keadaan yang sangat menyedihkan dimana siapapun tidak menginginkannya. Namun ternyata tidak semua penderitaan itu bersifat negatif dan  destruktif atau merusak. 

Alkitab memberikan contoh bagaimana penderitaan malah membentuk mental seseorang bahkan merubah paradigma seseorang tentang Tuhan. Salah satu contoh tokoh yang terkenal dalam alkitab berkaitan dengan penderitaan yang sia alami adalah Ayub. Saya percaya setiap kita setuju jika mengatakan penderitaan Ayub lengkap  setelah kehilangan apa yang dia miliki bahkan anak-anaknya juga meninggal, tidak hanya sampai disitu saja bahkan dia harus mengalami penyakit kulit yang parah. Namun penderitaan yang dialaminya merubah persepsinya tentang Allah. Setelah semua yang dialaminya, Ayub berkata; Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. [Ayub 42:5]

Sering orang berpikir bahwa Penderitaan itu tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita

Padahal justru sebuah proses di mana iman kita akan diperkuat. Dalam Ayub 23:10 tertulis demikian; Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Melalui penderitaan iman kita diuji dan dimurnikan, semakin berkualitqs dihadapan TUHAN.

Rasul Petrus mengatakan; (1 Petrus 5:10)   Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Senada dengan perkataan Petrus, dalam suratnya pun Paulus juga mengatakan bahwa jika kita menderita bersama-sama dengan DIA maka kita pun akan di permuliakan bersama-sama dengan Dia juga.[Roma 8:17].Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-samq dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Pernyataan ini tampak nya paradoks dengan pandangan dunia namun inilah kebenaran iman Kristen. Dalam dunia ini, penderitaan sering kali dianggap sbg hukuman atau nasib buruk. Tetapi bagi Paulus, penderitaan adalah kesempatan bagi kita untuk mengalami penguatan iman.

Dalam penderitaan, kita diajak untuk belajar bertahan. Ketika kita bertahan, kita sedang dilatih untuk menjadi lebih sabar, lebih setia, dan lebih teguh. Inilah yang kemudian menghasilkan sifat tahan uji dan ketekunan yang akan menghasilkan sebuah karakter yang tidak mudah digoyahkan oleh situasi apa pun. Dan orang yg telah melalui proses ini akan memiliki pengharapan yang tdk pernah mengecewakan. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. [Roma 5:3-5]

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Mungkin ada di antara Anda yang saat ini sedang berada dalam kesengsaraan. Mungkin saat ini bapak, ibu dan saudara sedang menghadapi masalah yg cukup pelik ingatlah bahwa penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan jauh dari kita. Justru dalam penderitaan itulah, Tuhan sedang membentuk kita agar iman kita semakin kuat, karakter kita semakin kokoh,  dan pengharapan kita semakin teguh.

Teks pokok kita menyatakan bahwa penderitaan juga merupakan panggilan  untuk setiap orang yang percaya kepada Yesus, tetapi ada penghiburan di tengah penderitaan yang kita alami yaitu;

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. [Yakobus 1:2-4] supaya setiap kita menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Jadi marilah kita tetap bertekun dalam penderitaan yang kita alami dalam Tuhan karena mengerjakan hal yang baik dan luar biasa dalam kehidupan kita. Amin.

Tuhan memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *