Elohim Ministry youth LOVE TO BE CHANGED

LOVE TO BE CHANGED



Renungan Harian Youth, Senin 01 September 2025

Yeremia 31: 3, Aku telah mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.’

Kadang kita merasa jauh dari Tuhan karena kelemahan, kegagalan, atau masalah hidup. Namun, seperti ayat ini katakan, Tuhan tetap menampakkan diri “dari jauh”. Artinya, sekalipun kita merasa jauh, Dia tetap dekat dan setia menunggu kita kembali.

Waktu itu, bangsa Israel ada dalam pembuangan di Babel. Mereka kehilangan tanah.
Bait Allah hancur. Mereka merasa ditinggalkan Tuhan. Situasi penuh putus asa, masa depan seolah habis. Tepati justru di tengah kondisi itu Tuhan berkata:
 “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”  Ayat ini menegaskan kasih Tuhan yang abadi dan tanpa syarat kepada umat-Nya, Israel, yang ditunjukkan melalui kesetiaan-Nya yang terus-menerus, bahkan di tengah-tengah kesukaran dan hukuman yang mereka alami. 

Artinya apa? Kasih Tuhan nggak berhenti walaupun umat-Nya jatuh dalam dosa. Ada 3 perenungan yang akan menuntun kita betapa Tuhan itu mengasihi kita dan mau mengubahkan setiap kehidupan kita.

    Kasih Tuhan tidak terbatas waktu, tidak berubah oleh keadaan atau kegagalan.  Ini janji ilahi bahwa kasih Tuhan kepada umat-Nya tidak akan pernah berakhir. Kasih ini berbeda dengan kasih manusia yang berubah-ubah, karena kasih Tuhan bersifat kekal.

    Roma 5:8: “Kristus mati untuk kita saat kita masih berdosa.”

    Contohnya, ada orang yang baru merasa layak dicintai kalau dia cantik, pintar, sukses. Itu namanya conditional love. Tapi kasih Tuhan beda: unconditional love → kasih yang memberi nilai.

    Sama seperti barang kenangan: surat lusuh, boneka tua, atau kaos jelek tapi tetap disimpan karena berharga bagi kita. Orang lain bilang nggak ada nilainya, tapi buat kita tetap berharga.

     ➡ Begitu juga Tuhan: bukan karena kita berharga dulu baru Dia sayang, tapi karena Dia

    Kita sering gagal, nggak setia, melupakan Tuhan. Tapi Tuhan tetap inisiatif duluan, tetap cari kita.

    1 Yohanes 4:10: “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya…”

    Kasih itu dibuktikan lewat tindakan nyata → Yesus datang, mati, bangkit.

    Allah berjanji, “Waktunya akan datang . . . bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda—firman TUHAN—dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya” (30:3). Allah akan membawa mereka kembali dari pembuangan (ay. 8-17), memulihkan tanah mereka (ay. 18-24), dan membawa umat kembali kepada-Nya (31:1-6). “Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku” (ay. 1).

    Kasih Tuhan bukan hanya janji, tapi kesetiaan nyata yang nggak berhenti walau kita jatuh.

    Kasih Tuhan bukan hanya menghibur, tapi memulihkan dan mengubah hidup.

    Yohanes 4:1–42 → Perempuan Samaria: seorang Samaria (musuh Yahudi), seorang berdosa (punya 5 suami). Secara sosial & rohani → paling nggak layak.

    Tapi Yesus justru mendekat, minta air, lalu menawarkan air hidup. Yesus tahu masa lalunya tapi tetap menerima. Hasilnya? Dia percaya, hidupnya berubah, dan jadi saksi. Banyak orang di kota itu ikut percaya Yesus

     Kasih Tuhan melampaui sekat, menerima, dan mengubahkan.

    Teman-teman, apa artinya buat kita?

    • Kalau jatuh dalam dosa → kasih Tuhan tetap kekal.
    • Kalau merasa jauh dari Tuhan → kasih-Nya tetap setia.
    • Kalau hidup berantakan → kasih-Nya sanggup memulihkan.

     Kalau kita sadar kita dikasihi Tuhan:

    • Kita nggak lagi cari validasi dunia.
    • Kita bisa belajar mengasihi orang lain.
    • Kita punya pengharapan, bahkan di tengah keadaan sulit.

    Ingatlah bahwa kasih Allah tetap sama di setiap musim hidup kita. Saat merasa jauh dari Tuhan, datanglah kembali dengan hati yang rendah, sebab Dia tetap setia menunggu. Bagikan kasih setia Tuhan kepada orang lain melalui sikap penuh pengampunan dan kesabaran.

    Yeremia 31:3 mengingatkan kita:

    • Kasih Tuhan itu kekal.
    • Kasih Tuhan itu setia.
    • Kasih Tuhan itu mengubahkan.

    Sama seperti Israel dipulihkan dari pembuangan, dan perempuan Samaria diubahkan, hari ini kita pun bisa mengalami hidup yang baru karena kasih Tuhan.

    Refleksi untuk kita: Maukah kamu menerima kasih Tuhan yang kekal, setia, dan mengubahkanmu?

    Amin, Tuhan Yesus Memberkati

    EYC 30082025-YDK

    Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
    Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
    Kirim ke 0895-1740-1800

    Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *