Renungan Harian Youth, Jumat 18 Juli 2025
Ayat Pokok: Roma 4:11; Kejadian 17:1–18
Shalom, rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan!
Kita mengenal Abraham sebagai Bapak orang beriman. Roma 4:11 berkata bahwa ia adalah bapa semua orang percaya. Alkitab dengan jujur mencatat perjalanan iman Abraham, termasuk prosesnya yang tidak instan. Dalam Kejadian 17, Tuhan kembali mengulang panggilan-Nya dan meneguhkan janji-Nya kepada Abraham. Bahkan, dalam pasal ini terjadi sesuatu yang sangat penting:
Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham dan Sarai menjadi Sara. Perubahan nama ini menandai awal dari penggenapan janji Tuhan yang besar.
Kejadian 17:1–18 dapat kita bagi menjadi tiga bagian. Ayat 1–14 berisi janji Tuhan bagi Abraham, ayat 15–16 janji Tuhan bagi Sara, dan ayat 17–18 menunjukkan respon Abraham terhadap janji itu. Namun di ayat 17–18 ini kita belajar bahwa iman Abraham belum langsung sempurna. Ia melakukan tiga kesalahan dalam merespons janji Tuhan.
Dari tiga kesalahan ini, kita bisa belajar bagaimana iman kita seharusnya bertumbuh.
1. “Mungkinkah?” – Sikap hati yang membatasi Allah
Ketika Tuhan berjanji bahwa Abraham akan mempunyai anak di usia seratus tahun, ia tertawa dan berkata dalam hatinya, “Mungkinkah?” (Kejadian 17:17). Ia melihat fakta dan realita yang ada—usia yang sangat tua, keadaan yang mustahil—dan imannya goyah. Inilah kesalahan pertama: cara pikir yang membatasi Allah. Lawan dari iman adalah tidak percaya kepada Allah. Dalam hidup kita, banyak fakta yang seolah bertentangan dengan janji Tuhan. Di sanalah iman harus bertumbuh: melampaui fakta dan realita, percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
2. “Sepertinya Sara tidak mungkin…” – Sikap yang merendahkan orang lain
Abraham juga berkata, “Mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?” (Kejadian 17:17b). Ia sepertinya memandang Sara sebagai pribadi yang mustahil dipakai Tuhan. Ini kesalahan kedua: tidak menghargai orang yang Tuhan bisa pakai untuk menjadi saluran berkat. Dalam hidup kita, jangan remehkan orang-orang di sekitar. Tuhan bisa memakai siapa saja—keluarga, sahabat, bahkan orang yang kita anggap biasa—untuk menjadi sarana berkat dan jawaban doa.
3. “Ah, sekiranya Ismael…” – Sikap yang memaksakan rencana sendiri
Abraham berkata, “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” (Kejadian 17:18). Ia mencoba menawarkan rencananya sendiri kepada Tuhan. Ini kesalahan ketiga: sulit menerima cara Tuhan bekerja. Sering kali kita mengakui janji Tuhan, tapi kita ingin Dia mengerjakannya dengan cara kita. Padahal, Yesaya 55:8–9 mengingatkan, “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.” Jalan Tuhan selalu lebih tinggi, lebih baik, dan sempurna.
Hasil dari iman yang bertumbuh
Dari perjalanan ini kita belajar bahwa iman bukan hanya tentang percaya pada janji Tuhan, tetapi juga percaya pada cara dan waktu Tuhan. Iman yang bertumbuh akan menghasilkan ketaatan dan kepercayaan penuh pada Firman-Nya. Jawaban kita terhadap janji Tuhan bukan lagi “Mungkinkah?”, “Seandainya…”, atau “Sekiranya…”, tetapi dengan iman yang mantap kita berkata: “Ya dan Amin!” (2 Korintus 1:20).
Kiranya kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.
Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita percaya bahwa Roh Kudus akan menolong dan menuntun kita untuk hidup dalam ketaatan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Refleksi Diri:
- Apakah selama ini aku masih sering meragukan janji Tuhan karena melihat fakta dan keadaan?
- Adakah aku menghargai orang-orang di sekitarku sebagai saluran berkat dari Tuhan?
- Apakah aku rela menerima cara Tuhan yang mungkin berbeda dari rencanaku?
Pokok Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah aku memiliki iman yang bertumbuh. Tolong aku untuk tidak lagi berkata “mungkinkah” atau memaksakan rencanaku sendiri, tetapi percaya bahwa janji-Mu adalah ya dan amin. Bentuklah hatiku agar tetap taat dan percaya kepada-Mu. Amin.
Hikmat Hari Ini:
Iman yang bertumbuh akan selalu menghasilkan ketaatan, kepercayaan penuh, dan hidup yang berbuah bagi kemuliaan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati! ✨😇💛
YNP – TVP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
thanks saya diberkati dengan renungan2 dari elohim ministry youth ini.God bless
smoga bermanfaat buat saya apabila saya ikut bergabung sungguh2 tuk mengikutinya