Elohim Ministry umum Menetapkan Prioritas yang Benar

Menetapkan Prioritas yang Benar



Renungan Harian, Selasa 28 Juli 2026

Nats: Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Syalom bapak ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus . . . .

Setiap hari kita dihadapkan pada banyak pilihan: pekerjaan, keluarga, pelayanan, pendidikan, hiburan, media sosial, dan berbagai tanggung jawab lainnya. Sering kali kita berkata, “Saya tidak punya waktu.” Padahal sebenarnya, setiap orang memiliki waktu yang sama: 24 jam sehari.

Masalahnya bukan selalu kekurangan waktu, tetapi salah menempatkan prioritas. Apa yang kita anggap paling penting akan menentukan bagaimana kita menggunakan waktu, tenaga, dan hati kita.

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa prioritas utama orang percaya adalah mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu. Bukan berarti kita mengabaikan pekerjaan atau keluarga, tetapi menempatkan Tuhan di posisi pertama sehingga segala sesuatu yang lain berjalan dalam kehendak-Nya.

Prioritas menentukan arah hidup

Dalam Lukas 10:38-42, kita membaca kisah Marta dan Maria. Marta sibuk melayani dan mempersiapkan banyak hal, sedangkan Maria duduk di kaki Yesus mendengarkan firman-Nya.

Marta melakukan sesuatu yang baik, tetapi ia kehilangan fokus pada yang paling penting. Yesus berkata:

“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” — Lukas 10:42

Marta bukan orang jahat. Ia melayani, bekerja, dan bertanggung jawab. Namun kesibukannya membuat ia gelisah dan kehilangan damai. Maria memilih untuk menempatkan Yesus sebagai prioritas utama.

Sering kali kita seperti Marta: sibuk bekerja, melayani, bahkan melakukan hal-hal baik, tetapi hati kita jauh dari Tuhan. Kita membaca berita lebih banyak daripada membaca Alkitab. Kita menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, tetapi hanya beberapa menit untuk berdoa.

Kisah nyata: seorang pengusaha yang kehilangan arah

Ada seorang pengusaha sukses yang sangat sibuk membangun usahanya. Ia bekerja dari pagi hingga larut malam. Tujuannya mulia: ingin memberikan kehidupan terbaik bagi keluarganya.

Namun, seiring waktu, ia mulai kehilangan kebersamaan dengan istri dan anak-anaknya. Ia jarang beribadah, jarang berdoa, dan hampir tidak pernah membaca firman Tuhan. Suatu hari, anaknya berkata, “Ayah, kami tidak membutuhkan rumah yang lebih besar. Kami hanya membutuhkan ayah lebih sering ada bersama kami.”

Perkataan itu menusuk hatinya. Ia menyadari bahwa selama ini ia telah memberikan yang terbaik untuk pekerjaannya, tetapi bukan untuk Tuhan dan keluarganya. Sejak saat itu, ia mulai mengatur ulang hidupnya: menyediakan waktu khusus untuk doa, ibadah, dan kebersamaan dengan keluarga.

Usahanya tidak langsung menjadi lebih besar, tetapi hidupnya menjadi lebih damai. Ia belajar bahwa kesuksesan sejati bukan hanya memiliki banyak hal, tetapi memiliki Tuhan di tempat yang utama.

Ilustrasi: toples batu besar

Bayangkan ada sebuah toples kosong. Jika kita memasukkan pasir terlebih dahulu, lalu kerikil, maka batu-batu besar tidak akan muat. Tetapi jika kita memasukkan batu-batu besar terlebih dahulu, kemudian kerikil dan pasir, semuanya bisa masuk. Toples itu adalah hidup kita. Batu-batu besar adalah hal-hal yang paling penting: hubungan dengan Tuhan, keluarga, karakter, dan panggilan hidup. Kerikil dan pasir adalah hal-hal lain: pekerjaan, hiburan, media sosial, dan kesibukan sehari-hari.

Jika kita mengisi hidup dengan “pasir” terlebih dahulu, maka hal-hal yang paling penting akan tersingkir. Tetapi jika kita menempatkan Tuhan sebagai “batu besar” pertama, maka Tuhan akan menolong kita mengatur hal-hal lainnya.

Tiga prioritas yang harus dimiliki orang percaya

Tuhan harus menjadi yang pertama

Tuhan tidak ingin menjadi pilihan kedua atau ketiga dalam hidup kita. Ia harus menjadi pusat dari segala sesuatu.

Carilah Tuhan melalui doa, pembacaan firman, dan persekutuan dengan-Nya. Ketika Tuhan menjadi prioritas, keputusan kita akan lebih bijaksana dan hidup kita akan memiliki arah yang jelas.

Keluarga harus dijaga

Setelah Tuhan, keluarga adalah salah satu tanggung jawab terbesar yang dipercayakan kepada kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk mencari nafkah hingga kehilangan hubungan dengan orang-orang yang kita kasihi.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan uang, tetapi juga waktu, perhatian, doa, dan teladan iman dari orang tua.

Panggilan hidup harus dijalankan dengan benar

Pekerjaan dan pelayanan adalah bagian dari panggilan Tuhan. Lakukan dengan rajin dan setia, tetapi jangan biarkan pekerjaan menggantikan posisi Tuhan dalam hidup kita.

Kolose 3:23 berkata, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Penerapan praktis

Mulailah bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah Tuhan benar-benar menjadi yang pertama dalam hidup saya?
  • Berapa banyak waktu yang saya berikan untuk berdoa dan membaca firman dibandingkan dengan media sosial atau hiburan?
  • Apakah keluarga saya merasakan kasih dan perhatian saya?
  • Apakah kesibukan saya membawa saya lebih dekat kepada Tuhan atau justru menjauhkan saya dari-Nya?

Buatlah perubahan kecil mulai hari ini. Sediakan waktu khusus setiap hari untuk Tuhan, walaupun hanya 15–30 menit. Hadiri ibadah dengan setia. Luangkan waktu berkualitas bersama keluarga. Belajarlah mengatakan “tidak” pada hal-hal yang tidak penting agar kita dapat mengatakan “ya” pada hal yang paling penting.

Jangan menunggu sampai kehilangan sesuatu yang berharga baru kita menyadari pentingnya prioritas yang benar. Mari kita meneladani Maria yang memilih “bagian yang terbaik,” yaitu duduk di kaki Yesus dan menempatkan-Nya sebagai yang utama.

Hikmat hari ini :

Hidup ini singkat. Banyak hal yang kita kejar hari ini suatu saat akan berlalu. Harta, jabatan, dan kesibukan tidak akan kita bawa ke dalam kekekalan. Tetapi hubungan kita dengan Tuhan dan buah hidup kita di dalam Kristus akan memiliki nilai kekal.

Doa penutup

Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa sering kali kami terlalu sibuk dengan banyak hal hingga melupakan Engkau. Ampunilah kami jika selama ini kami salah menempatkan prioritas. Ajarlah kami untuk mencari Engkau terlebih dahulu, mengasihi keluarga kami, dan menjalankan panggilan hidup kami dengan setia. Biarlah hidup kami diatur oleh kehendak-Mu, sehingga kami dapat hidup dengan damai dan menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

TC

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

2 thoughts on “Menetapkan Prioritas yang Benar”

  1. Terimakasih untuk firman yang mengingatkan.
    Terimakasih Tuhan untuk kesempatan hidup yang Kau berikan di hari yang baru,mengingatkan bahwa prioritas Tuhan yang pertama dan terutana.
    Kemuliaan Hanya Bagi Yesus Di Tempat Maha Tinggi.
    Haleluaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *