Renungan Harian Senin, 16 Juni 2025
Lukas 11:5-13 “…apapun yang kamu minta dalam doa, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)
Apa yang menurut Anda merupakan pemberian terbaik dalam hidup? Kesehatan? Keberhasilan? Keluarga yang bahagia? Semua itu adalah anugerah Tuhan, tetapi hari ini kita akan belajar bahwa karunia terbaik dari Tuhan bukanlah hal-hal materi, melainkan pribadi Roh Kudus sendiri.
Dalam Lukas 11, Yesus mengajarkan kita tentang doa, ketekunan, dan pemberian ilahi. Doa bukan hanya tentang meminta, tetapi tentang mengenal hati Bapa yang penuh kasih dan kebaikan.
Doa yang Penuh Ketekunan (Lukas 11:5–8)
Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang sahabat yang datang di tengah malam untuk meminta roti. Meskipun permintaan itu datang di waktu yang “tidak nyaman”, sahabatnya akhirnya memberikan apa yang dibutuhkan karena sikap gigih dan tidak tahu malunya.
“Doa seharusnya dipanjatkan dengan keberanian, ketekunan dan tanpa keraguan, bahkan saat itu tampak sulit atau tidak pantas.”
Renungan dari bagian ini:
- Tuhan tidak terganggu oleh doa-doa kita; Ia malah rindu untuk mendengar suara kita.
- Berdoalah dengan ketekunan, walau jawaban tidak langsung datang.
- Ketekunan dalam doa adalah bukti iman, bahwa kita percaya Tuhan mendengar dan akan menjawab sesuai waktu-Nya.
Paket Doa: Minta, Cari, Ketok (Lukas 11:9–10)
Yesus kemudian berkata:
“Mintalah… carilah… ketoklah…”
Tiga tindakan ini menunjukkan progres dalam intensitas:
- Minta: Menyatakan kebutuhan kita kepada Tuhan.
- Cari: Menunjukkan usaha aktif untuk menemukan kehendak Tuhan.
- Ketok: Tanda ketekunan dan kepercayaan bahwa pintu pasti akan dibuka.
Kita diajar untuk tidak pasif dalam berdoa, tetapi terus datang kepada Tuhan dengan keberanian, harapan, dan iman yang teguh.
Hati Bapa yang Baik (Lukas 11:11–12)
Yesus menjelaskan bahwa jika manusia yang berdosa saja tahu memberikan yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa di surga.
Ilustrasi ini menyatakan bahwa Tuhan tidak akan:
- Memberikan “ular” ketika kita minta “ikan”.
- Memberikan “kalajengking” saat kita minta “telur”.
Artinya, Tuhan tidak akan mengecewakan anak-anak-Nya. Kadang jawaban doa bukan seperti yang kita harapkan, tetapi selalu yang terbaik menurut pengetahuan-Nya yang sempurna.
Karunia Terbaik: Roh Kudus (Lukas 11:13)
Ayat kuncinya: “Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Di akhir pengajaran tentang doa, Yesus menyatakan bahwa Roh Kudus adalah karunia terbaik yang diberikan oleh Bapa.
Mengapa ini penting?
- Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan bisa menerima Yesus sebagai Tuhan.
- Tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa diubahkan menjadi serupa dengan Kristus.
- Roh Kuduslah yang memampukan kita hidup dalam kebenaran, menghasilkan buah roh, dan taat kepada kehendak Allah.
Sebagaimana dikatakan Joni Eareckson Tada:
“Kalau Tuhan hanya bereaksi terhadap kejahatan Setan, maka penderitaan kita tidak punya arti. Tapi karena Tuhan berdaulat, maka penderitaan kita punya tujuan – untuk membentuk kita, dan menggenapi rencana-Nya yang sempurna.”
Roh Kudus adalah penjamin bahwa rencana Tuhan adalah rencana A, bukan rencana cadangan. Ia hadir untuk membimbing, menghibur, dan menguatkan kita dalam segala keadaan.
Penutup:
Apakah kita telah menyadari bahwa karunia terbesar dalam hidup bukanlah yang kelihatan, tapi yang tinggal di dalam hati kita?
Hari ini, mari datang kepada Bapa dan minta dengan iman: “Tuhan, penuhi aku dengan Roh Kudus-Mu. Aku ingin hidup menurut kehendak-Mu, bukan kehendakku.”
Biarlah doa kita bukan hanya untuk kebutuhan sesaat, tapi untuk hubungan yang lebih dalam dengan Allah melalui Roh Kudus, Sang Karunia Terbaik itu.
Doa:
Tuhan, ajar kami untuk tekun dalam doa, percaya pada janji-Mu, dan memahami bahwa karunia terbaik dari-Mu adalah Roh Kudus. Bentuk kami menjadi serupa dengan Kristus melalui hadirat Roh Kudus dalam hidup kami. Amin.
Rangkuman Khotbah
Pdt. Soerono Tan