Roma 8 – Hidup dalam Roh dan Jaminan Kemenangan
Paulus menjelaskan bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus. Mereka hidup menurut Roh, bukan menurut daging. Roh Kudus memberi kekuatan, kepastian sebagai anak Allah, dan menolong dalam kelemahan. Orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging. Cara hidup seperti itu bertentangan dengan hukum Allah dan menghasilkan maut. Segala penderitaan sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.
Kesimpulan:
Hidup dalam Roh membawa kemerdekaan sejati dan jaminan keselamatan. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Kita lebih dari pemenang melalui Dia yang mengasihi kita.
Roma 9 – Kedaulatan Allah atas Pilihan-Nya
Paulus mengungkapkan kesedihannya atas penolakan Israel terhadap Mesias. Ia menegaskan bahwa tidak semua keturunan Abraham adalah umat Allah secara rohani. Allah memiliki wewenang mutlak untuk menentukan siapa yang dikasihani-Nya dan siapa saja yang ditolak-Nya. Semua itu merupakan hak prerogatif Allah. Ia memilih Ishak, bukan Ismael; Yakub, bukan Esau. Namun, ketetapan Allah bukan tidak adil, karena kasih karunia tidak berdasarkan usaha manusia, melainkan kemurahan hati Allah.
Kesimpulan:
Allah adalah Tuhan yang berdaulat penuh dalam rencana penyelamatan-Nya. Ia memilih berdasarkan kasih karunia-Nya, bukan karena jasa manusia. Ini menegaskan bahwa keselamatan adalah hak istimewa yang tidak layak diterima, tetapi dianugerahkan oleh Allah kepada siapa pun yang Ia kehendaki.

Roma 8–9 memperlihatkan perpaduan antara penghiburan terbesar bagi orang percaya dan misteri terbesar tentang kedaulatan Allah. Dalam semua hal, kita belajar untuk percaya kepada kasih dan rencana Allah yang sempurna.
“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.” (Roma 9:16)